MADANINEWS.ID, JAKARTA – Kementerian Agama melalui Direktorat Jenderal Penyelenggaraan Haji dan Umrah (PHU) menggelar Rapat Kerja Nasional Evaluasi Penyelenggaraan Haji pada 2-4 Oktober 2018. Bertempat di hotel Merlynn Park Jakarta, kegiatan ini dibuka oleh Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin pada Selasa (2/10/2018) siang.
Ada dua pokok bahasan utama dalam pelaksanaan Rakernas Evaluasi Penyelenggaraan Haji kali ini, yakni mengevaluasi implementasi 10 inovasi haji tahun 2018 dan rekomendasi 8 inovasi haji 2019.
Selama tiga hari para peserta akan membahas berbagai permasalahan yang dihadapi selama penyelenggaraan ibadah haji baik di dalam negeri maupun di Arab Saudi. Melalui empat Komisi, seluruh inovasi layanan haji 2018 akan dikupas dan direview implementasinya.
Pembahasan Komisi A fokus pada dokumen keimigrasian jemaah haji yang meliputi percepatan keimigrasian, QR Code gelang jemaah haji, pemberian tanda paspor dan koper, serta pencetakan visa jemaah haji. Sedangkan Komisi B akan membedah layanan haji di Arab Saudi seperti layanan akomodasi, layanan konsumsi, dan transportasi. Namun pembahasan diutamakan pada sistem sewa hotel di Madinah, cita rasa menu Indonesia, dan penambahan konsumsi menjadi 40 kali makan selama jemaah haji berada di Makkah.
Komisi C akan membahas efektivitas penempatan petugas Konsultan Ibadah dan pembentukan Petugas Pertolongan Pertama pada Jemaah Haji (3-PJH). Sementara Komisi D akan menitikberatkan pada implementasi pelimpahan nomor porsi bagi jemaah haji wafat.
Setiap Komisi akan menghimpun berbagai catatan tentang implementasi sepuluh inovasi layanan haji 2018, membahas berbagai kendala yang dihadapi, hingga merumuskan rekomendasi. Setelah menyusun rekomendasi setiap Komisi juga ditugaskan membahas delapan inovasi 2019. Sama seperti evaluasi inovasi haji 2018, masing-masing Komisi juga diberikan pokok bahasan khusus untuk menyusun rekomendasi dan rencana aksi yang akan dilakukan untuk sukses inovasi haji 2019.
Inovasi layanan haji memang menjadi perhatian utama peningkatan layanan kepada jemaah haji. Melalui berbagai inovasi layanan yang diberikan oleh Kementerian Agama diharapkan jemaah haji dapat beribadah dengan aman dan nyaman sehingga kemabruran haji dapat mereka dapatkan. Tidak berlebihan bila pada Rakernas Evaluasi Penyelenggaraan Haji tahun ini mengangkat tema “Syukuri Haji dengan Terus Berinovasi”.
Pada Rakernas Evaluasi Haji 2018 juga akan diserahkan penghargaan dari Menag kepada beberapa pihak atas dukungannya dalam penyelenggaraan ibadah haji. Angkasa Pura II menerima penghargaan atas dukungannya dalam penyiapan jalur fast track bagi jemaah haji embarkasi Jakarta-Bekasi dan Jakarta Pondok Gede, dengan pre departure clearance melalui Bandara Soekarno Hatta.
Kedutaan Besar Arab Saudi untuk Indonesia memperoleh penghargaan atas dukungan dalam penyelesaian dokumen dan pemvisaan jemaah haji. Dan Direktorat Jenderal Imigrasi Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia akan diberikan penghargaan atas jasanya dalam membantu proses penyelesaian pasport dan keimigrasian jemaah haji.
