MADANINEWS.ID, Jakarta – Rezeki adalah simfoni takdir yang telah diatur sempurna oleh Sang Pencipta. Namun, untuk menguatkan hamba-Nya, Allah kerap menghadirkan ujian: rasa takut, kelaparan, kekurangan harta, heningnya jiwa, hingga sepinya panen buah. Dalam Al-Qur’an, ujian ini juga mencakup sulitnya membayar dan bebas dari utang.
Berutang bukan perkara sepele. Fikih Islam telah mengaturnya secara gamblang: setiap orang yang meminjam wajib mengembalikan pinjamannya selama mampu. Namun, sering kali orang melupakan atau mengabaikan kewajiban ini, padahal sudah mampu membayar.
Sebelum terjerumus dalam kebiasaan buruk tersebut, Nabi Muhammad SAW beserta para sahabat memberikan solusi berupa doa-doa khusus untuk terbebas dari utang. Berikut tiga di antaranya:
1. Doa yang Diajarkan Nabi kepada Umar bin Khattab
Menurut riwayat Hisyam bin Abdullah bin Zubair, pernah suatu waktu Umar bin Khattab mengalami kesulitan. Beliau menghadap Nabi SAW dan meminta agar diperintahkan membeli sekantong kurma.
Nabi bersabda, “Jika memang itu maumu, akan aku perintahkan. Namun, adakah kau bersedia kuajarkan beberapa kalimat yang nilainya lebih baik dari itu?” Lalu beliau membaca doa berikut:
اَللّٰهُمَّ احْفَظْنِى بِالْاِسْلَامِ قَاعِدًا وَاحْفَظْنِى بِالْاِسْلَامِ رَاقِدًا وَلَا تُطْمِعْ فِيَّ عَدُوًّا وَلَا حَاسِدًا وَاَعُوْذُ بِكَ مِمَّا اَنْتَ آخِذٌ بِنَاصِيَتِهِ وَاَسْأَلُكَ مِنَ اْلخَيْرِ الَّذِى هُوَ بِيَدِكَ كُلِّهِ
Artinya: “Ya Allah, jagalah Islam dariku saat duduk maupun tidur. Dan jangan biarkan ambisi musuh dan orang yang dengki menimpa diriku. Aku berlindung kepada-Mu dari apa yang Engkau ambil daripadanya. Dan aku memohon akan kebaikan yang seluruhnya berada dalam genggaman-Mu.”
2. Doa yang Diterima Abu Bakar dari Nabi SAW
Diriwayatkan dari Sayyidatuna Aisyah, ayahnya Abu Bakar r.a. pernah menerima doa dari Rasulullah SAW, yang juga pernah diajarkan Nabi Isa kepada para Hawariyyin. Abu Bakar berkata kepada Aisyah, “Sekalipun utangmu sebesar Gunung Uhud, percayalah, Allah pasti akan membayarnya.”
Doa itu berbunyi:
اَللّٰهُمَّ فَارِجَ الْهَمِّ كَاشِفَ اْلغَمِّ مُجِيْبَ دَعْوَةِ اْلمُضْطَرِّيْنَ رَحْمَانَ الدُّنْيَا وَاْلآخِرَةِ وَرَحِيْمَهُمَا اَنْتَ تَرْحَمْنِىْ فَارْحَمْنِىْ رَحْمَةً تُغْنِيْنِىْ بِهَا عَمَّنْ سِوَاكَ
Artinya: “Ya Allah, Dzat yang menghilangkan kegelisahan dan kesedihan. Dzat yang mengabulkan permohonan orang yang terdesak. Dzat yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang di dunia dan akhirat. Engkaulah Sang Pengasih, maka kasihanilah aku dengan rahmat yang membuatku merasa cukup dari selain-Mu.”
Berkat doa ini, Sayyidah Aisyah yang memiliki utang kepada Asma’ dapat melunasinya secara tiba-tiba berkat rezeki dari Allah, tanpa harus menunggu warisan atau sedekah.
3. Doa untuk Menghilangkan Kekhawatiran Utang
Dalam kitab ad-Da’awât diceritakan, Nabi SAW pernah melihat Abu Umamah dan bertanya, “Mengapa aku tidak melihatmu di teras masjid di luar waktu shalat?” Abu Umamah menjawab, “Saya khawatir memiliki kewajiban membayar utang, wahai Rasulullah.”
Nabi bersabda, “Maukah saya ajarkan sebuah doa yang jika kamu membacanya, kekhawatiranmu akan hilang dan utang-utangmu akan terbayarkan?” Doa ini dianjurkan dibaca pagi dan sore:
اَللّٰهُمَّ اِنِّى اَعُوْذُ بِكَ مِنَ اْلهَمِّ وَاْلحَزَنِ وَاَعُوْذُ بِكَ مِنَ اْلعَجْزِ وَاْلكَسَلِ وَاَعٌوْذُ بِكَ مِنَ اْلجُبْنِ وَاْلبُخْلِ وَاَعُوْذُ بِكَ مِنْ غَلَبَةِ الدَّيْنِ وَقَهْرِ الرِّجَالِ
Artinya: “Ya Allah, sesungguhnya aku berlindung kepada-Mu dari kecemasan dan kesedihan, dari ketidakberdayaan dan rasa malas, dari ketakutan dan sifat kikir, serta dari diliputi utang dan penindasan manusia.”
Setelah mengamalkan doa tersebut, Abu Umamah akhirnya mampu melunasi seluruh utangnya.
