MADANINEWS.ID, JAKARTA – Indonesia mencatat kemajuan dalam peta pariwisata ramah Muslim dunia. Dalam Global Muslim Travel Index (GMTI) 2026, Indonesia naik ke peringkat kedua global dengan skor 79, meningkat dari posisi kelima pada tahun sebelumnya. Namun, capaian tersebut belum cukup untuk menggeser Malaysia yang kembali menempati posisi teratas dengan skor 83.
Peringkat itu menunjukkan persaingan destinasi wisata yang berupaya memenuhi kebutuhan pelancong Muslim masih berlangsung ketat. Aspek seperti ketersediaan makanan halal, fasilitas ibadah, serta layanan yang mendukung kenyamanan wisatawan Muslim menjadi bagian penting dalam pengembangan ekosistem pariwisata.
GMTI 2026 mengevaluasi 150 destinasi yang mencakup lebih dari 98 persen kedatangan wisatawan Muslim global. Dalam laporan tersebut, Türkiye dan Arab Saudi juga meraih skor 79, sama dengan Indonesia.
Pasar wisata Muslim terus membesar
Potensi pasar yang diperebutkan negara-negara tersebut tidak kecil. GMTI mencatat kedatangan wisatawan Muslim internasional mencapai 196 juta pada 2025, meningkat 11,3 persen dibandingkan tahun sebelumnya. Jumlah itu diproyeksikan tumbuh menjadi 262 juta pada 2030.
Indonesia memiliki modal besar untuk memanfaatkan pertumbuhan tersebut. Selain menjadi negara dengan populasi Muslim terbesar, Indonesia mempunyai beragam destinasi alam, budaya, kuliner, dan sejarah yang dapat dikembangkan untuk memenuhi kebutuhan wisatawan Muslim.
Meski demikian, kenaikan peringkat global bukan akhir dari pekerjaan. Pengembangan pariwisata ramah Muslim perlu ditopang oleh layanan yang konsisten, kemudahan akses fasilitas ibadah, kepastian ketersediaan makanan halal, serta kesiapan pelaku usaha di berbagai destinasi.
Malaysia sendiri mempertahankan posisi pertama GMTI sejak indeks tersebut pertama kali diterbitkan pada 2015. Sementara itu, Singapura menempati posisi ketiga dalam pemeringkatan global dan menjadi destinasi non-Organisasi Kerja Sama Islam (OKI) dengan peringkat tertinggi.
Di kawasan Asia Tenggara, sembilan negara masuk dalam daftar destinasi ramah Muslim GMTI 2026. Setelah Malaysia dan Indonesia, Singapura berada di peringkat global ke-10, Brunei Darussalam ke-16, Filipina dan Thailand sama-sama di posisi ke-27, Vietnam ke-60, Kamboja ke-88, serta Laos ke-133.
