MADANINEWS.ID, MAKKAH — Pengadaan layanan bagi jemaah haji internasional memasuki tahap baru. Kementerian Haji dan Umrah Arab Saudi meluncurkan Comprehensive Package, sistem yang menyatukan empat kebutuhan utama jemaah dalam satu kerangka kontrak elektronik untuk musim Haji 1448 H.
Melalui skema tersebut, layanan di kawasan suci atau Masyair, akomodasi di Makkah dan Madinah, transportasi, hingga katering dapat dikontrakkan melalui platform Electronic Path hanya dengan satu permohonan.
Model ini membuat pengelolaan layanan jemaah tidak lagi berjalan dalam kerangka yang terpisah-pisah. Kantor urusan haji maupun agen haji dari luar Arab Saudi dapat mengelola kebutuhan utama kelompok jemaah melalui satu sistem kontraktual yang lebih terintegrasi.
Digitalisasi tersebut sekaligus diarahkan untuk menyederhanakan prosedur, meningkatkan efisiensi, serta memperkuat transparansi hubungan kontrak antara kantor urusan haji, agen internasional, dan perusahaan penyedia layanan di Arab Saudi.
Dari Masyair sampai Katering Masuk Satu Paket
Melansir Ajel.Sa, Comprehensive Package mencakup empat kelompok layanan utama yang digunakan jemaah selama berada di Arab Saudi.
Layanan pertama adalah pelayanan di kawasan suci atau Masyair. Paket tersebut juga memasukkan fasilitas akomodasi atau hospitality bagi jemaah selama berada di Makkah dan Madinah.
Transportasi menjadi komponen ketiga, sedangkan layanan katering atau konsumsi masuk dalam kelompok keempat.
Penyatuan empat komponen tersebut membuat pelayanan dapat dirancang sebagai satu rangkaian sejak jemaah tiba di Arab Saudi hingga kembali ke negara asal.
Bagi kantor urusan haji dan agen luar negeri, mekanisme ini memberikan satu kerangka untuk mengatur kebutuhan pelayanan kelompok jemaah selama musim haji.
Satu Permohonan lewat Electronic Path
Salah satu perubahan penting berada pada mekanisme kontraknya. Pengadaan layanan dalam Comprehensive Package dilakukan secara elektronik melalui Electronic Path dengan satu permohonan.
Sistem tersebut digunakan untuk menata hubungan kontraktual antara kantor urusan haji, agen haji luar negeri, dan perusahaan penyedia layanan.
Mekanisme elektronik juga diarahkan untuk membuat proses pengadaan lebih efisien dan transparan. Berbagai kebutuhan layanan utama jemaah ditempatkan dalam satu kerangka kontraktual yang terstruktur.
Dengan skema tersebut, penyelenggara dari luar Arab Saudi mendapatkan jalur yang lebih terintegrasi untuk mengelola kebutuhan pelayanan jemaah sepanjang musim haji.
Tak Harus Seragam, Layanan Tambahan Tetap Bisa Masuk
Meski menggabungkan empat layanan utama, Comprehensive Package tidak berarti setiap kelompok jemaah harus memperoleh program yang sepenuhnya sama.
Kementerian Haji dan Umrah Arab Saudi tetap membuka opsi penambahan layanan bernilai tambah. Kantor urusan haji maupun agen luar negeri dapat merancang program yang disesuaikan dengan karakter dan preferensi kelompok jemaah masing-masing.
Fleksibilitas tersebut penting mengingat kebutuhan jemaah dari berbagai negara tidak selalu sama. Penyelenggara tetap dapat melakukan penyesuaian, tetapi berada dalam kerangka kontraktual yang telah disediakan.
Dengan demikian, integrasi layanan tidak hanya diarahkan pada penyederhanaan prosedur, tetapi juga tetap menyediakan ruang untuk membentuk program pelayanan sesuai kebutuhan jemaah.
Digitalisasi Haji Makin Masuk ke Layanan Jemaah
Peluncuran Comprehensive Package menjadi bagian dari persiapan awal Arab Saudi menghadapi musim Haji 1448 H.
Transformasi digital yang dilakukan Arab Saudi kini tidak hanya menyentuh proses administrasi. Integrasi mulai masuk ke pengadaan layanan yang digunakan langsung oleh jemaah selama berada di Tanah Suci.
Kebijakan tersebut juga diarahkan untuk mendukung Saudi Vision 2030 dan Pilgrim Experience Program, dengan pengalaman serta kualitas pelayanan jemaah ditempatkan sebagai bagian dari fokus pengembangan.
Melalui Comprehensive Package, rangkaian pelayanan sejak kedatangan hingga kepulangan jemaah kini diarahkan berada dalam satu ekosistem digital. Empat kebutuhan utama dapat dikelola melalui satu permohonan, sementara penyelenggara tetap memiliki ruang menambahkan pelayanan sesuai kebutuhan kelompok jemaah.
