Madaninews.id
  • Home
  • News
  • Ekonomi Syariah
  • Gaya Hidup
  • Khazanah Islam
  • Haji & Umrah
  • Islamika
  • IPEMI
  • Indeks
No Result
View All Result
  • Home
  • News
  • Ekonomi Syariah
  • Gaya Hidup
  • Khazanah Islam
  • Haji & Umrah
  • Islamika
  • IPEMI
  • Indeks
No Result
View All Result
Madaninews.id
No Result
View All Result

Jamaah Haji Risti Dihimbau Waspadai Empat Penyebab Penyakit Jantung

Abi Abdul Jabbar Sidik
14 August 2018 | 09:47
rubrik: Haji & Umrah
Jamaah Haji Risti Dihimbau Waspadai Empat Penyebab Penyakit Jantung

Petugas Haji Menggendong Jamaah Haji Lansia yag kelelahan di Masjidil Haram. (foto:istimewa)

Share on FacebookShare on Twitter

IBADAH.ID, MAKKAH – Doktor Spesialis Jantung dari Tim Klinik Kesehatan Haji Indonesia (KKHI) Makkah, dr. Muhammad Gibran Fauzi Harmani meminta agar jamaah haji mewaspadai empat pemicu penyakit jantung selama melaksanakan ibadah haji di tanah suci.

“Jemaah haji dengan risiko tinggi (risti) perlu mewaspadai pemicu penyakit jantung.Demikian pula para pendamping atau teman sekamar,” pesan Gibran, Minggu (12/08).

Pemicu pertama yang perlu diperhatikan adalah kelelahan. Menurut Gibran, kelelahan dapat disebabkan akibat ibadah, perjalanan jauh, ataupun kelelahan akibat aktivitas dipondokkan seperti naik turun tangga.

“Hampir sebagian besar kasus-kasus penyakit jantung yang datang ke KKHI dan mengalami perburukan adalah karena kelelahan yang disebabkan oleh beberapa alasan itu,” terang Gibran.

Pemicu kedua, adalah ketidakpatuhan jemaah dalam mengkonsumsi obat. “Biasanya karena tidak meminum obat yang selama ini dikonsumsi di Indonesia. Ketidakpatuhan ini dapat mengakibatkan perburukan kondisi jantung,” kata Gibran.

Sementara, pemicu ketiga penyakit jantung adalah adanya infeksi saluran nafas atas atau infeksi saluran nafas bawah. Menurut Gibran, hal ini rentan terjadi karena faktor cuaca kering dan suhu tinggi di Arab Saudi. Pemicu keempat adalah adanya kondisi faktor-faktor risiko jantung yang tidak terkendali seperti tekanan darah yang melonjak atau gula darah yang tinggi.

Menurut Gibran, akibat empat pemicu tadi jemaah berpenyakit jantung dapat mengalami beberapa gejala. Pertama,  adalah sesak nafas yang dirasakan semakin memberat. Sesak nafas yang dirasakan berat seperti rasa ingin tenggelam, kaki bengkak, perut begah, nafsu makan turun. Rasa sesak ini akan sedikit membaik bila pasien duduk ataupun tidur dengan 2-3 bantal.

“Itu merupakan keluhan jantung yang khas apabila disebabkan karena sesak. Selain karena sesak, bisa juga pasien ataupun jemaah merasakan keluhan yang sering yaitu nyeri atau rasa tidak nyaman di dada setelah melakukan aktivitas ataupun bila ada stres yang bisa memicu,” terang Gibran.

See also  MAKI Ungkap Nilai Kerugian Negara di Kasus Kuota Haji, Sentuh Ratusan Miliar

Rasa tidak nyaman ini bisa muncul dari lima menit sampai lebih dari setengah jam. Dapat juga disertai dengan rasa mual, muntah, dan keringat dingin sampai bajunya basah.

“Rasa tidak nyaman lain bisa juga seperti terbakar, dihimpit, ditindih benda berat, terasa tertusuk yang menjalar dari dada sampai lengan kiri ataupun ke punggung, rahang, dan lengan kanan,” tambahnya.

Keluhan kedua, yaitu keluhan yang disertai rasa berdebar-debar. “Ada bermacam rasa debar. Misalnya debaran terasa cepat, debaran tidak teratur, debaran terasa lambat,” kata Gibran.

Bila jemaah haji merasakan ini, Gibran mengimbau agar jemaah maupun pendamping segera melaporkan ke dokter kloter.Gibran menegaskan bahwa telah ada sistem komunikasi antara Klinik Kesehatan Haji Indonesia (KKHI) Makkah dengan dokter-dokter di sektor dan kloter.

“Jemaah risti akan mendapatkan penanganan awal dan cepat di masing-masing sektor. Hasilnya akan dikonsultasikan kepada dokter jantung KKHI yang bertugas untuk dilakukan penanganan lebih lanjut,” terang Gibran.

Tags: haji 2018jamaah lansiaJamaah RistiKesehatan Jamaah HajiKKHIKlinik Kesehatan Haji Indonesia
Previous Post

Tim Amirul Hajj 2018 Pastikan Penyelenggaraan Ibadah Haji Berjalan Lancar

Next Post

PCINU Belanda Galang Dana Bantuan Untuk Korban Gempa Lombok

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Info Iklan
  • Disclaimer
  • Email

Madaninews.id - Ekonomi Syariah, Gaya Hidup Islami, Komunitas | All Rights Reserved

  • Home
  • News
  • Ekonomi Syariah
  • Gaya Hidup
  • Khazanah Islam
  • Haji & Umrah
  • Islamika
  • IPEMI
  • Indeks