MADANINEWS.ID, JAKARTA – Menentukan waktu keberangkatan umrah pada 2026 tidak bisa sekadar memilih bulan yang dianggap murah atau sepi. Faktor cuaca, kepadatan jemaah, hingga jadwal penyelenggaraan haji di Makkah menjadi penentu utama agar perjalanan ibadah tetap nyaman dan lancar.
Meski umrah dapat dilakukan sepanjang tahun, perbedaan karakter tiap periode membuat jemaah perlu lebih cermat dalam memilih waktu.
April–Mei 2026 Tak Lagi Ideal untuk Umrah
Periode April hingga Mei yang selama ini dikenal sebagai waktu “murah dan sepi” tidak lagi relevan untuk 2026. Pemerintah Arab Saudi menetapkan batas akhir kepulangan jemaah umrah pada 18 April 2026.
Setelah itu, operasional beralih ke musim haji. Kedatangan jemaah haji mulai berlangsung sejak akhir April dan mencapai puncaknya pada Mei, sehingga tingkat kepadatan meningkat signifikan.
Pilihan Bulan: Sepi, Nyaman, atau Hemat?
Setiap periode memiliki kelebihan dan kekurangan tersendiri:
Mei–September
Kepadatan rendah dan biaya relatif murah. Namun suhu di Makkah bisa mencapai 45°C, sehingga kurang disarankan bagi lansia.
Muharram–Safar (pasca haji)
Suasana lebih tenang karena awal musim umrah. Jumlah jemaah relatif sedikit.
Oktober–Maret
Periode paling ideal dengan suhu sekitar 31°C dan kepadatan moderat. Banyak dianggap sebagai waktu terbaik (sweet spot).
Rekomendasi Berdasarkan Musim
Jika dilihat dari musim, pilihan waktu umrah 2026 dapat dipetakan sebagai berikut:
- Musim panas (Juni–September): sepi dan murah, tetapi suhu ekstrem
- Musim dingin (Desember–Februari): cuaca nyaman dan lebih terkendali
- Musim semi (Maret–Juni): mulai hangat, kepadatan moderat (perlu perhatikan awal haji)
- Musim gugur (Oktober–November): kondisi paling seimbang
Musim gugur dan musim dingin dinilai sebagai periode paling aman, terutama bagi jemaah yang mengutamakan kenyamanan.
Bulan Murah Masih Ada, Tapi Perlu Waspada
Beberapa bulan tetap dikenal lebih terjangkau, namun perlu disesuaikan dengan kalender ibadah:
- April–Mei: biasanya murah, tetapi 2026 beririsan dengan musim haji
- September: harga rendah dengan kepadatan minim
- Desember: kombinasi harga relatif terjangkau dan cuaca nyaman
Artinya, faktor harga tidak bisa menjadi satu-satunya pertimbangan.
Waktu Terbaik Umrah dalam Sehari
Selain bulan keberangkatan, waktu pelaksanaan ibadah juga memengaruhi kenyamanan di Masjidil Haram.
Waktu paling ideal:
- 08.00–15.00 → kepadatan paling rendah
- 23.00–04.00 → kepadatan sedang
Waktu padat:
- 05.00–08.00
- 16.00–22.00
Waktu Salat yang Perlu Diperhatikan
- Setelah Subuh dan Zuhur → relatif lebih lengang
- Asar, Magrib, Isya → cenderung padat
Kondisi ini terjadi karena banyak jemaah memilih tetap berada di area masjid menjelang waktu salat utama.
Kesimpulan: Sesuaikan dengan Prioritas
Tidak ada satu waktu yang benar-benar sempurna untuk umrah. Namun untuk 2026, beberapa catatan penting yang perlu diperhatikan:
- Hindari: pertengahan April hingga akhir Mei (musim haji)
- Terbaik (cuaca & kenyamanan): Oktober–Februari
- Lebih sepi: pasca haji (Muharram–Safar)
- Lebih hemat: September dan Desember
Dengan mempertimbangkan kalender haji, kondisi cuaca, dan tingkat kepadatan, jemaah dapat merencanakan perjalanan umrah yang lebih optimal dan khusyuk.
