MADANINEWS.ID, RIYADH — Perlindungan terhadap Arab Saudi bukan hanya menyangkut pertahanan wilayah, tetapi juga keamanan negeri yang menaungi dua tempat suci utama umat Islam, Masjidil Haram dan Masjid Nabawi. Pesan itu disampaikan Grand Mufti Arab Saudi Syekh Saleh Al-Fawzan kepada pasukan Saudi dan Koalisi yang bertugas di garis depan menghadapi serangan kelompok Houthi.
Syekh Al-Fawzan menyerukan para prajurit untuk memperkuat persatuan, tetap sabar, gigih, dan teguh dalam menjalankan tugas mereka.
“Satukan barisan melawan sekte yang sesat dan kelompok menyimpang ini,” ujar Syekh Al-Fawzan dalam pesannya kepada para prajurit.
Grand Mufti yang juga menjabat Ketua Dewan Ulama Senior dan Kepala Presidensi Umum untuk Penelitian Ilmiah dan Ifta itu menyinggung ancaman Houthi terhadap Yaman dan kawasan sekitarnya.
Dalam pernyataannya, Syekh Al-Fawzan menyebut kelompok tersebut memiliki akidah dan metodologi yang menyimpang serta menudingnya melakukan pemberontakan terhadap penguasa dan memecah masyarakat.
Jaga Saudi, Lindungi Dua Masjid Suci
Syekh Al-Fawzan memberikan penekanan khusus terhadap posisi Arab Saudi sebagai negara yang menaungi Masjidil Haram di Makkah dan Masjid Nabawi di Madinah.
Menurutnya, kesempatan Arab Saudi untuk melayani Dua Masjid Suci merupakan salah satu anugerah terbesar bagi negara tersebut. Karena itu, menjaga wilayah kerajaan, mempertahankan perbatasan, dan menghadapi agresi disebut sebagai tanggung jawab besar.
“Negara besar ini menaungi tempat-tempat suci umat Islam, dan di tanah sucinya inilah ibadah Haji serta Umrah dilaksanakan,” tuturnya.
Pesan tersebut menempatkan tugas pertahanan tidak hanya dalam konteks keamanan negara, tetapi juga perlindungan terhadap kawasan yang setiap tahun menjadi tujuan jutaan jemaah untuk melaksanakan ibadah haji dan umrah.
Minta Prajurit Rapatkan Barisan
Syekh Al-Fawzan kemudian mengingatkan para prajurit di garis depan untuk selalu siap menjalankan tugas dan mematuhi pemimpin serta komandan lapangan.
Ia meminta mereka melaksanakan setiap perintah dengan penuh tanggung jawab dan menjaga kekompakan di tengah situasi keamanan yang dihadapi.
“Kalian berdiri di garis depan yang agung, mengemban misi yang mulia dan terhormat. Berpegang teguhlah pada tali Allah, rapatkan barisan, saling bekerja sama, dan satukan tekad dalam ketaatan kepada perintah Tuhan kalian,” kata Syekh Al-Fawzan.
Menurutnya, tugas para prajurit juga berkaitan dengan upaya menjaga tempat-tempat suci umat Islam dan menegakkan tauhid.
Singgung Stabilitas Yaman
Dalam pesannya, Grand Mufti Saudi juga menyoroti kondisi Yaman. Ia menilai keamanan dan stabilitas perlu dikembalikan di bawah pemerintahan yang sah agar masyarakat dapat kembali hidup aman dan tenteram.
Menurut Syekh Al-Fawzan, stabilitas tersebut dibutuhkan agar masyarakat Yaman dapat kembali menjalani kehidupan yang lebih sejahtera serta berkontribusi terhadap pembangunan dan persatuan dunia Islam.
Seruan tersebut disampaikan di tengah ancaman serangan Houthi yang menjadi perhatian Arab Saudi dan kawasan.
Di akhir pesannya, Syekh Al-Fawzan mendoakan pasukan yang bertugas agar mendapat pertolongan serta memohon perlindungan bagi Arab Saudi dan Yaman dari berbagai marabahaya.
Ia juga berdoa agar ancaman Houthi dan pihak-pihak yang mendukung kelompok tersebut dapat diakhiri.
