Madaninews.id
  • Home
  • News
  • Ekonomi Syariah
  • Gaya Hidup
  • Khazanah Islam
  • Haji & Umrah
  • Islamika
  • IPEMI
  • Indeks
No Result
View All Result
  • Home
  • News
  • Ekonomi Syariah
  • Gaya Hidup
  • Khazanah Islam
  • Haji & Umrah
  • Islamika
  • IPEMI
  • Indeks
No Result
View All Result
Madaninews.id
No Result
View All Result

Haji 2026: Pemerintah Siapkan Skema Khusus Atur Arus Jamaah di Armuzna

Abi Abdul Jabbar Sidik
22 January 2026 | 07:30
rubrik: Haji & Umrah
Haji 2026: Pemerintah Siapkan Skema Khusus Atur Arus Jamaah di Armuzna

Perwakilan petugas haji, Laksamana Pertama TNI Harun Arrasyid. (foto:ist/dok)

Share on FacebookShare on Twitter

MADANINEWS.ID, JAKARTA – Pemerintah mulai memfinalkan strategi pengendalian arus jamaah pada fase paling krusial ibadah haji. Menghadapi potensi kepadatan ekstrem di kawasan Armuzna, Kementerian Haji dan Umrah berencana kembali menerapkan skema murur dan tanazul pada penyelenggaraan haji 2026.

Langkah ini disiapkan untuk mengurangi penumpukan jamaah di Muzdalifah yang kapasitasnya semakin terbatas, sekaligus menjaga kelancaran pergerakan jamaah menuju Mina.

Rencana tersebut disampaikan perwakilan petugas haji, Laksamana Pertama TNI Harun Arrasyid, yang menyebut kebijakan itu telah mendapat persetujuan pimpinan dan akan didukung penuh oleh unsur petugas di lapangan.

“Rencana untuk murur dan tanazul itu akan kita laksanakan rencananya di tahun ini. Bapak Menteri juga akan melaksanakan proyek itu, sehingga kami dengan unsur-unsur petugas yang di Armuzna akan mendukung kebijakan itu,” ujar Harun.

Pernyataan tersebut disampaikan usai ia memberikan materi dalam diklat calon petugas haji 2026 di Asrama Haji Pondok Gede, Rabu (21/01) malam.

Murur Jadi Andalan Tekan Kepadatan Muzdalifah

Dalam pemaparannya, Harun menjelaskan skema murur dinilai paling efektif untuk kondisi kepadatan jamaah saat ini. Melalui mekanisme ini, sebagian jamaah tidak perlu turun dari kendaraan saat melintas di Muzdalifah.

Skema murur diprioritaskan bagi jamaah lanjut usia, jamaah risiko tinggi (risti), serta penyandang disabilitas. Jamaah tetap berada di dalam bus, berhenti sejenak untuk memenuhi rukun mabit, kemudian langsung melanjutkan perjalanan ke Mina.

“Kita anggap itu lebih efektif. Dengan adanya murur, bisa mengurai kepadatan jamaah di Muzdalifah dan juga akan bisa lebih mengontrol kepadatan, baik yang ada di Muzdalifah maupun nanti yang ada di Mina,” kata Harun.

Tanazul Lengkapi Pengaturan Arus Jamaah

Selain murur, pemerintah juga menyiapkan skema tanazul sebagai opsi pengendalian tambahan. Skema ini memungkinkan jamaah kembali ke hotel atau tenda lebih awal guna mengatur ritme pergerakan jamaah di Armuzna.

See also  Gus Irfan Ungkap Progres Terbaru Persiapan Haji 2026, Ini Detailnya!

Meski demikian, Harun menegaskan implementasi teknis kedua skema tersebut masih dalam tahap pematangan, termasuk penentuan jumlah jamaah yang akan mengikuti murur dan tanazul.

“Kalau sekarang ini baru konsep saja yang kita akan laksanakan. Untuk berapa jumlah jemaah yang akan melakukan itu, ini nanti kalau sudah lengkap proses pendataan dan sebagainya akan dimatangkan,” ujarnya.

Penerapan kembali murur dan tanazul mencerminkan pendekatan manajemen haji yang adaptif terhadap kondisi lapangan. Pemerintah berharap kebijakan ini dapat menjaga keselamatan jamaah sekaligus memastikan kelancaran rangkaian ibadah di tengah tantangan kepadatan yang terus meningkat.

Tags: armuznahaji 2026manajemen hajiPuncak Hajiskema mururskema tanazul haji
Previous Post

Kurs Rupiah Tertekan Nyaris 17.000, Kemenhaj Pastikan Tak Berdampak ke Biaya Haji

Next Post

Saudi Larang Jemaah Haji Jalan Kaki dari Muzdalifah ke Mina

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Info Iklan
  • Disclaimer
  • Email

Madaninews.id - Ekonomi Syariah, Gaya Hidup Islami, Komunitas | All Rights Reserved

  • Home
  • News
  • Ekonomi Syariah
  • Gaya Hidup
  • Khazanah Islam
  • Haji & Umrah
  • Islamika
  • IPEMI
  • Indeks