Madaninews.id
  • Home
  • News
  • Ekonomi Syariah
  • Gaya Hidup
  • Khazanah Islam
  • Haji & Umrah
  • Islamika
  • IPEMI
  • Indeks
No Result
View All Result
  • Home
  • News
  • Ekonomi Syariah
  • Gaya Hidup
  • Khazanah Islam
  • Haji & Umrah
  • Islamika
  • IPEMI
  • Indeks
No Result
View All Result
Madaninews.id
No Result
View All Result

Pemerintah Siapkan Manasik Kesehatan untuk Tekan Kematian Jemaah Haji

Abi Abdul Jabbar Sidik
25 August 2025 | 09:00
rubrik: Haji & Umrah
Soroti Tingginya Angka Kematian,  Kemenkes Minta Calon Haji Terapkan Gaya Hidup Sehat

Pemeriksaan kesehatan jemaah haji. (foto:ist/dok)

Share on FacebookShare on Twitter

MADANINEWS.ID, JAKARTA  – Pemerintah menyiapkan program manasik kesehatan bagi calon jemaah haji Indonesia tahun 2026. Program ini digagas bersama Perhimpunan Kedokteran Haji Indonesia (Perdokhi) untuk menekan angka kematian yang masih tinggi pada musim haji.

Kepala BP Haji, Mochammad Irfan Yusuf atau Gus Irfan, menegaskan fokus utama pemerintah adalah kesehatan jemaah.

“Kita berharap tahun ini kita benar-benar memaksimalkan SOP kesehatan kita. Bukan berarti kita tidak punya standar, tapi standar kita yang selama ini mungkin belum kita terapkan secara maksimal,” ujarnya dalam Evaluasi Nasional Kesehatan Haji Bersama Perdokhi di Jakarta Sabtu (24/08).

Ia menambahkan, penerapan standar istithaah kesehatan haji penting agar jemaah benar-benar siap secara fisik maupun mental.

“Kesehatan jamaah haji ini adalah proses yang dilihat seluruh dunia. Kami tidak ingin haji ini dilihat sebagai ladang kematian oleh dunia,” tegasnya.

Wakil Kepala BP Haji, Dahnil Anzar Simanjuntak, menjelaskan manasik kesehatan akan dilakukan sejak tahap awal keberangkatan.

“Manasik kesehatan nanti mulai cek kesehatan di awal ketika dia mau berangkat, sebelum mau berangkat, dan sudah diumumkan dia akan berangkat, dan sebelum nanti keberangkatan,” katanya.

16 Rekomendasi Perdokhi

Ketua Dewan Pembina PP Perdokhi, Muchtaruddin Mansyur, menyampaikan ada 16 poin rekomendasi untuk transformasi istithaah kesehatan haji. Beberapa di antaranya yakni penambahan vaksin influenza berbasis sel dan vaksin pneumonia, serta penggunaan imunomodulator asli Indonesia.

“Rekomendasi lainnya adalah pemberian imunomodulator asli Indonesia seperti ekstrak Phyllantus niruriyang dikombinasi dengan multivitamin dianjurkan setiap hari sejak dari Tanah Air untuk meningkatkan daya tahan tubuh menghadapi risiko infeksi yang meningkat pada kerumunan,” ujarnya.

Ketua Umum PP Perdokhi, Syarief Hasan Lutfie, menambahkan vaksin influenza sebaiknya diberikan sebulan sebelum keberangkatan, sementara imunomodulator digunakan rutin tiga bulan sebelumnya.

“Kalau yang berkaitan dengan di lapangan, kan, pasti viral infectious itu selalu ada. Sehingga kasus-kasus modifikasi daripada virus-virus yang baru itu pasti muncul. Entah itu COVID, entah itu yang pneumonia itu akan menjadi isu-isu yang selalu ada setiap tahun. Karena mass gathering itu infectious,” jelas Syarief.

See also  BP Haji: Arab Saudi Restui Kampung Haji RI, Tapi Lahannya Masih Ditunggu
Tags: bp hajiistithaah kesehatankematian jemaah hajimanasik kesehatan hajiperdokhi
Previous Post

Dahnil: Pembentukan Kementerian Haji Sesuai Visi Prabowo Sejak 2014

Next Post

MUI Sambut Positif Kementerian Haji, Siap Dukung Lewat Fatwa

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Info Iklan
  • Disclaimer
  • Email

Madaninews.id - Ekonomi Syariah, Gaya Hidup Islami, Komunitas | All Rights Reserved

  • Home
  • News
  • Ekonomi Syariah
  • Gaya Hidup
  • Khazanah Islam
  • Haji & Umrah
  • Islamika
  • IPEMI
  • Indeks