Da’i Muda Bamus Betawi Jaksel, Siap Jadi Yang Terdepan Ajak Kebaikan dan Tingkatkan Ukhuwah Islamiyah dan Batawiyah

Penulis Abi Abdul Jabbar

“Dan hendaklah ada di antara kamu segolongan umat yang menyeru kepada kebajikan, menyuruh kepada yang ma’ruf dan mencegah dari yang munkar ; merekalah orang-orang yang beruntung” (QS. Al-Imran : 104),

IBADAH.ID, JAKARTA – Dakwah untuk menegakkan ajaran-ajaran Allah merupakan kewajiban yang disyari’atkan dan menjadi tanggung jawab yang harus dipikul oleh kaum muslimin seluruhnya. Dakwah dan amar ma’ruf merupakan prasyarat dalam membangun khairu ummah (umat pilihan). Seandainya umat Islam tak mau berdakwah, maka tentu mereka pasti mengalami kerugian dan kemunduran dalam pelbagai aspek kehidupan.

Kewajiban dakwah inilah yang mendorong DPD Bamus (Badan Musyawarah) Betawi untuk membentuk komunitas Da’i Muda Bamus Betawi sebagai wadah bagi anak-anak dan da’i muda Betawi yang konsen menyebarkan amar ma’ruf nahi munkar khususnya di tanah Betawi.

Pelantikan pengurus Komunitas Da’i Muda Bamus Betawi. (foto:Da’i Muda Bamus Betawi)

Komunitas yang baru berdiri pada Jum’at 27 Juli 2018 | 13 Dzulqo’dah 1439 H bertepatan pada acara Lebaran Betawi ke 11  ini memiliki tujuan untuk mereflesikan perjuangan para Muallim / Guru Agama dalam mensyiarkan nilai-nilai ajaran agama di tengah masyarakat ibu kota yang Multikultural.

Dibawah Pimpinan  Ust. M. Haikal Hf, S.Pd.I, dan para Muallim Betawi seperti Kiyai Razak Abdul Ghani,  Ust, Syahbani, SQ, Ust, Ahmad Fairus,  Dai Muda Bamus Betawi  menjadi komunitas yang aktif mengisi kajian-kajian di instasi perusahaan, hotel atau perkantoran.

“Identifikasi Betawi sebagai suku selalu di lihat dari kesenian, budaya dan corak ragam makanan khasnya. Padahal  tanah Betawi juga tumbuh berakar dari nilai-nilai agama yang disampaikan para Muallimnya (Sebutan Guru di tanah Betawi). Maka kehadiran Da’i Muda Betawi merupakan sebuah keniscayaan agar masyarakat memiliki pengetahuan, sejak zaman Kolonial sampai Era Millenial Betawi selain memiliki Seniman, Budayawan mereka juga memiliki Agamawan,”kata Ust. Haikal kepada ibadah.id.

Kegiatan Muzakarah/Bahtsul Masail para da’i di Komunitas Da’ Muda Bamus Betawi. (foto:istimewa)

Da’i Muda Bamus Betawi memiliki tiga poin utama dalam setiap kegiatan syi’arnya, yaitu; Belajar, Mengajar dan Berdakwah. Kemampuan dan keilmuan para da’i muda di komunitas ini diasah dan di upgrade dalam setiap kajian Mudzakarah dibawah bimbingan da’i-da’i kondang Betawi macam  Ust Bagus Rahmatulloh, S.Ag dan Ust. Syamsul Bahri, S.Pdi.

Da’i-da’i muda ini  juga digerakkan untuk menggelorakan kembali pengajian Lekaran ba’da maghrib di setiap kampung dan pengajian Lekaran Akbar Majelis Kampung yang dilaksanakan dua bulan sekali. Kedepan, komunitas Da’i Muda Bamus Betawi diharapkan mampu mengambil peran sebagai  pengejewantahan tokoh agama yang ada di Suku Betawi selain juga mampu menjadi wadah bagi anak-anak Betawi agar bisa lebih Eksis bersyi’ar di Kampungnya sendiri.

BACA JUGA

Tinggalkan komentar