Menteri Haji dan Umrah Mochamad Irfan Yusuf menilai penyelenggaraan Haji 2027 akan menghadapi tantangan lebih berat dibanding tahun sebelumnya.
Perubahan kebijakan Arab Saudi, dinamika biaya, dan situasi geopolitik di Timur Tengah menjadi sejumlah faktor yang harus diantisipasi.
Kemenhaj meminta seluruh jajarannya tidak terlena dengan capaian tingkat kepuasan jemaah 93,2 persen pada musim haji sebelumnya.
MADANINEWS.ID, JAKARTA — Penyelenggaraan ibadah Haji 2027 diperkirakan menghadapi tantangan yang lebih kompleks dibanding musim sebelumnya. Menteri Haji dan Umrah RI Mochamad Irfan Yusuf atau Gus Irfan menyebut perubahan kebijakan Pemerintah Arab Saudi hingga dinamika biaya menjadi faktor yang membuat persiapan tahun depan tidak bisa dianggap lebih mudah.
Menurut Gus Irfan, pengalaman pada tahun pertama penyelenggaraan memang memberikan bekal bagi pemerintah untuk mengenali berbagai persoalan. Namun, kondisi tersebut tidak otomatis membuat penyelenggaraan berikutnya menjadi lebih ringan.
“Kadang kita berpikir tahun pertama berat, tahun kedua akan lebih mudah karena kita sudah mengetahui masalahnya. Tetapi 2027 justru menjadi tahun yang lebih berat,” ujar Gus Irfan saat ditemui dalam acara Peringatan Tahun ke-1 Kemenhaj, di Jakarta Pusat, Senin (14/9/2026).
Kebijakan Saudi dan Biaya Jadi Tantangan
Kemenhaj saat ini tengah mempersiapkan sejumlah aspek penyelenggaraan ibadah haji 2027. Persiapan tersebut dilakukan di tengah dinamika geopolitik di kawasan Timur Tengah serta perubahan kebijakan dari Pemerintah Arab Saudi.
Kondisi itu, menurut Gus Irfan, berdampak terhadap berbagai komponen biaya yang harus diperhitungkan dalam penyelenggaraan haji tahun depan.
“Ini menyebabkan kenaikan yang luar biasa dari biaya-biaya semuanya, termasuk perubahan-perubahan policy dari Kementerian Haji Arab Saudi, kita harus menyesuaikan,” katanya.
Perubahan tersebut membuat pemerintah harus melakukan penyesuaian dalam berbagai aspek persiapan. Kemenhaj pun dituntut bergerak lebih cepat agar kebijakan baru yang muncul tidak mengganggu pelayanan kepada jemaah.
Kepuasan 93,2 Persen Tak Boleh Bikin Terlena
Di tengah tantangan yang semakin besar, Gus Irfan mengingatkan seluruh jajaran Kemenhaj agar tidak berpuas diri dengan capaian penyelenggaraan musim sebelumnya.
Ia menyebut tingkat kepuasan jemaah mencapai 93,2 persen. Namun, capaian itu menurutnya harus menjadi pijakan untuk meningkatkan kualitas pelayanan, bukan alasan untuk mengendurkan persiapan.
“Kalau tahun ini kita mendapatkan penilaian 93,2 persen, tahun depan harus lebih dari itu. Kita tidak bisa leha-leha. Tantangannya jauh lebih berat,” ujar Irfan.
Pengalaman penyelenggaraan sebelumnya, lanjut dia, harus dimanfaatkan untuk memperbaiki kelemahan dan memperkuat koordinasi antarlini.
ASN Kemenhaj Diminta Kerja Lebih Baik
Gus Irfan meminta seluruh aparatur sipil negara di lingkungan Kemenhaj menjadikan pengalaman yang sudah diperoleh sebagai modal untuk menghadapi persoalan yang lebih kompleks pada Haji 2027.
“Jangan sampai karena kita sudah tahu masalahnya, kita kemudian merasa semuanya mudah. Justru karena kita sudah tahu, kita harus bekerja lebih baik,” kata dia.
Ia berharap capaian penyelenggaraan Haji 2026 menjadi fondasi untuk menghadirkan pelayanan yang lebih baik pada musim berikutnya.
“Ukuran keberhasilan bukan sekadar mempertahankan capaian, tetapi terus memberikan pengalaman berhaji yang semakin aman, nyaman, mudah, dan bermakna bagi jemaah,” ujar Irfan.
