Madaninews.id
  • Home
  • News
  • Ekonomi Syariah
  • Gaya Hidup
  • Khazanah Islam
  • Haji & Umrah
  • Islamika
  • IPEMI
  • Indeks
No Result
View All Result
  • Home
  • News
  • Ekonomi Syariah
  • Gaya Hidup
  • Khazanah Islam
  • Haji & Umrah
  • Islamika
  • IPEMI
  • Indeks
No Result
View All Result
Madaninews.id
No Result
View All Result

Melihat Kenyamanan Fasilitas Eyab Untuk Jemaah Haji Indonesia di Bandara Jeddah

Abi Abdul Jabbar Sidik
20 August 2019 | 13:55
rubrik: Haji & Umrah
Melihat Kenyamanan Fasilitas Eyab Untuk Jemaah Haji Indonesia di Bandara Jeddah

jamaah haji indonesia menikmati fasilitas layanan EYAB di bandara Jeddah. (foto:ditjen phu)

Share on FacebookShare on Twitter

MADANINEWS.ID, JEDDAH-Pemerintah Arab Saudi mulai menerapkan inovasi baru dalam proses kepulangan jemaah haji ke negaranya masing-masing. Mereka menyebutnya Eyab. Berasal dari kata Iyaban yang berarti pulang. Melalui layanan ini, Saudi menjanjikan proses yang cepat, aman dan nyaman bagi jemaah haji untuk kembali ke Tanah Air.

Kondisi Terminal Haji dan tenda Eyab sangat berbeda. Sebagai gambaran, Terminal Haji Bandara King Abdul Aziz merupakan ruang terbuka beratapkan kain kuat berbentuk kerucut yang ditopang pilar-pilar besar.

Ruang tunggunya berupa plaza yang dilengkapi dengan kursi-kursi dempet panjang dari bahan plastik. Kondisinya cukup panas seolah angin bertiup membawa sinar matahari menerpa kulit. Sumuk dan gerah karena kelembaban di Jeddah lebih tinggi dibanding Mekkah dan Madinah, yakni di atas 20%.

Ini berbeda dengan Lounge Eyab di South Terminal Bandara King Abdul Aziz Jeddah. Bus jemaah berhenti persis di samping pintu masuk. Turun dari bus, jemaah tinggal memilih koper tentengannya yang telah dikeluarkan dari bagasi bus oleh petugas.

Para petugas kebanyakan adalah anak muda yang lebih ramah dan ringan tangan membantu jamaah. Karpet terhampar dari pintu masuk menuju ke dalam sebagai pananda jalur sekaligus penghormatan bagi jamaah haji yang datang. Setiap jamaah diberikan QR Card sebagai penanda bahwa dia adalah jemaah yang menerima layanan Eyab.

Lounge Eyab sebenarnya adalah tenda tertutup sepanjang sekitar 200 meter. Tidak permanen. Dindingnya dari multiplek tapi ditempeli dengan wallpaper cantik berisi informasi mengenai pelaksanaan ibadah oleh pemerintah Arab Saudi. Suhunya juga dingin karena telah dipasangi AC, seperti layaknya lounge-lounge VIP.

Desain interior Terminal Eyab sengaja dibuat bernuansa Timur Tengah. Kursi dan sofa empuk khas Arab disiapkan sebagai tempat duduk jemaah haji sambil menunggu jadwal keberangkatan pesawat.

See also  Menag Imbau Jemaah Haji Ikuti Aturan Penerbangan

Di tempat ini juga terdapat beragam toko makanan dan minuman yang bersebar di beberapa titik. Bagi jemaah yang belum sempat membeli oleh-oleh di Madinah atau Mekkah, di tempat ini juga ada beberapa toko suvenir. Meski sedikit mahal, tapi kualitas barang terjamin.

“Alhamdulillah, kita menjadi jemaah pertama yang menikmati layanan baru ini. Sangat nyaman,” kata Rosiyanti, jemaah haji asal Jatiasih, Bekasi, Jawa Barat, Sabtu (17/08).

Rosi tidak bisa merasakan perbedaan Terminal Haji dan Lounge Eyab. Sebab, dulu dia merupakan jemaah haji gelombang 1 yang turun di Bandara Prince Mohammad Bin Abdul Aziz Madinah yang kondisinya memang sudah bagus.

Meski begitu, dia cukup terkesan dengan keramahan petugas di lounge Eyab. “Tadi koper diambilkan oleh petugas perempuan. Ibu saya juga dibantu didorong oleh petugas PPIH,” kata Rosiyanti yang naik haji bersama ibundanya, Ermiyatun.

Hal yang sama juga disampaikan Ermiyatun. Dia sangat senang dengan bunga melati yang disebar petugas di meja-meja lounge Eyab. Dia mengaku lama tidak mencium aroma melati sejak pergi ke Tanah Suci. “Wangi sekali bau bunga melati. Sudah sebulan saya tidak mencium bunga melati,” katanya sambil menciumi bunga melati lalu memasukkannya ke saku baju.

Mendekati pesawat take off, jemaah haji kemudian diarahkan menuju ke Terminal Internasional Saudi Arabian Airlines. Ada penanda khusus warna biru di lantai sebagai penanda jalur jemaah Eyab dari ruang tunggu menuju pemeriksaan terakhir.

Jemaah harus melewati pemeriksaan sidik jari yang dicocokkan dengan QR Card yang diberikan saat masuk ke Terminal Eyab. Kurang dari satu menit untuk melewati itu semua. Setelah itu, barang bawaan jemaah yang masuk pemeriksaan x-ray. Usai dinyatakan clear, jemaah kemudian naik bus dan diantarkan ke pesawatnya.

See also  Pemerintah Tetapkan 1 Zulhijjah 1442H Jatuh pada Minggu, 11 Juli 2021

Dalam uji coba tahun ini, layanan Eyab dinikmati oleh jamaah haji dari tiga negara, yakni Indonesia, India, dan Malaysia. Khusus Indonesia, dipilih 16 kloter yang menikmati fasilitas Eyab. Masing-masing JKS 4, SUB 4, JKS 11, JKS 14, JKG 5, JKS 16, JSK 18, JKS 19, JKS 20, JKS 24, SUB 25, JKS 26, dan JKS 30.

Tags: Haji 2019jamaah haji indonesialayanan EYABPemulangan Jamaah haji
Previous Post

Tahun Depan Jamaah Haji Indonesia Bisa Nikmati Layanan EYAB

Next Post

PBNU Terima Wakaf Tanah 7 Hektare di Solo Raya

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Info Iklan
  • Disclaimer
  • Email

Madaninews.id - Ekonomi Syariah, Gaya Hidup Islami, Komunitas | All Rights Reserved

  • Home
  • News
  • Ekonomi Syariah
  • Gaya Hidup
  • Khazanah Islam
  • Haji & Umrah
  • Islamika
  • IPEMI
  • Indeks