Madaninews.id
  • Home
  • News
  • Ekonomi Syariah
  • Gaya Hidup
  • Khazanah Islam
  • Haji & Umrah
  • Islamika
  • IPEMI
  • Indeks
No Result
View All Result
  • Home
  • News
  • Ekonomi Syariah
  • Gaya Hidup
  • Khazanah Islam
  • Haji & Umrah
  • Islamika
  • IPEMI
  • Indeks
No Result
View All Result
Madaninews.id
No Result
View All Result

Laporan GIEI 2017/2018: Malaysia Teratas di Industri Halal, Indonesia masuk 10 Besar

Abi Abdul Jabbar Sidik
9 August 2018 | 15:50
rubrik: Info Halal
Laporan GIEI 2017/2018: Malaysia Teratas di Industri Halal, Indonesia masuk 10 Besar

Halal. (foto:istimewa)

Share on FacebookShare on Twitter

IBADAH.ID, JAKARTA – Sebuah Laporan dari Global Islamic Economic Indicator (GIEI) 2017/2018 merilis Malaysia menjadi yang teratas sebagai negara paling baik dalam pengembangan industri halalnya.  GIEI merupakan lemabaga memberikan penilaian terhadap indeks pengembangan industri halal berdasarkan pilar-pilar ekonomi Islami dari beberapa sektor industri.

Malaysia mendapatkan penlaian tertinggi dengan skor 146, disusul oleh Uni Emirate Arab (UEA), dengan skor 86, dan Saudi Arabia pada peringkat ketiga dengan skor 67. Sedangkan Indonesia menempati peringkat kesebelas dengan skor 42 sama dengan Jordania pada peringkat kesepuluh.

“Penilaian didasarkan pada keunggulan setiap negara dalam pengembangan industri di sektor halal. Malaysia menempati peringkat pertama, karena keunggulan mereka dalam mengembangkan sektor produk makanan halal (halal foods), keuangan syariah (Islamic financial), dan wisata halal (halal travel). Sedangkan dalam industri pakaian halal, media, dan rekreasi halal serta farmasi dan kosmetika halal, ditempati oleh negara Uni Emirate Arab (UEA),” ungkap Nyoman.kata Konsultan SCgistics, Nyoman Purnaya di Jakarta, Kamis (09/08).

Indonesia sendiri masuk dalam 10 besar GIEI pada sektor wisata halal. Di sektor keuangan syariah, Indonesia berada di peringkat kesepuluh. Sedangkan di sektor farmasi dan kosmetika menempati peringkat kedelapan, jauh di bawah negara Singapura, yang berada di peringkat kedua.

GIEI juga mencatat konsumsi pada sektor produk makanan halal dunia yang mencatatkan nilai transaksi sebesar USD 1.245 triliun pada  2016. Diprediksi nilainya meningkat menjadi USD 1.930 triliun pada 2022. Konsumsi pada sektor pakaian sebesar USD 254 triliun pada 2016. Diprediksi meningkat menjadi USD 373 triliun pada 2022.

“Sedangkan sektor wisata halal, konsumsi yang terjadi sebesar USD 169 triliun, dan diprediksi pada 2022 manjadi sebesar USD 283triliun. Sementara, di sektor farmasi dan kecantikan, jumlah konsumsi  pada 2016 mencapai sebesar USD 57 triliun, dan  diprediksi meningkat menjadi USD 82 triliun pada 2022,” papar Nyoman.

See also  Rapat dengan DPR, BPJPH Curhat Soal Kesulitan Dirikan LPH

Melihat Indikator-indikator dan tingkat konsumsi yang diprediksikan terus meningkat berdasar data di aas, Nyoman menjelaskan, hal itu menggambarkan bahwa potensi pasar industri halal sangat besar, dan potensi inilah yang menjadi dasar bagi negara-negara non-muslim mengembangkan industri halal.

“Disamping memang kesadaran, serta gaya hidup masyarakat dunia yang semakin meningkat dalam memilah dan memilih produk-produk halal untuk dikonsumsi,”jelasnya.

Meski begitu, menurut  Nyoman, Indonesia juga memiliki potensi  besar untuk bisa menjadi pamain di  industri halal. Apalagi jika melihat data dari Badan Pusat Statistik (BPS), yang memproyeksikan jumlah penduduk Indonesia mencapai 305,65 juta jiwa, pada 2035. Jumlah itu menggambarkan kebutuhan dasar masyarakat Indonesia, berkaitan erat dengan sandang, pangan, papan yang akan terus bertambah.

“Dilihat dari sisi pasar, Indonesia akan tetap menjadi primadona bagi negera-negera industri di segala sektor dalam memasarkan produk-produk yang dihasilkan, termasuk industri halalnya,” kata Nyoman.

Kedepannya, ini akan menjadi tantangan Indonesia dalam memilah dan memilih produk apa saja yang dapat dikonsumsi. “Termasuk produk-produk halal.”

Tags: industri halalWisata Halal
Previous Post

Da’i Muda Bamus Betawi Jaksel, Siap Jadi Yang Terdepan Ajak Kebaikan dan Tingkatkan Ukhuwah Islamiyah dan Batawiyah

Next Post

Koperasi Berkualitas, Koperasi yang Menguasai Indonesia

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Info Iklan
  • Disclaimer
  • Email

Madaninews.id - Ekonomi Syariah, Gaya Hidup Islami, Komunitas | All Rights Reserved

  • Home
  • News
  • Ekonomi Syariah
  • Gaya Hidup
  • Khazanah Islam
  • Haji & Umrah
  • Islamika
  • IPEMI
  • Indeks