MADANINEWS.ID, JAKARTA – Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengharapkan agar IMF World Bank Annual Meeting 2018, yang akan digelar di Bali, mulai minggu depan, bisa dimanfaatkan sebesar-besarnya untuk menempatkan Indonesia dalam spotlight dunia.
“Baik dalam menampilkan ekonomi kita, produk produk unggulan Indonesia di pasar global dan juga mempromosikan investasi kita di internasional, serta tentu saja destinasi-destinasi wisata menarik yang kita miliki,” kata Presiden Jokowi saat menyampaikan pengantar pada Rapat Terbatas tentang Perkembangan Persiapan Pertemuan Tahunan World Bank-IMF, di Kantor Presiden, Jakarta, Selasa (2/10) sore.
Pemerintah, menurut Presiden, juga ingin memanfaatkan kehadiran kurang lebih 18.000 peserta sehingga bisa memberikan dampak ekonomi yang baik, bukan hanya untuk Bali, tapi juga daerah-daerah lain di Indonesia.
Untuk itu, Presiden meminta agar dipersiapkan secara detail di lapangan sehingga penyelenggaraan acara pertemuan tahunan ini bisa berlangsung dengan lancar, dan memberikan dampak yang positif bagi Bangsa Indonesia.
Dalam pertemuan tahunan tersebut juga akan membahas lima isu utama Indonesia. Salah satu diantaranya adalah terkait ekonomi syariah.
Isu ekonomi syariah dibahas karena peran pentingnya dalam mendukung pertumbuhan ekonomi berkelanjutan, baik di negara maju maupun negara berkembang. Instrumen keuangan syariah seperti sukuk maupun berbasis zakat dan wakaf berpotensi mendukung pertumbuhan ekonomi sebagai sumber pembiayaan infrastruktur.
Saat ini negara-negara Islam di Asia dan Timur Tengah telah menyusun International Standard for Waqf yang diharapkan dapat mendukung perkembangan ekonomi keuangan syariah. Pertemuan tahunan IMF-Bank Dunia tahun ini disebut jadi kesempatan bagi Indonesia untuk menunjukkan kemajuan dalam ekonomi dan keuangan syariah.
Momentum itu dinilai jadi kesempatan bagi Indonesia untuk menunjukkan kemajuan ekonomi Indonesia yang telah bereformasi, memiliki daya tahan, dan progresif.
