MADANINEWS.ID, JAKARTA — Tingkat literasi keuangan syariah di Indonesia telah mencapai 43 persen, tetapi tingkat inklusinya baru 13,24 persen. Kesenjangan itu mendorong Masyarakat Ekonomi Syariah (MES) mengubah arah kegiatan dari yang sebelumnya banyak berfokus pada kajian menjadi upaya konkret menumbuhkan wirausaha Muslim muda.
Ketua Harian Pengurus Pusat MES yang juga Menteri Koperasi Ferry Juliantono mengatakan, tingginya pemahaman masyarakat terhadap keuangan syariah belum sepenuhnya diikuti dengan penggunaan produk dan layanan syariah.
“Sekarang tingkat literasi keuangan syariah sudah 43 persen, tetapi tingkat inklusinya baru 13,24 persen,” ujar Ferry dalam Indonesia Sharia Financial Olympiad (ISFO) 2026 di Jakarta, Kamis.
Menurut dia, kondisi itu menunjukkan masih ada jarak antara pengetahuan masyarakat dan pemanfaatan layanan keuangan syariah dalam aktivitas ekonomi sehari-hari.
MES Tak Lagi Fokus pada Kajian
Ferry mengatakan MES tidak lagi menempatkan kegiatan pengkajian sebagai fokus utama organisasi.
Peran kajian, menurut dia, akan lebih banyak didorong kepada Ikatan Ahli Ekonomi Islam (IAEI) dan Komite Nasional Ekonomi dan Keuangan Syariah (KNEKS).
“Kami sepakat tugas MES tidak lagi mengkaji. Tugas MES adalah mendorong tumbuhnya wirausaha Muslim muda sebagai pengguna utama dari ekosistem keuangan syariah yang ada di Indonesia,” katanya.
Dengan arah baru tersebut, MES ingin memperbesar jumlah pelaku usaha yang tidak hanya memahami prinsip ekonomi syariah, tetapi juga menggunakan layanan perbankan dan pembiayaan syariah dalam pengembangan bisnis mereka.
Untuk menjalankan agenda tersebut, MES akan berkolaborasi dengan Kementerian Koperasi dan Otoritas Jasa Keuangan.
Kerja sama itu akan diarahkan pada program pendampingan, inkubasi, hingga pembukaan akses pembiayaan bagi wirausaha muda berbasis syariah.
Ferry mengatakan Kementerian Koperasi akan menyiapkan dukungan permodalan melalui Lembaga Pengelola Dana Bergulir (LPDB).
Sementara itu, MES akan mendorong akses pembiayaan melalui jejaring perbankan Himpunan Bank Milik Negara (Himbara).
Siapkan Pemagangan dengan Praktisi Senior
Selain pembiayaan, MES juga menyiapkan program pemagangan bagi wirausahawan muda.
Program tersebut ditujukan agar para pelaku usaha mendapatkan pendampingan langsung dari praktisi senior yang memiliki pengalaman dalam mengembangkan bisnis.
Melalui pendekatan itu, MES ingin mendorong tumbuhnya generasi baru pelaku usaha Muslim yang tidak hanya menjadi pengguna produk keuangan syariah, tetapi juga menjadi penggerak aktivitas ekonomi.
“Kita harus berubah dari masyarakat konsumen menjadi masyarakat produsen,” kata Ferry.
