MADANINEWS.ID, MADINAH – Di tengah padatnya aktivitas ibadah di awal kedatangan di Madinah, Petugas Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) mengingatkan jemaah haji Indonesia, khususnya kelompok lanjut usia (lansia), untuk tidak memaksakan diri menjalankan shalat Arbain. Imbauan ini disampaikan guna menjaga kondisi fisik jemaah menjelang puncak ibadah haji.
Data PPIH menunjukkan, dari sekitar 203.000 calon jemaah haji reguler Indonesia, sebanyak 44.432 di antaranya merupakan lansia. Kondisi ini membuat aspek kesehatan dan kebugaran menjadi perhatian utama selama masa tinggal di Madinah.
Arbain Bukan Rukun Haji
Petugas Bimbingan dan Ibadah (Bimbad) Daerah Kerja (Daker) Bandara PPIH Arab Saudi, Anis Diyah Puspita, menegaskan bahwa shalat Arbain bukan bagian dari rukun maupun kewajiban haji.
“Shalat Arbain bukan menjadi bagian dari rukun haji atau rangkaian amalan wajib haji, sehingga jamaah tidak harus dituntut (shalat Arbain),” ujar Anis Diyah Puspita di Madinah, Minggu.
Shalat Arbain sendiri merupakan pelaksanaan shalat berjamaah selama 40 waktu berturut-turut di Masjid Nabawi, yang umumnya dijalankan selama delapan hari.
Menurut Anis, jemaah perlu memprioritaskan kondisi fisik agar tetap prima menjelang fase krusial ibadah haji di Arafah, Muzdalifah, dan Mina (Armuzna). Ia mengingatkan bahwa wukuf di Arafah merupakan rukun haji yang tidak bisa ditinggalkan.
“Jangan sampai jamaah dituntut harus 40 waktu shalat di Masjid Nabawi, namun ketika wukuf di Arafah pada saat puncak haji, jamaah justru kelelahan dan sakit,” kata Anis.
Alternatif Ibadah di Hotel
PPIH tetap mempersilakan jemaah untuk melaksanakan shalat di Masjid Nabawi. Namun, jika kondisi kesehatan tidak memungkinkan, jemaah dianjurkan untuk beribadah di pemondokan.
“Silakan shalat di Nabawi, namun jika kondisi tidak fit, tidak apa-apa melaksanakan shalat di hotel. Tidak perlu memaksakan diri,” kata dia.
Imbauan ini juga menjadi perhatian bagi para pendamping jemaah, termasuk ketua regu (karu), ketua rombongan (karom), serta petugas haji agar lebih memperhatikan kondisi jemaah lansia.
Jemaah haji gelombang I mulai tiba di Madinah sejak 22 April 2026 dan akan tinggal selama kurang lebih sembilan hari. Sementara itu, gelombang II dijadwalkan tiba mulai 7 Mei 2026 melalui Bandara Jeddah.
Seluruh jemaah nantinya akan mengikuti puncak ibadah haji berupa wukuf di Arafah pada 26 Mei 2026.
