MADANINEWS.ID, MAKKAH – Pemerintah Arab Saudi akan menggunakan drone untuk mendistribusikan obat-obatan dan sampel medis selama musim haji 2026 di kawasan suci.
Teknologi tersebut akan dioperasikan di Masjidil Haram, Masjid Nabawi, hingga area puncak haji seperti Mina, Arafah, dan Muzdalifah.
melansir theislamicinformation, Langkah ini menjadi bagian dari penguatan sistem layanan kesehatan dan logistik medis Saudi untuk menghadapi jutaan jamaah haji tahun ini.
Menteri Kesehatan Saudi Fahad Al-Jalajel mengatakan program tersebut merupakan hasil dua tahun studi dan uji coba intensif.
Pengujian dilakukan mulai dari prosedur lepas landas dan pendaratan aman hingga performa drone di tengah suhu panas ekstrem kawasan haji.
Drone tersebut juga dilengkapi sistem pendingin untuk menjaga kualitas obat dan logistik medis yang sensitif terhadap suhu.
“This modern technology aims to deliver medicines on a large scale during the Hajj season while reducing the time required to deliver medical supplies to just six minutes, compared to 90 minutes using ground transportation,” ujar Al-Jalajel.
Didukung Sistem Logistik dan Jaringan 5G
Proyek ini dijalankan melalui kerja sama antara Makkah Health Cluster dan National Unified Procurement Company (NUPCO).
Kedua lembaga tersebut akan mengelola rantai pasok serta distribusi kebutuhan medis ke rumah sakit dan pusat layanan kesehatan di kawasan suci.
Pengiriman dilakukan berdasarkan data kebutuhan dari fasilitas kesehatan dan langsung diarahkan menuju rumah sakit maupun pusat layanan primer di lokasi haji.
Pada fase uji coba musim haji sebelumnya, drone sempat digunakan untuk mengirim ice pack ke Mina Emergency Hospital guna menangani kasus kelelahan akibat panas dan sengatan matahari yang kerap dialami jamaah.
Saudi Siapkan 20 Ribu Tempat Tidur Rumah Sakit
Penggunaan drone menjadi bagian dari operasi kesehatan besar Saudi selama musim haji 2026.
Menteri Kesehatan Saudi menyebut lebih dari 20 ribu tempat tidur rumah sakit telah disiapkan untuk musim haji tahun ini, termasuk sekitar 3.800 tempat tidur di kawasan suci.
Selain itu, tersedia pula 25 pusat layanan gawat darurat.
Saudi juga menyiapkan lebih dari 3 ribu kendaraan ambulans dan 11 ambulans udara yang didukung sekitar 7.700 paramedis serta lebih dari 52 ribu tenaga kesehatan.
Kementerian Kesehatan Saudi menyebut penggunaan drone untuk distribusi medis darurat dalam pengelolaan kesehatan jamaah berskala besar menjadi yang pertama di dunia.
Dengan estimasi 1,5 juta jamaah dari luar Saudi akan datang pada musim haji 2026, percepatan distribusi logistik medis dinilai menjadi faktor penting menjaga keselamatan jamaah.
Pemerintah Saudi juga memastikan seluruh kawasan suci telah didukung jaringan 5G penuh untuk menopang sistem layanan digital dan operasional drone selama musim haji berlangsung.
