MADANINEWS.ID, MADINAH – Soto khas Boyolali kini semakin dekat dengan jemaah Indonesia di Tanah Suci. Soto SSB Hj. Hesti, yang telah memiliki sekitar 100 cabang di Indonesia, memperluas bisnisnya ke Madinah setelah sebelumnya membuka gerai di Mekkah sejak 2024.
Gerai terbaru restoran tersebut berada di Building No. 2648 Abdul Rahman bin Auf. Lokasinya disebut hanya sekitar lima menit dari Masjid Nabawi, salah satu lokasi yang menjadi pusat aktivitas jemaah Indonesia selama berada di Madinah.
Informasi mengenai kehadiran gerai di Madinah disampaikan melalui akun Instagram dan Threads resmi Soto SSB Hj. Hesti. Namun, tanggal resmi pembukaan gerai tersebut belum diumumkan secara terbuka.
Selain tanggal pembukaan, informasi mengenai harga dan daftar menu yang tersedia di gerai Madinah juga belum diinformasikan secara jelas.
Dari Boyolali, Kini Hadir di Tanah Suci
Ekspansi ke Madinah menjadi kelanjutan perjalanan panjang Soto SSB Hj. Hesti yang dimulai dari Indonesia.
Usaha kuliner tersebut pertama kali berdiri pada 2002 dengan nama Soto Sedaap Boyolali Oleh Hj. Widodo. Nama tersebut kemudian berubah menjadi Spesial Soto Boyolali Hj. Hesti pada 2021 seiring perkembangan bisnisnya.
Ekspansi di dalam negeri mulai dilakukan pada 2012. Dari satu usaha kuliner khas daerah, jaringan Soto SSB Hj. Hesti kemudian berkembang hingga mencapai sekitar 100 cabang di berbagai wilayah Indonesia.
Perjalanan bisnis tersebut akhirnya membawa cita rasa soto Boyolali ke luar negeri, tepatnya Arab Saudi.
Mekkah Jadi Langkah Pertama
Mekkah menjadi kota pertama di Arab Saudi yang menjadi tujuan ekspansi Soto SSB Hj. Hesti pada 2024.
Berbeda dengan jaringan gerai di Indonesia, kehadiran restoran tersebut di Mekkah memiliki karakter yang lebih khusus. Soto SSB Hj. Hesti hadir di tiga lokasi, yakni Safwat Al Shorouk Tower 2, Al Hidayah Towers Hotel 2, dan Al Saad Flower Hotel 3.
Gerai-gerai tersebut tidak bersifat permanen dan umumnya beroperasi selama musim haji. Jam operasionalnya berlangsung mulai pukul 06.00 hingga 22.00 waktu Arab Saudi.
Kehadiran soto khas Indonesia tersebut mendapat sambutan dari diaspora Indonesia maupun jemaah yang berada di Tanah Suci.
Kini, setelah Mekkah, Madinah menjadi kota berikutnya yang dimasuki Soto SSB Hj. Hesti.
Kuah Bening Tanpa Kunyit
Soto yang dibawa ke Arab Saudi bukanlah soto dengan kuah kuning yang identik dengan sebagian jenis soto di Indonesia.
Soto khas Boyolali yang menjadi menu andalan Soto SSB Hj. Hesti memiliki kuah bening dengan cita rasa gurih dan aroma rempah. Dalam racikannya, soto ini tidak menggunakan bumbu kunyit.
Isiannya terdiri atas nasi, tauge atau kecambah pendek, bihun, irisan daging sapi atau ayam, seledri, serta bawang goreng.
Untuk pelengkap, tersedia sejumlah pilihan lauk seperti sate paru, usus, kerang dan lainnya. Tempe goreng serta perkedel juga dapat menjadi pendamping.
Di Indonesia, harga seporsi soto tersebut berada di kisaran Rp12.000 hingga Rp16.000. Sementara lauk tambahan dibanderol sekitar Rp2.000 hingga Rp9.000-an.
Membawa Rasa Indonesia ke Tanah Suci
Ekspansi Soto SSB Hj. Hesti ke Mekkah dan Madinah menunjukkan perjalanan sebuah kuliner daerah yang berkembang jauh dari daerah asalnya.
Berawal dari Boyolali pada 2002, bisnis tersebut berkembang melalui ekspansi di Indonesia sejak 2012 hingga memiliki sekitar 100 cabang. Dua tahun lalu, langkah berikutnya dilakukan dengan membuka gerai di Mekkah.
Kini, jejak bisnis itu berlanjut ke Madinah, dengan lokasi gerai yang berada sekitar lima menit dari Masjid Nabawi.
Bagi masyarakat Indonesia yang berada di Tanah Suci, kehadiran soto dengan kuah bening, nasi, kecambah, bihun, daging, seledri dan bawang goreng tersebut bukan hanya menawarkan pilihan makanan.
Cita rasa khas Boyolali itu juga membawa nuansa kuliner Indonesia ke lingkungan yang jauh dari tanah air.
