MADANINEWS.ID, RIYADH — Di hari pertama Forum Media Saudi di Riyadh pada Senin (02/12) Sekretaris Jenderal Liga Muslim Dunia Syeikh Mohammad Al-Issa menekankan pentingnya dialog dalam mengatasi Islamophobia.
“Ada banyak hak yang berbeda jauh. Banyak dari mereka menanamkan bahwa mereka hanya membenci umat Islam tanpa alasan. Mungkin sulit, tetapi diskusi adalah kunci dan bisa memiliki hasil yang bermanfaat, ”kata Syeikh Mohammad Al-Issa.
“Sebagai Muslim dan organisasi Islam, kita harus menjelaskan gambaran Islam dan Muslim yang sebenarnya,” ujarnya seperti dikutip dari Arab News pada Selasa (03/12)
Syeikh Mohammad Al-Issa menuturkan kampanye negatif melawan Islam dipimpin oleh kelompok kanan. “Kami memiliki pembahasan dengan orang-orang yang membenci Islam, tetapi sekarang kami memanggil mereka teman baik setelah penjelasan kami dan diskusi dengan mereka. Oleh karena itu, dialog adalah hal penting, ”ujar Al-Issa.
Beberapa orang sayap kanan menentang Islam karena sebatas apa yang pernah mereka dengar atau lihat. Menurutnya orang-orang ini jauh lebih mudah untuk diajak dialog (daripada mereka yang tidak memiliki alasan atas prasangka mereka). Mereka ini banyak ditemukan di negara Eropa.
Kelompok sayap kanan lainnya, menurut Al-Issa sangat menghormati Muslim dan tinggal bersama mereka, tetapi khawatir tentang hasil dari perubahan imigrasi dan perubahan demografis.
Satu masalah yang menyebabkan kesulitan dalam hal koeksistensi adalah bahwa beberapa hukum Islam tidak berlaku di negara-negara non-Muslim, tambahnya.
“Kami mendesak semua orang yang tinggal di suatu negara untuk menghormati hukum, budaya, dan konstitusinya,” kata Al-Issa, menambahkan bahwa “media memainkan peran penting” dalam mempromosikan Islamophobia, seperti halnya film. Dia mengatakan jawabannya adalah dengan meningkatkan kesadaran bersama.
