MADANINEWS.ID, Jakarta – Banyak orangtua mendambakan anaknya tumbuh menjadi alim, faqih, dan ahli agama. Tapi, pernahkah kita menengok kisah sahabat Nabi yang mendapat doa langsung agar menjadi ulama? Ia adalah Abdullah bin Abbas, putra dari Abbas, paman Nabi Muhammad SAW.
Ibnu Abbas dikenal sebagai sahabat muda yang istimewa. Saat Nabi wafat, usianya baru 13 tahun. Namun, berkat doa Nabi dan dedikasinya, ia kemudian tumbuh menjadi pakar tafsir dan ulama besar hingga wafat di Thaif pada tahun 68 H, dalam usia 71 tahun.
Rahasia Kealiman Ibnu Abbas
Salah satu rahasia Ibnu Abbas hingga menjadi faqih dalam agama adalah sikapnya yang selalu melayani Nabi, bahkan dalam hal kecil. Ia pernah menyediakan air wudu untuk Nabi usai beliau membuang hajat. Dari situlah lahir doa agung yang mengangkat derajatnya.
Dalam hadis riwayat Bukhari disebutkan:
ﻋﻦ اﺑﻦ ﻋﺒﺎﺱ ﺃﻥ اﻟﻨﺒﻲ ﺻﻠﻰ اﻟﻠﻪ ﻋﻠﻴﻪ ﻭﺳﻠﻢ ﺩﺧﻞ اﻟﺨﻼء، ﻓﻮﺿﻌﺖ ﻟﻪ ﻭﺿﻮءا ﻗﺎﻝ: «ﻣﻦ ﻭﺿﻊ ﻫﺬا ﻓﺄﺧﺒﺮ ﻓﻘﺎﻝ اﻟﻠﻬﻢ ﻓﻘﻬﻪ ﻓﻲ اﻟﺪﻳﻦ»
Artinya: Diriwayatkan dari Ibnu Abbas, bahwasanya Nabi sedang membuang hajat, kemudian aku menyediakan air wudu untuk beliau. Nabi bertanya: siapa yang menyediakan air ini? Aku menjawab bahwa aku yang menyiapkannya. Nabi lalu mendoakanku agar aku menjadi orang yang alim dalam urusan agama. (HR. Bukhari).
Pelajaran untuk Orangtua
Dari kisah ini, kita bisa belajar bahwa kealiman lahir bukan hanya dari kecerdasan, tapi juga dari adab, pengabdian, dan keberkahan doa. Ibnu Abbas mendapat doa Nabi karena pengabdian kecil yang tulus, namun dampaknya luar biasa.
Bagi orangtua, teladan ini memberi pesan penting: mendidik anak bukan hanya dengan ilmu, tapi juga menanamkan adab, rasa hormat pada guru, dan semangat melayani. Dengan begitu, ilmu akan lebih mudah masuk, berkembang, dan berbuah berkah.
Mau anak menjadi ulama besar? Ajarkan mereka adab sejak dini, kenalkan pentingnya menghormati guru dan orang alim, serta dorong untuk melayani agama. Insyaallah keberkahan akan menyertai, sebagaimana Ibnu Abbas mendapat doa langsung dari Nabi.
