MADANINEWS.ID, MAKKAH — Jemaah yang ingin menjalankan umrah dengan kondisi relatif lebih lengang dapat mempertimbangkan waktu pelaksanaan tawaf dan sa’i selama bulan Rabiul Akhir. Otoritas Haramain telah memetakan jam-jam dengan tingkat kepadatan ringan, sedang, hingga tertinggi di kawasan Masjidil Haram.
Berdasarkan panduan General Authority for the Care of the Grand Mosque and the Prophet’s Mosque, terdapat dua periode yang masuk kategori kepadatan ringan, yakni pukul 22.00 hingga 04.00 serta 08.00 hingga 16.00.
Pada dua rentang waktu tersebut, kondisi di area mataf dan mas’a relatif lebih lengang. Hal ini memberi ruang lebih leluasa bagi jemaah untuk menjalankan rangkaian ibadah umrah dibandingkan pada periode dengan tingkat kepadatan lebih tinggi.
Panduan tersebut diberikan sebagai bagian dari upaya otoritas Haramain membantu pengaturan pergerakan jemaah sekaligus meningkatkan kenyamanan dan keselamatan selama berada di Masjidil Haram.
Sore hingga Malam Jadi Periode Terpadat
Tingkat kepadatan di Masjidil Haram berubah sepanjang hari. Selain dua periode dengan keramaian ringan, otoritas mencatat kepadatan kategori sedang berlangsung pada pukul 05.00 hingga 07.00.
Kondisi berbeda terjadi pada sore hingga malam hari. Periode 17.00 hingga 21.00 tercatat sebagai waktu dengan tingkat kepadatan tertinggi.
Informasi ini dapat menjadi pertimbangan bagi jemaah dalam menyusun waktu pelaksanaan umrah, khususnya bagi mereka yang ingin menghindari kondisi mataf maupun mas’a yang lebih padat.
Dengan memahami pola kepadatan tersebut, jemaah dapat menyesuaikan jadwal tawaf dan sa’i berdasarkan kondisi serta kebutuhan masing-masing.
Pilih Waktu Sesuai Kondisi Jemaah
Otoritas Haramain mendorong jemaah menggunakan indikator kepadatan tersebut sebagai salah satu pertimbangan sebelum menuju area pelaksanaan umrah.
Pemilihan waktu dengan tingkat keramaian lebih rendah dapat membantu jemaah menjalankan rangkaian ibadah dengan lebih leluasa sekaligus mendukung kelancaran arus pergerakan di Masjidil Haram.
Panduan mengenai tingkat kepadatan juga menjadi bagian dari upaya otoritas untuk menjaga kelancaran mobilitas pengunjung dan standar keselamatan di Dua Masjid Suci.
Berikut tingkat kepadatan di Masjidil Haram selama Rabiul Akhir:
- 22.00-04.00: kepadatan ringan
- 05.00-07.00: kepadatan sedang
- 08.00-16.00: kepadatan ringan
- 17.00-21.00: kepadatan tertinggi
