MADANINEWS.ID, JAKARTA – Jawa Barat kembali menempati posisi pertama sebagai provinsi dengan destinasi wisata ramah Muslim terbaik di Indonesia pada 2026. Dalam pemeringkatan Indonesia Muslim Travel Index (IMTI), provinsi ini meraih skor 73,5, unggul dari Jawa Tengah yang memperoleh 71,7 dan Nusa Tenggara Barat dengan skor 70,1.
Hasil tersebut menempatkan Jawa Barat sebagai salah satu daerah yang menonjol dalam pengembangan ekosistem pariwisata ramah Muslim. Sementara itu, Aceh yang selama ini dikenal dengan identitas Islamnya berada di peringkat keenam dengan skor 65,8.
IMTI 2026 menilai 15 provinsi untuk memberikan gambaran mengenai perkembangan destinasi dan layanan yang mendukung kebutuhan wisatawan Muslim. Pemeringkatan ini juga diarahkan untuk mendorong pengembangan pariwisata ramah Muslim yang inklusif dan berkelanjutan di berbagai daerah.
Daftar 15 provinsi wisata ramah Muslim 2026
Berikut peringkat provinsi berdasarkan skor Indonesia Muslim Travel Index 2026:
- Jawa Barat — 73,5
- Jawa Tengah — 71,7
- Nusa Tenggara Barat — 70,1
- Sumatera Barat — 67,4
- Jawa Timur — 66,2
- Aceh — 65,8
- Banten — 64,6
- Sulawesi Selatan — 63,9
- DKI Jakarta — 63,1
- Daerah Istimewa Yogyakarta — 57,7
- Kalimantan Selatan — 50,0
- Gorontalo — 49,8
- Kepulauan Riau — 49,6
- Riau — 41,3
- Jambi — 36,5
Penilaian tersebut merupakan hasil kerja sama CrescentRating, Bank Indonesia, Kementerian Pariwisata Republik Indonesia, serta Enhaii Halal Tourism Center (EHTC) Politeknik Pariwisata NHI Bandung.
Jawa Barat unggul lewat ekosistem layanan halal
Posisi teratas Jawa Barat didukung perkembangan layanan yang menunjang kebutuhan wisatawan Muslim. Bisnis bersertifikat halal dan Zona KHAS atau Kuliner Halal, Aman, dan Sehat, misalnya, terus berkembang di berbagai wilayah provinsi tersebut.
Kota Bandung juga memiliki potensi untuk memperkuat daya tariknya sebagai destinasi wisata ramah Muslim. Perkembangan kuliner dan produk halal menjadi bagian dari ekosistem yang dapat mendukung pengalaman wisatawan selama berkunjung.
Di posisi kedua, Jawa Tengah meraih skor 71,7. Provinsi ini mencatat kemajuan melalui investasi yang berfokus pada pengembangan layanan ramah Muslim, sehingga menempati posisi lebih tinggi dalam pemeringkatan tahun ini.
Adapun Nusa Tenggara Barat memperoleh skor 70,1 dan bertahan di tiga besar. Reputasi Lombok sebagai destinasi ramah Muslim menjadi salah satu modal penting bagi provinsi tersebut dalam mempertahankan daya saing pariwisatanya.
Aceh berada di bawah Sumatera Barat dan Jawa Timur
Aceh menempati peringkat keenam dengan skor 65,8. Posisi ini berada di bawah Sumatera Barat yang meraih skor 67,4 dan Jawa Timur dengan skor 66,2. Selisih skor Aceh dengan Jawa Timur terbilang tipis, yakni 0,4 poin.
Setelah Aceh, Banten berada di peringkat ketujuh dengan skor 64,6, disusul Sulawesi Selatan dengan 63,9 dan DKI Jakarta dengan 63,1. Daerah Istimewa Yogyakarta menempati posisi kesepuluh dengan skor 57,7.
Sementara itu, Kalimantan Selatan, Gorontalo, dan Kepulauan Riau berada di urutan ke-11 hingga ke-13. Riau menempati peringkat ke-14 dengan skor 41,3, sedangkan Jambi berada di posisi terakhir dengan skor 36,5.
Pemeringkatan IMTI dapat menjadi salah satu acuan bagi pemerintah daerah dan pelaku industri untuk melihat perkembangan pariwisata ramah Muslim. Tantangannya bukan hanya menyediakan fasilitas yang sesuai kebutuhan wisatawan, tetapi juga membangun layanan yang konsisten, mudah diakses, dan terintegrasi dengan pengalaman wisata secara keseluruhan.
