IBADAH.ID, LOMBOK – Menjelang hari raya Idul Adha yang tinggal menghitung hari, Aksi Cepat Tanggap (ACT) melalui Global Qurban menyiapkan program berbagi kebahagiaan kurban untuk masyarakat korban gempa di Lombok-Nusa Tenggara Barat.
Presiden Global Qurban Rini Maryani mengatakan, bencana Lombok perlu disikapi dengan positif. Bagi GQ, jangan mengutuk gempa yang sudah terjadi, tapi jadikan musibah ini sebagai pelajaran untuk evaluasi diri, pelajaran untuk semakin meningkatkan ukhuwah sesama muslim. Salah satu cara meningkatkan kepedulian kepada korban gempa Lombok yaitu dengan berbagi kebahagiaan kurban dari kita untuk mereka.
Provinsi Nusa Tenggara Barat, imbuh Rini, memang menjadi salah satu wilayah target distribusi Global Qurban 2018. Kabupaten/kota yang termasuk wilayah jangkauan meliputi Kota Mataram, Kabupaten Lombok Tengah, Kabupaten Lombok Barat, Kabupaten Lombok Utara, Kabupaten Sumbawa, Kabupaten Sumbawa Barat, Kota Dompu, Kabupaten Dompu, Kota Bima dan Kabupaten Bima.
“Di fase tanggap darurat ini, sejumlah dapur umum sudah didirikan di 8 titik posko kemanusiaan ACT. Insya Allah, ketika Iduladha nanti, dapur-dapur ini akan berfungsi menjadi Dapur Qurban. Sajian siap santap khas kurban akan dibagikan kepada para pengungsi di Lombok,” jelas Rini.
Dapur Qurban menjadi bagian dari rangkaian penanganan tanggap darurat bagi korban gempa Lombok, untuk memastikan kebutuhan pangan mereka tercukupi, terutama di momen Iduladha
Tahun lalu seluruh kabupaten/kota di Pulau Lombok dapat dijangkau oleh GQ. Masyarakat dapat merasakan nikmatnya daging kurban terutama masyarakat prasejahtera. Contohnya saja di Desa Macan, Kecamatan Gunung Sari, Kabupaten Lombok Barat, Nusa Tenggara Barat yang sulit berkurban karena mengalami paceklik.
“Demen ite, kami senang sekali. Mudah-mudahan tahun mudi (tahun depan) Global Qurban malik (bisa) kirimkan kurban leg (lagi) ke desa kami ini, Desa Guntur Macan,” ucap Marzuki, salah seorang penerima manfaat GQ dari Dusun Landungan, Desa Macan.
Global Qurban terus mengajak masyarakat Indonesia untuk meluaskan maslahat kurban, menjangkau mereka yang dilanda bencana alam seperti warga Lomobok, maupun mereka yang terpapar kirisis kemanusiaan.
