MADANINEWS.ID, MAKKAH – Penyelenggaraan haji 2026 menghadirkan skema baru untuk mengurangi risiko pada jemaah rentan. Di tengah kepadatan ekstrem saat puncak ibadah, jemaah lansia dan penyandang disabilitas kini tidak perlu turun di Muzdalifah, melainkan cukup melintas (murur) sebelum melanjutkan perjalanan ke Mina.
Kebijakan ini menjadi bagian dari pendekatan layanan haji yang lebih inklusif, khususnya bagi kelompok jemaah dengan keterbatasan fisik.
Skema Murur untuk Kurangi Risiko Jemaah Rentan
Kasi Bimbingan Ibadah (Bimbad) dan KBIHU Daerah Kerja (Daker) Makkah, Erti Herlina, menjelaskan bahwa skema murur diterapkan untuk menghindari risiko di titik dengan kepadatan tinggi.
“Kenapa ini dilakukan bagi jemaah lansia? Itu karena kepadatan di Muzdalifah yang tidak memungkinkan jemaah lansia untuk ikut turun dan nanti akan menyulitkan ketika para lansia untuk naik kembali ke atas bus,” ujar Erti di kantor Daker Makkah, Arab Saudi, Jumat (1/5/2026).
Dalam skema ini, jemaah tidak perlu turun dan bermalam di Muzdalifah, melainkan tetap berada di dalam bus dan langsung menuju Mina.
Meskipun tidak menjalani mabit di Muzdalifah seperti umumnya, skema murur tetap dinyatakan sah secara syariat.
Menurut Erti, kebijakan ini termasuk bentuk keringanan (rukhsah) yang telah dibahas para ulama, sehingga tetap memenuhi ketentuan ibadah haji.
Dengan demikian, jemaah tetap dapat menjalankan rangkaian ibadah tanpa harus menghadapi beban fisik berlebih.
Bagian dari Konsep Haji Ramah Lansia
Kebijakan ini merupakan bagian dari konsep haji ramah lansia, disabilitas, dan perempuan yang diusung pada penyelenggaraan tahun ini.
Selain faktor usia, komposisi jemaah Indonesia yang didominasi perempuan juga menjadi pertimbangan. Data menunjukkan sekitar 56% jemaah haji Indonesia merupakan perempuan.
Pendekatan layanan pun tidak hanya dilakukan dari sisi fasilitas, tetapi juga melalui aspek fikih dengan memberikan kemudahan bagi jemaah dengan kondisi tertentu.
Langkah ini diambil untuk memastikan keselamatan jemaah tetap terjaga di tengah tingginya kepadatan saat puncak ibadah haji.
Dengan skema murur, jemaah lansia dan disabilitas diharapkan dapat menjalankan ibadah dengan lebih aman, nyaman, dan tetap sesuai syariat.
