IBADAH.ID – Purwokerto. Kementerian Koperasi dan UKM menyelenggarakan acara Bimbingan Teknis Pengawasan Koperasi di Hotel Wisata Niaga Purwokerto, Kamis (13/9). Acara ini sebagai upaya Kementerian Koperasi dan UKM untuk terus memperkuat pengawasan koperasi-koperasi di wilayah Banyumas, Jawa Tengah, dan sekitarnya. Di antaranya melalui bimbingan teknis bagi para anggota satgas pengawasan koperasi di daerah itu.
Menurut Deputi Bidang Pengawasan Kementerian Koperasi dan UKM Suparno, pengawasan terhadap koperasi merupakan hal yang sangat penting dan tidak terelakkan. “Ini bukan untuk menghambat perkembangan koperasi melainkan untuk menjaga marwah koperasi tetap pada jati diri dan prinsip-prinsipnya,” kata Suparno.
Ada 16 dinas kabupaten/kota dan provinsi yang mendapat bimbingan teknis sebagai satgas pengawasan koperasi sebagai upaya menyamakan persepsi penilaian pengawasan koperasi. Pada kesempatan itu pula terdapat sebanyak 59 satgas pengawasan koperasi dan pengurus koperasi turut serta dalam acara tersebut.
Dengan adanya bimbingan teknis tersebut, diharapkan agar satgas semakin memahami aspek kepatuhan, aspek kelembagaan, usaha simpan pinjam, penilaian kesehatan lembaga simpan pinjam, dan penerapan sanksi bagi koperasi yang menyimpang dari prinsip-prinsip koperasi.
“Pengawasan koperasi yang baik dan patuh terhadap regulasi yang ada termasuk UU Nomor 25 Tahun 1992 tentang Perkoperasian diharapkan mampu mendorong koperasi kita semakin kuat, sehat, dan mandiri,” katanya.
Menurut Suparno kembali, pihaknya memilih Kota Purwokerto salah satunya karena kota tersebut menjadi cikal bakal berkembangnya bank rakyat dan penerapan kredit bagi petani melalui konsep koperasi Raiffeisen ketika era Patih Wiriatmaja pada zaman kolonial Belanda.
Pada kesempatan yang sama, Pejabat Bupati Banyumas Budi Wibowo yang membuka acara itu mengatakan jika pelatihan dan bimbingan teknis terhadap satgas pengawasan koperasi di wilayah Jawa Tengah diharapkan membuat koperasi semakin berkiprah dan eksis bagi perekonomian di wilayahnya. Sebab, Kabupaten Banyumas masih tercatat sebagai salah satu dari 15 kabupaten termiskin di Provinsi Jawa Tengah.
Oleh karena itu, pihaknya berharap koperasi dapat mengambil peran pemerataan kesejahteraan di wilayahnya yang kini semakin bertumbuh koperasinya.
“Ada 32 koperasi primer berskala nasional dan provinsi, dan 527 koperasi berskala kabupaten/kota. Terkait upaya pengawasan di bidang koperasi, ini sesuatu yang penting sebagai bagian dari reformasi birokrasi,” katanya.*
