MADANINEWS.ID, KENDARI – Pimpinan Wilayah (PW) Ikatan Pengusaha Muslimah Indonesia (Ipemi) Sultra berkomitmen terus melakukan pendampingan dan pembinaan para pelaku UMKM di bumi anoa. Salah satu program yang baru saja dilaunching adalah Pink Market, Minggu (11/11) di area jalan taman kota (Tamkot), depan Bulog pada pukul 06.30-11.30 Wita.
Program yang mengusung tema “Tumbuh dan Berkembang Bersama UMKM Sultra” ini diresmikan oleh Pembina Ipemi sekaligus Ketua Tim Penggerak PKK Provinsi Sultra, Agista Aryani Alimazi SE.
Kegiatan ini diramaikan dengan jejeran lapak para pelaku UKM dan pengunjung. Selain berbelanja, para pengunjung juga melakukan senam gembira di venue Pink Market.
Ketu PW Ipemi Sultra, Rujuwati Harun SE mengatakan, Pink Market adalah salah satu program organisasi yang dipimpinnya itu, untuk memfasilitasi dan menjadi wadah para pelaku UKM, baik pemula maupun yang sudah berkembang namun masih membutuhkan pendampingan dan bantuan pihak terkait.
Selain membuka lapak, para pelaku UKM yang berada dalam wadah UKM Ipemi juga akan terlibat dalam kegiatan Pink Market dibeberapa tempat sesuai jadwal dari Ipemi
“Jadi, Pink Market yang baru dilaunching kemarin bukan yang terakhir, tapi awal atau penanda dimulainya aktivitas rutin Pink Market, yang akan dilaksanakan setiap hari Minggu, dan tempatnya bisa saja berpindah-pindah,” ujar Rujuwati Harun, Senin 12 November 2018.
Selain Pink Market, lanjutnya, pihaknya juga memiliki program pemasaran produk nertajuk Ipemi Bisnis Online (IBO), yang diperuntukan bagi para pelakau UMKM di Sultra. Bahkan, orhanisasi pengusaha ini juga akan menjadi wadah untuk melakukan strategi, sinergi, dan pengembangan jaringan usaha, termasuk peningkatkan daya saing usaha dalam menghadapi tantangan usaha.
“Kami akan terus berdampingan dengan para UKM untuk mengembangkan produk mereka, dan memberikan edukasi tentang perizinan dan pemasaran,” jelasnya.
Lebih lanjut, Rujuwati menambahkan, para UKM juga membutuhkan wadah tetap. Olehnya itu, pihaknya akan menjembatani hal ini kepada pemerintah, yang nantinya akan menjadi destinasi wisata pusat kuliner, oleh-oleh, dan bahkan dari komunitas musik juga akan dirangkul.
