Ibadah.id. Bupati Serang Ratu Tatu Chasanah menyerahkan secara simbolik rumah gratis yang dibangun oleh Koperasi Syariah Benteng Mikro Indonesia, (3/8). Penyediaan rumah layak huni gratis tersebut, merupakan bagian dari kegiatan sosial sekaligus sebagai bentuk kepedulian Kopsyah BMI untuk membantu masyarakat berpenghasilan rendah, tidak berpendapatan tetap dan kurang beruntung secara ekonomi.
Turut hadir dalam acara penyerahan rumah layak huni gratis milik Kopsyah BMI tersebut adalah: Deputi bidang Restrukturisasi Kemenkop UKM Yuana Sutyowati, Kadiskop dan Perdagangan Kabupaten Serang, serta puluhan anggota Kopsyah BMI.
Menurut Ratu Tatu Chasanah, selain pengangguran, kemiskinan telah menjadi masalah utama di Serang, yang ditandai dengan meningkatnya jumlah rumah tidak layak huni sebanyak 12.700 rumah. Kondisi ini kini menjadi prioritas utamanya untuk diselesaikan dalam lima tahun ke depan.
“Target maksimal setiap tahun menyelesaikan 2 ribu rumah. Tapi ini masih berat, dari berbagai pihak kami akses, Kementerian PUPR, Kemensos, Pemprop Banten, CSR BJB, dan PMS. Namun Alhamdulillah, Kopsyah BMI telah menunjukan prestasi yang membanggakan terutama sebagai koperasi masyarakat yang berbasis syariah dan termasuk koperasi besar di Provinsi Banten,” katanya.
Ratu Tatu menyatakan jika partisipasi aktif Kopsyah BMI ini menunjukan contoh yang baik dan sejalan dengan harapan dan dorongan Pemkab Serang, juga harapan lembaga gerakan koperasi agar gerakan koperasi di daerah harus menciptakan hubungan dan kemitraan yang kuat dan konstruktif.
“Ucapan terima kasih saya agar bantuan sosial rumah layak huni gratis ini dapat dilaksanakan dengan sukses dan lancar. Semoga nanti memberikan manfaat bagi masyarakat kecil,” tuturnya.
Koperasi Syariah BMI
Di tempat yang sama, Presiden Direktur Kopsyah BMI Kumarudin Batubara menyatakan jika sudah 2 rumah dibangun untuk non anggota dan 4 lagi untuk non anggota. “Ini sebagai bentuk kepedulian kita untuk kemaslahatan bersama,” kata Kumarudin Batubara.
Koperasi yang memiliki lebih dari 130 ribu anggota se-Banten dan 562 orang karyawan ini telah menyediakan dana Rp 3,7 miliar untuk kegiatan sosial, diantaranya penyediaan rumah layak huni gratis, program pembiayaan sanitasi dan air bersih, serta usaha mikro tanpa agunan sebesar Rp 55-60 miliar.
“Saya yakin kalau koperasi dikelola secara benar bisa memberikan manfaat kepada masyarakat,” katanya.**
