MADANINEWS.ID, JAKARTA – Pemerintah berhasil menghimpun dana Rp10 triliun melalui lelang Surat Berharga Syariah Negara (SBSN) yang digelar Selasa (6/10/2026).
Lelang yang dilakukan melalui sistem lelang Bank Indonesia tersebut menawarkan delapan seri SBSN dengan total penawaran yang masuk mencapai Rp32,62 triliun.
Dengan demikian, nilai penawaran yang masuk lebih dari tiga kali lipat dibandingkan nominal SBSN yang akhirnya dimenangkan pemerintah.
Direktorat Jenderal Pengelolaan Pembiayaan dan Risiko (DJPPR) Kementerian Keuangan menyatakan total nominal yang dimenangkan dari delapan seri tersebut mencapai Rp10 triliun.
“Sesuai dengan kewenangan yang diberikan oleh Undang-Undang Nomor 19 Tahun 2008 tentang Surat Berharga Syariah Negara, Menteri Keuangan menetapkan total nominal yang dimenangkan dari kedelapan seri yang ditawarkan tersebut adalahRp10.000.000.000.000,00 (sepuluh triliun rupiah),” melansir DJPPR, Rabu (7/10/2026).
Penawaran Capai Rp32,62 Triliun
Delapan seri yang ditawarkan seluruhnya merupakan seri reopening. Penawaran terbesar masuk untuk SPNS23112026 dengan nilai Rp6,16 triliun.
Berikutnya, SPNS12042027 menerima penawaran Rp6,02 triliun. SPNS07062027 memperoleh Rp5 triliun, sedangkan PBSG002 mendapatkan penawaran Rp4,13 triliun.
PBS040 mencatat penawaran Rp3,91 triliun. Sementara PBS030 menerima Rp2,63 triliun, PBS034 sebesar Rp2,43 triliun, dan PBS038 sebesar Rp2,34 triliun.
Secara keseluruhan, delapan seri tersebut mengumpulkan penawaran Rp32,62 triliun.
Tingginya permintaan juga terlihat dari bid-to-cover ratio. Rata-rata bid-to-cover ratio berada di kisaran 6,53 persen untuk SPN-S dan 4,46 persen untuk Sukuk, sebagaimana tercantum dalam hasil lelang yang disampaikan DJPPR.
SPNS12042027 Menang Terbesar
Dari total Rp10 triliun yang dimenangkan pemerintah, nominal terbesar berasal dari seri SPNS12042027.
Seri tersebut mendapatkan nominal kemenangan sebesar Rp2,65 triliun. Yield rata-rata tertimbang yang dimenangkan berada di level 6,45 persen, dengan tingkat imbalan berupa diskonto.
SPNS12042027 akan jatuh tempo pada 12 April 2027. Bid-to-cover ratio untuk seri tersebut tercatat 2,27 persen.
Nominal terbesar berikutnya berasal dari PBSG002 sebesar Rp1,9 triliun dan PBS030 sebesar Rp1,8 triliun.
PBSG002 memiliki yield rata-rata tertimbang 7,07959 persen dan tingkat imbalan 5,625 persen. Jatuh temponya pada 15 Oktober 2033 dengan pembayaran imbalan setiap 15 April dan 15 Oktober.
Sementara PBS030 mendapatkan nominal Rp1,8 triliun. Yield rata-rata tertimbangnya 6,80780 persen dengan tingkat imbalan 5,875 persen. Seri ini jatuh tempo pada 15 Juli 2028.
Delapan Seri yang Dimenangkan
Berikut rincian nominal SBSN yang dimenangkan dalam lelang:
| Seri | Nominal Dimenangkan | Yield Rata-rata Tertimbang | Jatuh Tempo | Bid-to-Cover |
|---|---|---|---|---|
| SPNS23112026 | Rp500 miliar | 6,38% | 23 November 2026 | 12,32% |
| SPNS12042027 | Rp2,65 triliun | 6,45% | 12 April 2027 | 2,27% |
| SPNS07062027 | Rp1 triliun | 6,50% | 7 Juni 2027 | 5% |
| PBS030 | Rp1,8 triliun | 6,80780% | 15 Juli 2028 | 1,46% |
| PBS040 | Rp1,35 triliun | 7,03680% | 15 November 2030 | 2,9% |
| PBSG002 | Rp1,9 triliun | 7,07959% | 15 Oktober 2033 | 2,17% |
| PBS034 | Rp600 miliar | 7,20929% | 15 Juni 2039 | 4,05% |
| PBS038 | Rp200 miliar | 7,21525% | 15 Desember 2049 | 11,71% |
Seluruh seri tersebut dijadwalkan untuk setelmen atau penerbitan pada 8 Oktober 2026.
PBS038 Punya Bid-to-Cover Tinggi
Meski nominal yang dimenangkan hanya Rp200 miliar, seri PBS038 mencatat salah satu bid-to-cover ratio tertinggi dalam lelang kali ini, yakni 11,71 persen.
Yield rata-rata tertimbang yang dimenangkan untuk seri tersebut mencapai 7,21525 persen dengan tingkat imbalan 6,875 persen.
PBS038 memiliki jatuh tempo paling panjang di antara delapan seri yang dilelang, yakni 15 Desember 2049. Pembayaran imbalannya dilakukan setiap 15 Juni dan 15 Desember.
Sementara itu, bid-to-cover ratio tertinggi tercatat pada SPNS23112026 sebesar 12,32 persen. Seri tersebut mendapatkan nominal kemenangan Rp500 miliar dengan yield rata-rata tertimbang 6,38 persen dan jatuh tempo pada 23 November 2026.
Dari hasil lelang tersebut, pemerintah memperoleh Rp10 triliun melalui delapan seri SBSN, dengan tenor yang membentang dari 2026 hingga 2049. Besarnya penawaran yang masuk dibandingkan nominal yang dimenangkan menunjukkan adanya permintaan investor terhadap instrumen surat berharga syariah yang ditawarkan pemerintah.
