Home Rohis Rohis BPJS Ketenagakerjaan, Jiwa Karyawan Tenang, Kerja Lebih Gemilang

Rohis BPJS Ketenagakerjaan, Jiwa Karyawan Tenang, Kerja Lebih Gemilang

Kegiatan Santunan Anak Yatim Rohis BPJS ketenagakerjaan. (fotoBPJS ketenagakerjaan)

IBADAH.ID, JAKARTA – Jiwa adalah inti dari kehidupan manusia. Bila jiwa manusia sakit, resah dan gelisah maka bisa dipastikan keseluruhan kehidupannya akan menjadi tak teratur. Bila jiwa tak tentram maka kegagalanpun terus menghantam. Obatnya tak ada cara lain kecuali mendekatkan diri pada Sang Maharahman-rahim. Pendekatan inilah yang dilakukan oleh Rohani Islam (Rohis) BPJS Ketenagakerjaan agar karyawannya memiliki jiwa yang tenang, kemudian berimplikasi pada pekerjaan yang gemilang.

Sebagaimana kita ketahui, jiwa yang tenang itu selalu identik dengan keimanan, karena hanya dengan kekuatan iman itu seseorang akan selalu mengingat Allah di mana pun berada. Dengan itu hatinya akan terus tenang menghadapi segala tantangan yang ada di dunia ini, baik kaitannya dengan urusan rumah tangga maupun pekerjaan kantor atau bisnis. Sebagaimana Firman Allah “Yaitu orang yang beriman dan hati mereka menjadi tenang dengan mengingat Allah Swt”. (QS. Ar Rad: 28)

Orang yang mempunyai jiwa yang tenang akan mendapatkan hak privilege dari Allah untuk dipersilahkan bergabung dengan orang-orang yang diridhai, rombongan-Nya, dan kemudian masuk ke surga Allah. Hal ini ditegaskan dalam Firmanya: “Hai jiwa yang tenang, kembalilah kepada Tuhanmu dengan hati yang puas lagi diridhai; lalu masuklah ke dalam jemaah hamba-hamba-Ku, dan masuklah ke dalam surga-Ku”. (QS al-Fajr: 27-30).

Menurut beberapa ulama menerangkan bahwa kata an-nafsu al-muthmainnah itu berarti tenang, tidak cemas dan tidak gelisah. Ketenangan jiwa karena membenarkan apa yang dalam al-Quran tanpa ada keraguan dan kebimbangan. Atau ketenangan jiwa dalam arti tanpa takut dan fitnah di akhirat. Sedangkan menurut Ibnu Abbas, jiwa yang tenang atau tentram itu al-muthmainnah bi tsawâbil-Lâh (jiwa yang tenteram dengan pahala Allah). Ibnu Jarir ath-Thabari memaknainya sebagai orang yang tenteram dengan janji Allah Swt. yang disampaikan kepada ahli iman di dunia berupa kemuliaan bagi dirinya di akhirat, kemudian dia membenarkan janji itu.

Karyawan Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Ketenagakerjaan walaupun disibukkan dengan pekerjaan rutin kantornya, di sela-sela waktu rehat mereka tak pernah ketinggalan melakukan kewajiban-kewajiban yang terikat langsung dengan Allah. Baik yang sifatanya sehari-hari atau menyesuaikan momentum.

“Setiap waktu shalat tiba, kami semua (yang beragama Islam) bergegas ke Masjid Al-Maghfiroh (yang berada di lingkungan kantor) untuk melakukan shalat berjamaah. Sedangkan setiap Senin dan Kamis ba’da Dzhur kami rutin mengadakan kegiatan pengajian ke-Islam-an sebagai penambah ilmu dan penyejuk hati,” kata Chamdilah Chosasih, pengurus Kerohanian Islam (Seksi Ibadah) BPJS Ketenagakerjaan pusat kepada Majalah Ibadah melalui pesan elektroniknya beberapa waktu lalu.

Selain kegiatan rutin harian tersebut, BPJS Ketenagakerjaan juga aktif dan rutin mengadakan acara yang sifatnya periodik maupun insidental.

