MADANINEWS.ID, Riyadh – Arab Saudi dan Qatar resmi menandatangani kesepakatan untuk membangun jalur kereta listrik berkecepatan tinggi yang menghubungkan Riyadh, Dammam, Al-Hofuf, hingga Doha. Dengan kecepatan lebih dari 300 km/jam, perjalanan yang biasanya memakan waktu berjam-jam bisa dipangkas menjadi hanya sekitar dua jam.
Proyek ini menjadi tonggak baru integrasi transportasi lintas negara di Teluk, sekaligus mendukung Visi Saudi 2030 dan Qatar National Vision 2030.
Kerjasama Strategis dan Nilai Ekonomi
Kesepakatan dicapai setelah kunjungan resmi Emir Qatar, Syaikh Tamim bin Hamad Al Thani, ke Arab Saudi. Selain transportasi, kedua negara memperluas kerja sama di sektor ekonomi digital, inovasi, industri, pertambangan, budaya, pendidikan, dan media.
Di Istana Al-Yamamah, Putra Mahkota Muhammad bin Salman dan Emir Tamim meninjau hubungan bilateral, sekaligus mendorong kerja sama di energi, investasi, infrastruktur, pariwisata, dan pendidikan. Data perdagangan terbaru menunjukkan nilai transaksi antara kedua negara mencapai 930,3 juta dolar pada 2024, naik 634 persen dibanding 2021.
Fakta Jalur Kereta Cepat Riyadh–Doha
-
Panjang jalur: 785 km, menghubungkan Riyadh–Doha via Al-Hofuf dan Dammam.
-
Menghubungkan Bandara Internasional King Salman dan Bandara Internasional Hamad.
-
Kecepatan: lebih dari 300 km/jam → waktu tempuh sekitar 2 jam.
-
Target penumpang: lebih dari 10 juta per tahun.
-
Lapangan kerja: diproyeksikan >30.000 pekerjaan langsung dan tidak langsung.
-
Kontribusi ekonomi: diperkirakan mencapai SR115 miliar bagi gabungan PDB Saudi dan Qatar.
-
Standar keselamatan global, teknologi perkeretaapian cerdas, sekaligus menekan emisi karbon.
Proyek ini ditargetkan selesai dalam enam tahun, sekaligus menjadi fondasi jaringan kereta GCC, memperkuat mobilitas lintas negara yang efisien dan berkelanjutan.
Dengan kehadiran kereta cepat ini, Saudi dan Qatar tidak hanya memangkas waktu perjalanan antar kota, tetapi juga membuka peluang baru bagi perdagangan, pariwisata, dan integrasi ekonomi regional yang lebih erat. Jalur ini diprediksi menjadi penghubung utama ekonomi dan logistik kawasan Teluk di masa depan.
