MADANINEWS.ID, JAKARTA — Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) RI mendorong perubahan pendekatan pengelolaan zakat agar tidak berhenti pada pemberian bantuan untuk memenuhi kebutuhan sesaat. Dana umat diharapkan dapat digunakan untuk memberdayakan mustahik hingga memiliki kemandirian ekonomi dan pada akhirnya mampu menjadi muzaki.
Arah tersebut disampaikan Ketua BAZNAS RI Sodik Mudjahid dalam pembukaan Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) BAZNAS 2026 di Hotel Grand Mercure Jakarta, Selasa (13/10/2026).
Menurut Sodik, konsep zakat yang produktif dan berdampak menempatkan pemberdayaan mustahik sebagai salah satu fokus utama. Tujuannya bukan hanya membantu masyarakat menghadapi kesulitan ekonomi, tetapi juga meningkatkan kemampuan mereka agar dapat berkontribusi terhadap pembangunan Indonesia.
Rakornas BAZNAS 2026 berlangsung pada 13–15 Oktober dengan tema Konsolidasi Zakat Indonesia yang Berdampak dan Produktif. Forum ini diikuti 1.300 peserta dari 34 BAZNAS provinsi dan 308 BAZNAS kabupaten/kota.
Dari Penerima Bantuan Menuju Kemandirian Ekonomi
Dalam sambutannya, Sodik menjelaskan bahwa pendayagunaan zakat perlu diarahkan pada pemberdayaan dan pengembangan mustahik. Dengan pendekatan tersebut, penerima manfaat diharapkan tidak hanya terbantu dalam memenuhi kebutuhan saat ini, tetapi juga memperoleh peluang untuk meningkatkan kondisi ekonominya.
Transformasi mustahik menjadi muzaki menjadi bagian dari misi yang ingin dicapai melalui pengelolaan dana umat. BAZNAS juga menargetkan penguatan kemandirian ekonomi umat Islam sehingga semakin banyak masyarakat yang mampu berkontribusi dalam pembangunan.
Arah pemberdayaan tersebut sejalan dengan tema Rakornas yang menekankan pengelolaan zakat yang berdampak dan produktif.
Sodik juga menggarisbawahi pentingnya distribusi dan pendayagunaan zakat yang berdaya serta berkelanjutan. Artinya, pelaksanaan program tidak hanya berorientasi pada penyaluran dana, tetapi juga pada manfaat yang dihasilkan bagi penerima.
13 Program Prioritas untuk Masyarakat
Untuk mendukung arah tersebut, BAZNAS menyiapkan 13 program prioritas yang akan menjadi ujung tombak pelaksanaan program dari tingkat pusat hingga kabupaten/kota dan UPZ desa.
Program yang disebutkan dalam sambutan Sodik mencakup BAZNAS Siaga Kemiskinan, BAZNAS Tanggap Bencana, Beasiswa Cendekia BAZNAS, Rumah Sehat atau Kartu Sehat BAZNAS, serta Rumah Layak Huni BAZNAS.
BAZNAS juga menyebut bantuan permodalan berbasis masjid, Balai Ternak BAZNAS, Lumbung Pangan BAZNAS, Muallaf Center BAZNAS, program sekolah atau pesantren, Air Bersih BAZNAS, dan Bank Sampah BAZNAS.
Beberapa nama program dalam transkrip otomatis belum terbaca secara jelas sehingga perlu dikonfirmasi sebelum ditetapkan sebagai nomenklatur resmi. Karena itu, daftar di atas memuat nama-nama yang dapat dikenali dari sumber sambutan.
Sodik menyampaikan bahwa program-program tersebut diarahkan untuk menjangkau masyarakat, memberikan solusi, memberdayakan penerima manfaat, dan meningkatkan kemampuan ekonomi mereka.
Pengentasan Kemiskinan Butuh Kolaborasi
BAZNAS juga menekankan pentingnya integrasi program dengan pemerintah, khususnya dalam pengentasan kemiskinan dan peningkatan kesejahteraan.
Dalam sambutannya, Sodik menyebut integrasi program BAZNAS dengan program pemerintah sebagai salah satu amanat yang menjadi perhatian lembaga. Kolaborasi juga perlu diperluas dengan unsur pemerintah pusat dan daerah, dunia usaha, serta lembaga amil zakat mitra.
Pendekatan ini menjadi bagian dari upaya agar program zakat dapat menjangkau lebih banyak penerima manfaat dan mendukung peningkatan kesejahteraan masyarakat.
Di sisi lain, Sodik menekankan perlunya peningkatan profesionalisme dan kualitas sumber daya manusia amil. Pengelolaan dana umat, menurut arahannya, membutuhkan integritas dan kerja bersama seluruh jajaran BAZNAS.
Ia juga menekankan pentingnya menjaga lembaga agar bebas dari korupsi, sehingga amanah pengelolaan zakat dapat dijalankan dengan baik.
Zakat Produktif sebagai Jalan Memuliakan Mustahik
Dalam penutup sambutannya, Sodik mengajak seluruh jajaran BAZNAS untuk meluruskan niat, memperkuat barisan, meningkatkan semangat, serta memperbaiki profesionalisme dan kualitas sumber daya manusia amil.
Ia menempatkan pengelolaan dana umat sebagai kerja besar yang ditujukan bagi kesejahteraan masyarakat dan bangsa.
Melalui pendekatan zakat yang produktif dan berkelanjutan, BAZNAS ingin memperkuat peran dana umat dalam meningkatkan kemampuan ekonomi penerima manfaat. Transformasi mustahik menjadi muzaki menjadi gambaran tujuan jangka panjang dari upaya pemberdayaan tersebut.
Rakornas BAZNAS 2026 menjadi forum untuk mengonsolidasikan arah program dan memperkuat kerja bersama agar pengelolaan zakat tidak hanya menghasilkan penyaluran bantuan, tetapi juga memberikan dampak yang lebih berkelanjutan bagi masyarakat.