“Selain itu, kami juga aktif mengadakan kegiatan santunan beserta beasiswa kepada anak Yatim, Duafa, dan Guru ngaji di setiap bulannya. Kalau ada bencana alam, kita juga rutin memberikan santunan. Sedang di hari-hari besar Islam (PHBI), misalnya Hari Raya Idul Adha tak ketinggalan mengadakan Pemotongan Hewan Qurban yang di bagi-bagikan ke masyarakat. Dalam pelaksanaannya bisa bekerjasama dengan yayasan yang ada di masyarakat,” tuturnya sambil menekankan bahwa inilah kkegiatan BPJS Ketenagakerjaan yang rutin melibatkan masyarakat secara umum.

Kegiatan Musabaqah Cerdas Cermat oleh Rohis BPJS Ketenagakerjaan. (foto:BPJS ketenagakerjaan)

Kegiatan yang tak kalah menarik yang digelar Rohis BPJS Ketenagakerjaan adalah perlombaan keagamaan dalam rangka memeriahkan Hari Ulang Tahun BPJS Ketenagakerjaan yang jatuh pada 05 Desember. Uniknya peserta perlombaan itu hanya diikuti karyawan BPJS saja. Adapun jenis perlombaannya itu meliputi MTQ (Musabaqoh Tilawatil Qurán), Adzan, dan Cerdas Cermat.

Kaitan dengan pentingnya kegiatan-kegiatan rutin yang diselenggarakan Rohis itu menurut Chosasih bisa membantu menumbuhkan rasa semangat kerja bagi karyawan. Ini juga berarti karyawan dibiasakan untuk menerapkan keseimbangan antara kepentingan dunia dan akhirat.

“Misalnya kita sebagai karyawan lebih tenang dan semangat bekerja. Integritasnya terus terbangun. Kegiatan kegiatan keagamaan itulah yang menjadi faktornya. Di sisi lain juga, karyawan dibimbing untuk menjadi manusia yang mampu menjalani kehidupan ini dengan seimbang (balance) antara kebutuhan dunia dan akhirat,” terang lelaki paruh baya yang kini dipercaya sebagai Penata Utama Penilaian Kerja di BPJS Ketenagakerjaan itu.

Kegiatan Qurban dari Rohis BPJS ketenagakerjaan

“Selain itu, kegiatan itu juga untuk menanamkan ghirah (semangat) ke-Islam-an pada karyawan BPJS Ketenagakerjaan. Juga sebagai pengingat bahwa kita sebagai manusia tak boleh hanya mengejar dunia, tapi akheratnya juga (sebagaimana yang diterangkan di atas). Dan yang lebih penting juga (kegiatan keagamaan ini) sebagai bentuk internalisasi nilai budaya organisasi BPJS Ketenagakerjaan, terutama soal item Iman,” lanjutnya.

Terkait dengan pendanaan kegiatan-kegiatan tersbut, yang memang secara umum ditangani oleh tim atau pengurus Yayasan Al-Maghfiroh yang didirikan manajemen perusahaan sejak tahun 1990-an, itu berasal dari kas perusahaan (dana CSR, Zakat) dan gotong royong karyawan. Secara struktural, Rohis yang dikelolah oleh tim yayasan ini berada di bawah kontrol langsung Divisi Human Capital BPJS Ketenagakerjaan.

Dikonfirmasi bagaimana dukungan manajemen perusahaan, Chosasih menegaskan bahwa pimpinannya sangat mendukung kegiatan-kegiatan keagamaan tersebut. “Manajemen sangat mendukung penuh kegiatan-kegiatan Kerohanian Islam yang kita laksanakan,” tegasnya.

Walau kegiatan dan budaya ke-Rohis-an itu belum terdistribusi ke kantor cabang-cabang BPJS Ketenagakerjaan, tapi sampai detik ini belum ada kendala yang berarti dalam menyelenggarakan kegiatan-kegiatan tersebut. Karena bagaimanapun kegiatan rutin yang ditanggungjawabi oleh Yayasan Al-Maghfiroh pimpinan Didi Haryono (Group Head Pemasaran Kanwil Banten) ini didukung penuh oleh civitas perusahaan.

“Hanya saja diperlukan pengembangan (pendanaan dan SDM) yang lebih luas (dan besar) lagi agar peran Yayasan Al-Maghfiroh lebih menyentuh karyawan-karyawan BPJS Ketenagakeraan yang berada di kantor-kantor cabang dan kantor wilayah yang ada di seluruh Indonesia,” harap Chosasih.

 

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here