IBADAH.ID, JAKARTA-Pimpinan Pusat Ikatan Pelajar Muhammadiyah (IPM) mengaku kecewa dengan pemerintah, terkait dengan fenomena yang terjadi pada anak usia 2 tahun di Sukabumi, Jawa Barat bernama Rapi Ananda Pamungka menjadi pecandu Rokok.
“Kondisi ini telah menjadikan “Indonesia Darurat Rokok”, Pemerintah masih enggan memberikan langkah Perlindungan masyarakat dari darurat rokok tersebut,” kata Sekretaris Jenderal IPM, Hafizh Syafa’aturrahman di di Aula, Pusat Dakwah Muhammadiyah, Jalan Menteng Raya Jakarta Pusat Senin (20/8).
Ia mendesak pemerintah agar kondisi Rapi harus dihentikan sehingga anak anak negeri ini tidak terancam dalam kecanduan zat adiktif rokok.
Selain itu dirinya juga mendorong pemerintah segera melakukan Langkah perlindungan berupa melakukan Pelarangan lklan Promosi Sponsor Rokok, di semua media.
“Berdasarkan penelitian, iklan promosi sponsor rokok mempengaruhi perilaku merokok dan meningkatkan prevalensi merokok pemula pada anak,” terangnya.
Hafizh mengungkapkan hal ini dilakukan juga untuk menagih penerapan 100% Kawasan Tanpa Rokok, sebagaimana yang menjadi komitmen Presiden Jokowi pada Nawa Cita.
“Bahwa Kawasan Tanpa Rokok selain memberikan perlindungan kesehatan dari paparan asap rokok, sekaligus memberikan edukasi pada masyarakat untuk berhenti merokok, serta menciptakan lingkUngan bebas dari perilaku merokok yang dapat dilihat dan ditiru oleh anak anak,” terangnya.
Seperti diketahui Rapi telah mengalami kecanduan rokok, dimana setidaknya menghabiskan 40 batang rokok dalam sehari. (Tio/Kontributor).
