MADANINEWS.ID, JAKARTA – Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) membatalkan keikutsertaan 13 calon petugas haji dalam proses persiapan penyelenggaraan haji 2026. Keputusan tersebut ditegaskan sebagai bagian dari penegakan disiplin dan kesiapan penuh petugas dalam melayani jamaah.
Wakil Menteri Haji dan Umrah Dahnil Anzar Simanjuntak menyampaikan bahwa petugas haji harus bekerja dengan dedikasi tinggi serta siap berada di bawah satu komando selama menjalankan tugas di Tanah Suci.
Melalui unggahan di akun media sosial resminya pada Kamis (29/1), Dahnil menegaskan kementeriannya hanya membutuhkan petugas yang benar-benar berorientasi pada pelayanan jamaah.
“Kami butuh petugas haji yang berdedikasi, disiplin, siap bekerja di bawah komando untuk menjaga sepenuh hati jamaah haji, menjadi keluarga yang bekerja saling bantu dan saling hormat dalam satu tim, bukan orang yang nebeng naik haji,” tulis Dahnil.
Dahnil menyebut calon petugas yang masih mengikuti pelatihan kini mulai menunjukkan kekompakan dan rasa kebersamaan.
Hal itu tidak terlepas dari pola pelatihan intensif selama 20 hari yang dijalani dalam sistem “barak”, sebagai upaya menanamkan kesadaran bahwa tugas petugas haji merupakan amanah besar.
“Amanah dari Allah SWT, dari jamaah haji, dan dari negara,” tegasnya.
Dicopot karena Disiplin hingga Masalah Kesehatan
Dalam unggahan yang sama, Dahnil juga menyampaikan laporan dari Tim Kerja Diklat PPIH 2026 terkait alasan pemulangan 13 calon petugas haji.
“Sampai hari ini, laporan terakhir dari tim kerja Diklat ‘barak’ PPIH 2026 menyebutkan telah dicopot 13 orang calon petugas haji karena tidak disiplin, tidak taat aturan, berbohong, serta memiliki penyakit kronis. Tidak boleh ada satu pun yang minta diistimewakan. Semua diperlakukan sama,” ujarnya.
Kasus Chiki Fawzi Jadi Sorotan Publik
Pembatalan sejumlah calon petugas haji ini menjadi perhatian publik, terutama setelah influencer Chiki Fawzi mengungkap pengalamannya di media sosial.
Chiki sempat menyampaikan kekecewaan melalui unggahan Instagram pribadinya pada Selasa (27/1), mengaku terpukul karena melayani jamaah haji merupakan salah satu impiannya.
Sehari kemudian, Rabu (28/1), ia kembali mendapat informasi untuk melanjutkan persiapan. Namun pada Kamis (29/1), Chiki menyebut keputusan pembatalan bersifat final.
“Nggak jadi lagi. Padahal udah packing balik. Yaudah ya. Udah. Saya juga bingung,” tulis Chiki dalam unggahannya.
