Madaninews.id
  • Home
  • News
  • Ekonomi Syariah
  • Gaya Hidup
  • Khazanah Islam
  • Haji & Umrah
  • Islamika
  • IPEMI
  • Indeks
No Result
View All Result
  • Home
  • News
  • Ekonomi Syariah
  • Gaya Hidup
  • Khazanah Islam
  • Haji & Umrah
  • Islamika
  • IPEMI
  • Indeks
No Result
View All Result
Madaninews.id
No Result
View All Result

Masjidil Haram Menuju Serba Digital, Ditargetkan Jadi Situs Terpintar Dunia pada 2030

Abi Abdul Jabbar Sidik
11 September 2026 | 10:30
rubrik: Haji & Umrah
Masjidil Haram Menuju Serba Digital, Ditargetkan Jadi Situs Terpintar Dunia pada 2030

Arab Saudi menargetkan Masjidil Haram menjadi salah satu situs terpintar dunia pada 2030. Digitalisasi telah memangkas waktu tunggu dua jam menjadi sembilan menit dan administrasi delapan hari menjadi delapan menit. (Foto:ist/dok)

Share on FacebookShare on Twitter

MADANINEWS.ID, MAKKAH — Dari dua jam menjadi sembilan menit, bahkan dari delapan hari menjadi hanya delapan menit. Lompatan efisiensi itu menjadi salah satu gambaran bagaimana teknologi mulai mengubah sistem pelayanan jemaah di Masjidil Haram, Makkah.

Arab Saudi kini mengarahkan transformasi tersebut menuju target yang lebih besar: menjadikan Masjidil Haram sebagai salah satu situs terpintar di dunia pada 2030.

Digitalisasi tidak hanya menyentuh satu layanan. Sistem mobilitas, pembayaran, pengelolaan konsumsi, pemetaan kawasan hingga koordinasi laporan lapangan mulai dihubungkan melalui platform digital.

Wakil CEO Transformasi Digital di Otoritas Umum untuk Pengurusan Urusan Masjidil Haram dan Masjid Nabawi, Mohammed Al-Saqr, mengatakan transformasi digital telah memberikan dampak nyata terhadap sejumlah pelayanan di Masjidil Haram.

Salah satunya terlihat pada penerapan platform mobilitas pintar yang mengotomatiskan layanan transit sekaligus mengintegrasikan sistem pemesanan dan pembayaran elektronik.

Hasilnya cukup signifikan.

Pada musim haji terakhir, waktu tunggu layanan yang sebelumnya mencapai sekitar dua jam berhasil ditekan menjadi hanya sekitar sembilan menit.

Dari 8 Hari Jadi 8 Menit

Efisiensi besar juga terjadi dalam pengelolaan operasional buka puasa di Masjidil Haram.

Melalui sistem tersebut, sebanyak 38 juta makanan dengan nilai transaksi hampir 500 juta riyal Saudi atau sekitar Rp2,3 triliun telah didistribusikan.

Digitalisasi membuat proses administrasi yang sebelumnya membutuhkan waktu panjang dapat dipercepat secara drastis.

Jika sebelumnya proses tersebut memakan waktu hingga delapan hari, integrasi dan otomatisasi platform membuatnya dapat diselesaikan hanya dalam waktu sekitar delapan menit.

Perubahan ini menjadi penting mengingat aktivitas pelayanan di Masjidil Haram berlangsung dalam skala sangat besar dan harus mengakomodasi pergerakan jemaah dalam jumlah tinggi.

Dengan sistem yang semakin terotomatisasi, proses administrasi dan pelayanan dapat ditangani lebih cepat tanpa harus sepenuhnya mengandalkan prosedur manual.

See also  Menuju Haji 2026, Penyediaan Layanan di Tanah Suci Masuki Tahap Akhir

Peta Digital Tangani 600 Ribu Kasus Setahun

Transformasi berikutnya terjadi dalam pengelolaan kawasan.

Otoritas mengembangkan sistem pemetaan digital interaktif yang digunakan untuk menangani sekitar 600.000 kasus setiap tahun.

Jumlah tersebut setara dengan hampir 10 persen dari sekitar 6 juta pengunjung tahunan Masjidil Haram.

Teknologi pemetaan tersebut membantu pengelolaan berbagai kebutuhan operasional yang muncul di lapangan.

