Ibadah.id.-Ikatan Cendekiawan Muslim Indonesia (ICMI) menggelar Konferensi Pers pada Rabu (9/8) di Jakarta. Hal itu dilakukan untuk menyoroti berbagai persoalan negeri, termasuk statement elite politik yang baru-baru ini membuat gaduh, yaitu Pidato Ketua Fraksi Partai NasDem, Victor Bungtilu Laiskodat. Apa yang disampaikan Victor dalam pidatonya sangat disesalkan oleh Ketua Umum Ikatan Cendikiawan Muslim Indonesia (ICMI), Jimly Asshiddiqie.
Menurut dia, seorang pemimpin harusnya selalu menjaga perkataan dan perbuatan mereka agar bisa dijadikan sebagai teladan bagi masyarakat luas.
“Pemimpin itu menjadi rujukan kehidupan bermasyarakat dengan cara berbicara yang baik-baik atau diam saja. Supaya bisa menjadi teladan bagi masyarakat pada umumnya,” terang Jimly kepada awak media.
Dia mengajak, semua pemimpin bangsa untuk bersikap jujur. Sebab menurut dia, sebagian pemimpin selalu bersikap tidak jujur, di depan khalayak berbicara A, tapi tapi diluar B.
“Nggak bisa lagi didalam begini diluar begitu. Viktor baru bicara, hanya waktu 5 menit saja infonya sudah kemana-mana. Perkembangan teknologi dan informasi ini membuat kita harus jujur pada kenyataan,” tegasnya.
Tak hanya untuk pemimpin, Jimly juga mengajak segenap lapisan masyarakat untuk juga berbicara dan berperilaku baik. Apalagi saat ini dunia medsos sangat mengakar dalam lima tahun terakhir. Sebab menurut dia, yang paling memicu masalah selama ini adalah medsos.
“Medsos ini lima tahun terakhir ini. Nah kalau kita mau rujuk, 2014 ada Pilpres menegangkan. Maka bangsa kita seolah-olah terbelah dua. Sisa pembelahan itu masih terus berlangsung, ditambahi lagi oleh Pilkada DKI. Makin terbelah, maka calon-calon gubernur yang bertarung itu sebetulnya bukan mereka. Mereka hanya menjadi korban dari keadaan (Medsos), yaitu terbelahnya masyarakat kita ini,” jelasnya.
