MADANINEWS.ID, Jakarta — Sebanyak 345 calon jemaah harus memendam keberangkatan ke Tanah Suci meski sudah tiba di asrama haji embarkasi. Pemeriksaan kesehatan ulang menunjukkan kondisi mereka tidak memenuhi persyaratan untuk melanjutkan perjalanan.
Pengalaman tersebut kini menjadi peringatan bagi calon jemaah haji 1448 Hijriah/2027 Masehi. Menteri Haji dan Umrah Mochamad Irfan Yusuf atau Gus Irfan meminta aspek kesehatan tidak lagi dipersiapkan pada menit-menit terakhir menjelang keberangkatan.
Menurut Gus Irfan, ibadah haji membutuhkan kondisi fisik yang prima karena jemaah harus menjalani rangkaian aktivitas dengan mobilitas tinggi. Kondisi cuaca Arab Saudi yang berbeda dari Indonesia juga menuntut daya tahan tubuh yang baik.
“Kesehatan ini tidak kalah penting. Ibadah haji memerlukan fisik yang prima. Karena masih ada waktu sekitar enam sampai tujuh bulan, saya berharap mulai sekarang jemaah sudah mempersiapkan kesehatan dan kondisi fisiknya,” kata Gus Irfan, dikutip dalam keterangannya, Senin (28/9/2026).
Sudah Sampai Embarkasi, Belum Tentu Bisa Terbang
Kasus ratusan calon jemaah yang dipulangkan menunjukkan bahwa kesiapan administratif dan keberadaan di asrama haji belum otomatis menjamin keberangkatan. Kondisi kesehatan tetap menjadi salah satu faktor penentu apakah jemaah dapat melanjutkan perjalanan ke Arab Saudi.
Gus Irfan mengungkapkan, pada penyelenggaraan haji sebelumnya terdapat sekitar 345 calon jemaah yang akhirnya batal diberangkatkan setelah melalui pemeriksaan kesehatan kembali di embarkasi.
“Terdapat sekitar 345 calon jemaah yang harus dipulangkan setelah pemeriksaan kesehatan kembali dilakukan ketika mereka tiba di asrama haji embarkasi,” kata dia.
Kemenhaj tidak ingin pengalaman serupa kembali terjadi pada jemaah 2027. Apalagi, calon jemaah telah menjalani berbagai tahapan persiapan, meninggalkan rumah, dan tiba di asrama embarkasi sebelum akhirnya harus menunda perjalanan karena persoalan kesehatan.
“Kami tidak ingin Bapak dan Ibu mengalami hal seperti itu. Sudah melakukan persiapan, sudah sampai asrama haji, tetapi kemudian tidak dapat melanjutkan keberangkatan karena kondisi kesehatan,” ucapnya.
Enam Bulan Jangan Cuma Dipakai Urus Dokumen
Dengan waktu persiapan sekitar enam hingga tujuh bulan, Gus Irfan meminta calon jemaah mulai membangun kebiasaan latihan fisik sejak sekarang. Salah satu bentuk latihan sederhana yang dapat dilakukan adalah berjalan kaki secara rutin setiap hari.
Latihan fisik diperlukan agar tubuh terbiasa menghadapi aktivitas yang membutuhkan daya tahan selama pelaksanaan ibadah haji. Persiapan tersebut juga penting karena kondisi di Arab Saudi menuntut kemampuan adaptasi fisik yang tidak ringan.
“Mulai hari ini latihan fisik. Setiap hari bisa dibiasakan berjalan kaki. Kita harus mempersiapkan diri karena kondisi di Arab Saudi juga membutuhkan ketahanan fisik yang baik,” katanya.
Pesan tersebut menegaskan bahwa istithaah kesehatan tidak seharusnya baru menjadi perhatian ketika jadwal keberangkatan sudah dekat. Persiapan tubuh perlu dilakukan secara bertahap agar jemaah memiliki waktu cukup untuk meningkatkan kebugaran.
Manasik Tak Cukup Hanya Hafal Rukun Haji
Kemenhaj juga menginginkan persiapan haji tidak hanya berpusat pada pemahaman tata cara ibadah. Manasik memang menjadi sarana penting bagi jemaah memahami rukun, wajib, dan sunah haji, tetapi kesiapan fisik dan mental juga harus mendapat porsi perhatian yang sama.
Gus Irfan menekankan bahwa jemaah idealnya memasuki fase keberangkatan dengan kesiapan yang utuh, bukan hanya dari sisi pemahaman ibadah, tetapi juga kondisi tubuh.
“Yang kami inginkan adalah jemaah berangkat dalam keadaan siap. Siap ibadahnya, siap pemahamannya dan siap kesehatannya,” ujar Menhaj.
Dengan waktu beberapa bulan menuju penyelenggaraan haji 2027, kesehatan kini menjadi salah satu alarm penting bagi calon jemaah. Sebab, tiket menuju Tanah Suci tidak hanya ditentukan oleh antrean dan administrasi, tetapi juga oleh kemampuan tubuh untuk menjalani rangkaian ibadah dengan aman.
