Madaninews.id
  • Home
  • News
  • Ekonomi Syariah
  • Gaya Hidup
  • Khazanah Islam
  • Haji & Umrah
  • Islamika
  • IPEMI
  • Indeks
No Result
View All Result
  • Home
  • News
  • Ekonomi Syariah
  • Gaya Hidup
  • Khazanah Islam
  • Haji & Umrah
  • Islamika
  • IPEMI
  • Indeks
No Result
View All Result
Madaninews.id
No Result
View All Result

Danantara Targetkan Kampung Haji Makkah Tahap Awal Tampung 22.000 Jemaah

Abi Abdul Jabbar Sidik
8 January 2026 | 07:00
rubrik: Haji & Umrah
Danantara Targetkan Kampung Haji Makkah Tahap Awal Tampung 22.000 Jemaah

Chief Investment Officer (CIO) Danantara Indonesia, Pandu Sjahrir

Share on FacebookShare on Twitter

MADANINEWS.ID, JAKARTA – Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (Danantara Indonesia) mulai mematangkan pengembangan Kompleks Haji Indonesia di Makkah, Arab Saudi. Pada tahap awal, proyek ini ditargetkan mampu menampung hingga 22.000 jemaah haji per tahun atau sekitar 10 persen dari total jemaah haji Indonesia.

Pengembangan tersebut diawali dari Kawasan Thakher yang kini menjadi fondasi utama proyek. Kawasan ini mencakup Novotel Thakher Makkah dan telah beroperasi di atas lahan sekitar 4,4 hektare, berlokasi sekitar 2–3 kilometer dari Masjidil Haram.

Fondasi Awal dari Kawasan Thakher

Kawasan Thakher saat ini memiliki sekitar 1.461 kamar yang tersebar di tiga menara. Selain itu, terdapat kurang lebih 14 plot lahan yang direncanakan untuk pengembangan lanjutan, termasuk area komersial dan pusat ritel.

Chief Investment Officer (CIO) Danantara Indonesia, Pandu Sjahrir, menjelaskan bahwa pengembangan kawasan ini dilakukan secara bertahap dengan target kapasitas yang terus meningkat.

“Secara bertahap, kawasan ini dirancang untuk berkembang hingga sekitar 6.000 kamar dengan estimasi kapasitas mencapai kurang lebih 22.000 jemaah, atau sekitar 10 persen dari total jemaah haji Indonesia setiap tahunnya,” ujar Pandu Sjahrir sebagaimana keterangan resmi di Jakarta, Rabu.

Bukan Sekadar Hotel, Bangun Ekosistem Layanan

Menurut Pandu, fokus pengembangan Kawasan Thakher tidak hanya pada penyediaan akomodasi. Danantara mengarahkan proyek ini untuk membangun ekosistem layanan jamaah yang terintegrasi, mencakup fasilitas ritel, dukungan logistik, serta berbagai layanan penunjang lainnya.

“Kami ingin membangun ekosistem, bukan hanya hotel. Kawasan Thakher kami siapkan sebagai basis pengembangan layanan jamaah Indonesia yang lebih terintegrasi dan berkelanjutan,” ujar Pandu.

Seiring dengan akuisisi Kawasan Thakher, Danantara juga tengah mengikuti dan mencermati proses lelang yang dijalankan oleh Royal Commission for Makkah City and Holy Sites (RCMC). Lembaga ini merupakan otoritas pengembangan Kota Makkah yang bertugas menetapkan kebijakan tata kawasan dan skema pengembangan proyek strategis.

See also  Kemenag Pastikan Jamaah Tetap Bisa Masuk Masjidil Haram Meski Belum Pegang Kartu Nusuk

Dalam kerangka tersebut, pengembangan Kompleks Haji ditempatkan sebagai bagian dari strategi jangka panjang Danantara yang diselaraskan dengan master plan Kota Makkah dan kerangka kerja RCMC.

RCMC menawarkan sejumlah plot kawasan dengan karakteristik lokasi dan peruntukan yang beragam, termasuk jarak yang berbeda terhadap Masjidil Haram. Proses lelang mencakup tahapan penawaran, evaluasi teknis dan finansial, hingga seleksi investor.

“RCMC adalah bagian penting dari ekosistem pengembangan Makkah. Kami masih terlibat dalam proses tersebut sebagai bagian dari eksplorasi jangka panjang untuk Kompleks Haji, tentu dengan pendekatan yang sangat selektif dan berbasis kajian menyeluruh,” ujar Pandu.

Dua Jalur Strategis Pengembangan

Dalam laporannya, Danantara menyebut pengembangan Kompleks Haji dijalankan melalui dua jalur strategis secara paralel. Jalur pertama difokuskan pada penguatan fondasi proyek melalui Kawasan Thakher, sementara jalur kedua dilakukan melalui partisipasi aktif dalam mekanisme lelang RCMC untuk peluang kawasan lain di sekitar Masjidil Haram.

“Kawasan Thakher menjadi fondasi awal karena asetnya eksisting dan siap dikembangkan, sementara pada saat yang sama kami juga masih mengikuti proses lelang RCMC untuk peluang kawasan lain yang lebih dekat dengan pusat aktivitas haji dan umrah,” ujar Pandu.

Danantara menyiapkan investasi secara bertahap di Kawasan Thakher, mencakup penguatan aset awal serta belanja modal atau capital expenditure (capex) untuk pengembangan lanjutan.

Dalam proyeksi awal, tahap groundbreaking pengembangan lanjutan ditargetkan berlangsung pada 2026. Sementara itu, operasional hotel tambahan direncanakan mulai 2029, menyesuaikan kesiapan proyek dan proses perizinan.

“Fokus kami adalah memastikan setiap langkah dilakukan secara prudent, terukur, dan memberi manfaat jangka panjang. Kompleks Haji kami bangun sebagai proyek strategis lintas generasi,” ujar Pandu.

Tags: danantarahaji 2026hotel haji indonesiajemaah haji indonesiakampung haji makkahkompleks haji indonesia
Previous Post

Kuota Haji 2026 Nyaris Penuh, Pelunasan Bipih Tembus 94 Persen Jelang Penutupan Tahap II

Next Post

Berswafoto di Masjidil Haram Boleh, Tapi Wajib Perhatikan 3 Etika Ini!

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Info Iklan
  • Disclaimer
  • Email

Madaninews.id - Ekonomi Syariah, Gaya Hidup Islami, Komunitas | All Rights Reserved

  • Home
  • News
  • Ekonomi Syariah
  • Gaya Hidup
  • Khazanah Islam
  • Haji & Umrah
  • Islamika
  • IPEMI
  • Indeks