MADANINEWS.ID, SURABAYA — Ketua Umum PP Muhammadiyah, Haedar Nashir mengatakan tantangan Dakwah Muhammadiyah saat ini semakin tinggi. Dalam perkembangan menurutnya komunitas-komunitas baru memerlukan materi dan model dakwah khusus.
“Setelah reformasi kelompok puritan segera mendapatkan tempat di masyarakat. Karena masyarakat membutuhkan suatu kepastian nilai,” katanya di Universitas Muhammadiyah Surabaya, Jumat (14/12).
Ia menjelaskan, di beberapa kota-kota besar misalnya, mereka menjadi majelis taklim dan kelompok tarekat baru.
“Dalam dinamika politik sekarang ini, ada kecenderungan politik yang mengeras, dan melahirkan kecenderungan politik identitas. Sehingga ormas-ormas besar yang ada menjadi tumpuan untuk membimbing moral ke arah kehidupan masyarakat,” ungkapnya.
Haedar juga mengatakan, jika ada persoalan moral keagamaan, maka yang menjadi rujukannya adalah ormas Islam besar seperti Muhammadiyah. Dalam usia Muhammadiyah yang ke-106 tahun, kita patut bersyukur bahwa telah dianugerahi kemampuan mengelola amal usaha. Karena itu kita wajib untuk merawatnya.
Ia mengajak agar optimis dengan potensi yang telah dimiliki. Karena kata dia Sudah sepantasnya untuk berjuang serta mengembangkannya.
“Kita memiliki modal berupa kepercayaan, rekam jejak dan jaringan yang luas untuk mengembangkan Muhammadiyah. “Organisasi dakwah harus menawarkan tiket ke surga bagi umatnya dengan cara-cara yang empati dan simpatik,” tutupnya. Tio/Kontributor.
