Madaninews.id
  • Home
  • News
  • Ekonomi Syariah
  • Gaya Hidup
  • Khazanah Islam
  • Haji & Umrah
  • Islamika
  • IPEMI
  • Indeks
No Result
View All Result
  • Home
  • News
  • Ekonomi Syariah
  • Gaya Hidup
  • Khazanah Islam
  • Haji & Umrah
  • Islamika
  • IPEMI
  • Indeks
No Result
View All Result
Madaninews.id
No Result
View All Result

Data Jemaah Jadi Target, Kemenhaj Bongkar Modus Penipuan Haji Terbaru

Abi Abdul Jabbar Sidik
9 April 2026 | 07:30
rubrik: Haji & Umrah
Data Jemaah Jadi Target, Kemenhaj Bongkar Modus Penipuan Haji Terbaru

Kedatangan Jemaah haji Indonesia di Tanah Suci. (foto:ist/dok)

Share on FacebookShare on Twitter

MADANINEWS.ID, JAKARTA – Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) mengungkap maraknya penipuan yang menyasar calon jemaah haji dengan modus validasi data, seiring meningkatnya aktivitas digital layanan haji.

Pemerintah mengingatkan masyarakat untuk lebih waspada, terutama terhadap permintaan data pribadi melalui pesan singkat, telepon, hingga video call dari pihak tak dikenal.

Imbauan ini disampaikan melalui Pusat Data dan Teknologi Informasi Kementerian Haji dan Umrah sebagai respons atas temuan berbagai modus penipuan yang kian beragam.

Modus Baru: Dari WhatsApp hingga Video Call

Kepala Pusdatin, Farosa, mengungkapkan pelaku kini memanfaatkan celah kelengahan calon jemaah dengan dalih pembaruan data.

“Materi ini disusun sebagai upaya peningkatan kewaspadaan masyarakat terhadap potensi penyalahgunaan data pribadi yang dapat dimanfaatkan untuk penipuan hingga pengajuan pinjaman online secara ilegal,” ungkap Farosa di Jakarta, Selasa (7/4/2026).

Berdasarkan temuan kementerian, pola penipuan yang digunakan antara lain:

  • Menghubungi calon jemaah melalui WhatsApp
  • Mengaku sebagai petugas resmi Kementerian Haji dan Umrah
  • Meminta pembaruan data pribadi
  • Mengajak video call dengan dalih perekaman wajah

Modus video call menjadi perhatian serius karena berpotensi disalahgunakan untuk pengambilan data biometrik korban.

Jangan Sembarangan Berikan Data Pribadi

Kemenhaj menegaskan, perlindungan data pribadi menjadi langkah utama untuk mencegah penipuan. Masyarakat diminta tidak mudah percaya pada pihak yang mengatasnamakan instansi resmi tanpa verifikasi.

Selain itu, calon jemaah juga diingatkan untuk menghindari tautan mencurigakan yang berpotensi menjadi pintu masuk pencurian data.

Sebagai bagian dari edukasi publik, kementerian mengampanyekan slogan #DataAmanIbadahNyaman guna meningkatkan kesadaran menjaga keamanan informasi pribadi.

Diminta Segera Laporkan Jika Mencurigakan

Masyarakat yang menerima komunikasi mencurigakan diminta segera melakukan verifikasi melalui kanal resmi atau melapor ke kantor wilayah terdekat.

See also  DPR Pastikan Layanan Haji Terpusat di Kementerian Baru, BPKH Tetap Terpisah

“Masyarakat yang menerima komunikasi mencurigakan diminta untuk segera melapor atau melakukan verifikasi melalui akun media sosial resmi Kementerian Haji dan Umrah atau mendatangi kantor wilayah kementerian terdekat,” pungkas Farosa.

Pusdatin memastikan akan terus mengevaluasi serta memperkuat sistem keamanan digital guna melindungi data jemaah dan menjaga layanan tetap aman.

Tags: data jemaah hajihaji 2026jemaah haji indonesiamodus penipuan haji
Previous Post

Biaya Haji Terancam Membengkak, Pemerintah: Tenang, Tak Akan Bebani Jemaah!

Next Post

Prabowo Pastikan Biaya Haji 2026 Turun Meski Harga Avtur Naik

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Info Iklan
  • Disclaimer
  • Email

Madaninews.id - Ekonomi Syariah, Gaya Hidup Islami, Komunitas | All Rights Reserved

  • Home
  • News
  • Ekonomi Syariah
  • Gaya Hidup
  • Khazanah Islam
  • Haji & Umrah
  • Islamika
  • IPEMI
  • Indeks