Madaninews.id
  • Home
  • News
  • Ekonomi Syariah
  • Gaya Hidup
  • Khazanah Islam
  • Haji & Umrah
  • Islamika
  • IPEMI
  • Indeks
No Result
View All Result
  • Home
  • News
  • Ekonomi Syariah
  • Gaya Hidup
  • Khazanah Islam
  • Haji & Umrah
  • Islamika
  • IPEMI
  • Indeks
No Result
View All Result
Madaninews.id
No Result
View All Result

Panduan Salat di Pesawat untuk Jamaah Haji, dari Hukum hingga Tata Cara

Abi Abdul Jabbar Sidik
23 April 2026 | 13:00
rubrik: Fiqih Ibadah, Haji & Umrah, Indeks, Manasik
Panduan Salat di Pesawat untuk Jamaah Haji, dari Hukum hingga Tata Cara

Petugas haji melaksanak Salat di dalam pesawat dalam perjalanan menuju tanah suci. (foto:ist/dok)

Share on FacebookShare on Twitter

MADANINEWS.ID, JAKARTA – Perjalanan udara menuju Tanah Suci yang memakan waktu hingga 9–10 jam membuat jamaah haji hampir pasti melewati waktu salat fardhu di dalam pesawat. Dalam kondisi ini, salat tetap dapat dilakukan dengan menyesuaikan keadaan, termasuk dengan posisi duduk dan bersuci menggunakan tayamum.

Meski terdapat perbedaan pandangan di kalangan ulama, pelaksanaan salat di pesawat tetap menjadi solusi agar kewajiban ibadah tidak terlewat.

Perbedaan Pendapat Ulama

Dalam literatur fikih, terdapat dua pandangan terkait hukum salat di kendaraan seperti pesawat.

Pendapat pertama menyatakan salat tidak sah karena keterbatasan wudhu, tayamum, serta posisi yang tidak menapak ke bumi. Pendapat ini dipegang oleh Imam Abu Hanifah dan Imam Malik. Menurut pandangan ini, salat perlu diqadha setelah tiba di مقصد.

Sementara itu, pendapat kedua menyatakan salat tetap sah dilakukan di kendaraan karena kewajiban salat terikat waktu dan harus dilaksanakan sesuai kemampuan. Pendapat ini dianut oleh Imam Ahmad bin Hanbal dan Imam Syafi’i, meski Imam Syafi’i menganjurkan untuk mengulang salat fardhu setelah tiba di tujuan.

Tata Cara Salat di Pesawat

Dalam kondisi terbatas, salat dapat dilakukan dengan posisi duduk di kursi penumpang. Jika tidak memungkinkan berdiri atau menghadap kiblat secara sempurna, jamaah tetap dianjurkan berniat menghadap kiblat sebisanya.

Berikut tata cara pelaksanaannya:

  • Takbiratul ihram dilakukan sambil duduk
  • Bersedekap dan membaca doa iftitah
  • Membaca Al-Fatihah dan surah pendek
  • Rukuk dengan membungkukkan badan ke depan
  • Sujud dengan posisi lebih menunduk dibanding rukuk
  • Duduk di antara dua sujud tetap di kursi
  • Mengulangi gerakan pada rakaat berikutnya
  • Mengakhiri salat dengan salam

Tata Cara Tayamum di Pesawat

Ketika tidak memungkinkan berwudhu, jamaah dapat bersuci dengan tayamum menggunakan permukaan yang diyakini terdapat debu bersih di dalam pesawat.

See also  Islam Mengharamkan Judi dan Khamar Secara Bertahap, Ini Hikmahnya!

Langkah-langkahnya sebagai berikut:

  • Membaca basmalah
  • Meletakkan kedua telapak tangan pada permukaan (kursi, dinding, atau jendela)
  • Meniup debu dari telapak tangan
  • Mengusap wajah
  • Mengusap punggung tangan kanan dan kiri secara bergantian
  • Mengusap hingga pergelangan tangan

Pelaksanaan salat di pesawat menjadi bentuk kemudahan dalam Islam agar ibadah tetap dapat dijalankan dalam kondisi apa pun. Dengan memahami tata cara yang tepat, jamaah diharapkan tetap dapat menjaga kewajiban salat selama perjalanan menuju Tanah Suci.

Tags: fiqih ibadahhaji 2026SAFARsalat di pesawattata cara ibadahtuntunan islam
Previous Post

Menteri Haji Saudi Tinjau Kesiapan Mina, Fokus pada Layanan dan Pengelolaan Jemaah

Next Post

Masjidil Haram Buka Kursus Ilmiah untuk Jamaah Haji, Perkuat Pemahaman Ibadah

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Info Iklan
  • Disclaimer
  • Email

Madaninews.id - Ekonomi Syariah, Gaya Hidup Islami, Komunitas | All Rights Reserved

  • Home
  • News
  • Ekonomi Syariah
  • Gaya Hidup
  • Khazanah Islam
  • Haji & Umrah
  • Islamika
  • IPEMI
  • Indeks