Madaninews.id
  • Home
  • News
  • Ekonomi Syariah
  • Gaya Hidup
  • Khazanah Islam
  • Haji & Umrah
  • Islamika
  • IPEMI
  • Indeks
No Result
View All Result
  • Home
  • News
  • Ekonomi Syariah
  • Gaya Hidup
  • Khazanah Islam
  • Haji & Umrah
  • Islamika
  • IPEMI
  • Indeks
No Result
View All Result
Madaninews.id
No Result
View All Result

DPR Nilai Wacana “War Ticket” Tak Efektif Atasi Antrean Haji

Abi Abdul Jabbar Sidik
15 April 2026 | 12:00
rubrik: Haji & Umrah
DPR Soroti Penurunan Biaya Haji 2026: “Baru Turun Rp1 Juta, Belum Ada Terobosan”

Komisi VIII DPR RI Marwan Dasopang. (foto:ist/dok)

Share on FacebookShare on Twitter

MADANINEWS.ID, JAKARTA – Ketua Komisi VIII DPR RI, Marwan Dasopang, menilai wacana penerapan sistem “war ticket” dalam penyelenggaraan ibadah haji tidak akan menyelesaikan persoalan panjangnya antrean jemaah di Indonesia. Menurutnya, akar persoalan terletak pada keterbatasan kuota yang ditetapkan oleh Arab Saudi.

“Proses haji kita ini tidak bisa diselesaikan oleh Indonesia sendiri. Karena tempat hajinya ada di Saudi. Maka Saudi dan Indonesia harus bersepakat,” kata Marwan dalam Rapat Kerja dengan Kementerian Haji dan Umrah di Senayan, Jakarta, Selasa.

Marwan menjelaskan Indonesia saat ini memperoleh kuota sekitar 221 ribu jemaah per tahun dari pemerintah Arab Saudi. Kuota tersebut menjadi dasar utama dalam penyelenggaraan haji, termasuk dalam menentukan jumlah jemaah yang diberangkatkan dan cadangan.

Dengan kondisi tersebut, ia menilai mekanisme berburu tiket atau “war ticket” tidak akan efektif mengatasi antrean panjang.

Sistem Antrean Dinilai Lebih Adil

Menurut Marwan, sistem daftar tunggu yang saat ini diterapkan justru menjadi mekanisme paling adil bagi masyarakat.

“Kalau diundi, ada yang bisa berangkat berkali-kali, sementara yang lain tidak pernah berangkat. Daftar tunggu menghadirkan rasa keadilan,” katanya.

Ia menambahkan, sistem antrean telah digunakan sejak sebelum 2008 untuk memastikan pemerataan kesempatan bagi calon jemaah haji.

Marwan juga menyoroti panjangnya daftar tunggu haji di Indonesia yang kini mencapai jutaan pendaftar. Tingginya minat masyarakat serta kewajiban ibadah haji bagi umat Muslim yang mampu menjadi faktor utama panjangnya antrean tersebut.

BPKH Bukan Penyebab Antrean

Terkait pengelolaan dana haji, Marwan menegaskan keberadaan Badan Pengelola Keuangan Haji (BPKH) bukan penyebab antrean panjang.

“Supaya tidak berbenturan kepentingan dalam mengelola keuangan haji. Jadi BPKH ini bukan faktor (terjadi antrean), BPKH ini keniscayaan” ujarnya.

See also  Haji 2025, Jemaah Hajib Tunjukan Visa Resmi Jika Ingin Menginap di Hotel Makkah

Menurutnya, pembentukan BPKH justru penting untuk meningkatkan transparansi dan menghindari konflik kepentingan yang sebelumnya berada di bawah Kementerian Agama.

Untuk mengurai antrean panjang, Marwan mendorong pemerintah melakukan negosiasi dengan Arab Saudi guna mendapatkan tambahan kuota haji.

Selain itu, ia juga mengusulkan kemungkinan pemanfaatan kuota negara lain yang tidak terpakai, dengan catatan harus mendapat persetujuan dari pemerintah Arab Saudi.

“Pernah terjadi Indonesia berangkat haji dari Filipina. Jadi kuota mereka tidak dipakai, kita pakai. Tapi ternyata itu pelanggaran dan bermasalah, akhirnya tidak boleh (menggunakan kuota negara lain),” kata Marwan.

“Maka karena itu kami minta Menteri Haji, negara-negara sahabat ini berunding bersama pihak Saudi, bahwa Saudi berkenan menerima Indonesia memakai kuota negara-negara sahabat. Saya kira ini cara yang harus kita lakukan, mengurai daftar tunggu yang cukup panjang,” tambahnya.

Tags: antrean hajiBPKHjemaah haji indonesiakementerian haji umrahPendaftaran Hajiwar tiket haji
Previous Post

Petugas Haji Indonesia Mulai Berangkat ke Tanah Suci 17 April 2026

Next Post

Dinilai Prematur, Menhaj Minta Pembahasan “War Tiket Haji” Dihentikan

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Info Iklan
  • Disclaimer
  • Email

Madaninews.id - Ekonomi Syariah, Gaya Hidup Islami, Komunitas | All Rights Reserved

  • Home
  • News
  • Ekonomi Syariah
  • Gaya Hidup
  • Khazanah Islam
  • Haji & Umrah
  • Islamika
  • IPEMI
  • Indeks