Madaninews.id
  • Home
  • News
  • Ekonomi Syariah
  • Gaya Hidup
  • Khazanah Islam
  • Haji & Umrah
  • Islamika
  • IPEMI
  • Indeks
No Result
View All Result
  • Home
  • News
  • Ekonomi Syariah
  • Gaya Hidup
  • Khazanah Islam
  • Haji & Umrah
  • Islamika
  • IPEMI
  • Indeks
No Result
View All Result
Madaninews.id
No Result
View All Result

Dinilai Prematur, Menhaj Minta Pembahasan “War Tiket Haji” Dihentikan

Abi Abdul Jabbar Sidik
15 April 2026 | 12:25
rubrik: Haji & Umrah
Pemerintah Wacanakan Sistem “War Tiket” Untuk Potong Masa Antrean Haji

Menteri Haji Umrah RI Mochamad Irfan yusuf. (foto:ist/dok)

Share on FacebookShare on Twitter

MADANINEWS.ID, JAKARTA – Menteri Haji dan Umrah RI, Mochamad Irfan Yusuf, menegaskan pembahasan wacana “war ticket” haji masih bersifat awal dan dapat dihentikan jika dinilai belum tepat untuk diterapkan saat ini. Pemerintah memilih fokus pada penyelenggaraan ibadah haji 2026 yang sudah di depan mata.

“Kalau dianggap sebagai terlalu prematur akan kita tutup dulu sampai hari ini, sambil kita menyelesaikan haji kita yang sudah di depan mata,” ujar Menhaj dalam Rapat Kerja dengan Komisi VIII DPR RI di Senayan, Jakarta, Selasa.

Dalam kesempatan tersebut, Irfan juga mengakui dirinya sebagai pihak yang pertama kali melontarkan istilah “war ticket” dalam diskursus penyelenggaraan haji di Indonesia.

“Kalau ditanya siapa yang bertanggung jawab saya adalah orang pertama melontarkan istilah “war ticket” ini,” katanya.

Meski demikian, Kementerian Haji dan Umrah menegaskan bahwa prioritas utama saat ini adalah memastikan kelancaran operasional haji, sebelum membahas inovasi kebijakan baru.

Pro-Kontra Menguat di Publik

Wacana “war ticket” memicu perdebatan di tengah masyarakat, terutama di media sosial. Sejumlah pihak menilai sistem tersebut berpotensi menyulitkan calon jemaah di daerah yang belum memiliki akses teknologi digital memadai.

Selain itu, muncul kekhawatiran terkait nasib calon jemaah yang telah menunggu puluhan tahun serta potensi praktik percaloan.

Namun di sisi lain, ada pula yang menilai “war ticket” dapat menjadi solusi bagi jemaah lanjut usia agar bisa lebih cepat berangkat tanpa harus menunggu lama.

Pendukung wacana ini juga mengaitkannya dengan konsep istithaah atau kemampuan berhaji, baik dari aspek fisik, mental, maupun finansial.

Meski demikian, pemerintah menegaskan bahwa gagasan tersebut masih dalam tahap kajian awal dan belum dibahas secara intensif sebagai kebijakan resmi.

See also  Transisi Haji 2026 Masih Tanda Tanya, Menag: Tunggu Kejelasan DPR

DPR: Bukan Solusi Antrean Haji

Sementara itu, Ketua Komisi VIII DPR RI, Marwan Dasopang, sebelumnya menilai wacana “war ticket” tidak akan menyelesaikan persoalan antrean haji yang panjang.

“Proses haji kita ini tidak bisa diselesaikan oleh Indonesia sendiri. Karena tempat hajinya ada di Saudi. Maka Saudi dan Indonesia harus bersepakat,” kata Marwan.

Menurutnya, sistem haji Indonesia tetap bergantung pada kuota yang ditetapkan oleh Arab Saudi, sehingga solusi utama tetap berada pada kesepakatan antarnegara.

Tags: antrean hajiHajimenteri hajisistem hajiwar tiket haji
Previous Post

DPR Nilai Wacana “War Ticket” Tak Efektif Atasi Antrean Haji

Next Post

Saudi Resmikan Kompleks Modern di Mina untuk Haji 2026, Mampu Tampung 30.000 Jemaah

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Info Iklan
  • Disclaimer
  • Email

Madaninews.id - Ekonomi Syariah, Gaya Hidup Islami, Komunitas | All Rights Reserved

  • Home
  • News
  • Ekonomi Syariah
  • Gaya Hidup
  • Khazanah Islam
  • Haji & Umrah
  • Islamika
  • IPEMI
  • Indeks