Tak hanya itu, laporan dari kawasan Masjidil Haram juga ditangani menggunakan platform digital yang terhubung dengan 18 entitas pemerintah.

Integrasi antarlembaga tersebut memungkinkan koordinasi penanganan persoalan di kawasan masjid dilakukan melalui sistem yang lebih terkoneksi.

Artinya, transformasi digital yang berjalan tidak berhenti pada pelayanan langsung kepada jemaah, tetapi juga menyentuh sistem koordinasi di balik operasional Masjidil Haram.

Teknologi Berjalan Bersama Proyek Raksasa Perluasan

Arab Saudi tidak hanya mengandalkan digitalisasi untuk meningkatkan kualitas pelayanan.

Transformasi teknologi berjalan beriringan dengan perluasan fisik Masjidil Haram dalam skala besar.

Perluasan ketiga Masjidil Haram mencakup kawasan sekitar 1,214 juta meter persegi.

Area tersebut dilengkapi sistem pendingin dengan kapasitas mencapai 90.000 ton untuk menjaga kenyamanan jemaah sepanjang tahun.

Berbagai fasilitas penunjang juga disediakan dalam jumlah besar.

Di kawasan perluasan terdapat lebih dari 25.000 karpet, 17.000 dispenser air Zamzam, 458 keran minum, serta 11.436 toilet dan area wudhu.

Sistem tata suara juga diperkuat dengan 1.300 pengeras suara yang tersebar di berbagai lantai sehingga suara dapat menjangkau kawasan yang luas.

428 Eskalator untuk Mengurai Arus Jemaah

Salah satu tantangan besar dalam mengelola Masjidil Haram adalah pergerakan jemaah, terutama ketika tingkat kunjungan mencapai puncaknya.

Karena itu, proyek perluasan turut memberikan perhatian besar pada konektivitas antararea.

See also  Masjdil Haram Padat, Jamaah Diminta Shalat Jumat di Masjid Sekitar Hotel

Sebanyak 428 eskalator dan 28 lift tersedia untuk membantu perpindahan jemaah antarlevel.

Selain itu terdapat 80 pintu dan 120 area salat yang mendukung pengaturan arus masuk, keluar, serta penyebaran jemaah di dalam kawasan.

Infrastruktur tersebut dirancang untuk mendukung pergerakan di lantai dasar, lantai pertama, lantai kedua, mezzanine hingga area atap.

Kombinasi antara pembangunan fisik dan sistem digital membuat pengelolaan Masjidil Haram bergerak menuju model pelayanan yang semakin terintegrasi.

Menuju Masjidil Haram yang Serba Terhubung

Transformasi tersebut menjadi bagian dari agenda Arab Saudi menuju Visi Saudi 2030.

Arahnya tidak sekadar memperbesar kapasitas Masjidil Haram agar mampu menampung lebih banyak jemaah.

Teknologi juga ditempatkan sebagai bagian penting dalam pengelolaan mobilitas, administrasi, konsumsi, pemetaan kawasan hingga koordinasi antarlembaga.

Efisiensi yang sudah terlihat—mulai dari waktu tunggu dua jam menjadi sembilan menit hingga administrasi delapan hari menjadi delapan menit—menjadi gambaran bagaimana digitalisasi dapat mengubah pelayanan di salah satu kawasan ibadah dengan aktivitas paling padat di dunia.

Dengan perluasan infrastruktur yang berjalan bersamaan dengan digitalisasi, Arab Saudi menargetkan Masjidil Haram tidak hanya semakin besar menjelang 2030, tetapi juga semakin pintar, terkoneksi, dan efisien dalam melayani jemaah.

Tags: digitalisasidigitalisasi hajimakkahMasjidil Haramsaudi vision 2030Teknologi haji
Previous Post

Muslim Mancanegara Kini Bisa Punya Hunian Dekat Masjid Nabawi, Ada 120 Unit Ditawarkan

Next Post

Jangan Diam Jika Layanan Haji Umrah Tak Sesuai, Saudi Siapkan Mekanisme Keluhan

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Info Iklan
  • Disclaimer
  • Email

Madaninews.id - Ekonomi Syariah, Gaya Hidup Islami, Komunitas | All Rights Reserved

  • Home
  • News
  • Ekonomi Syariah
  • Gaya Hidup
  • Khazanah Islam
  • Haji & Umrah
  • Islamika
  • IPEMI
  • Indeks