Madaninews.id
  • Home
  • News
  • Ekonomi Syariah
  • Gaya Hidup
  • Khazanah Islam
  • Haji & Umrah
  • Islamika
  • IPEMI
  • Indeks
No Result
View All Result
  • Home
  • News
  • Ekonomi Syariah
  • Gaya Hidup
  • Khazanah Islam
  • Haji & Umrah
  • Islamika
  • IPEMI
  • Indeks
No Result
View All Result
Madaninews.id
No Result
View All Result

Kisah Petani Binaan BAZNAS Naik Kelas, Dulu Penerima Zakat Kini Jadi Muzaki

Abi Abdul Jabbar Sidik
28 July 2026 | 09:30
rubrik: Haji & Umrah
Kisah Petani Binaan BAZNAS Naik Kelas, Dulu Penerima Zakat Kini Jadi Muzaki

Petani binaan BAZNAS menjadi muzaki. (foto: Dok Baznas)

Share on FacebookShare on Twitter

MADANINEWS.ID, BATU BARA/SUMUT – Program pemberdayaan ekonomi yang dijalankan Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) RI kembali menunjukkan hasil nyata. Melalui Program Lumbung Pangan di Kabupaten Batu Bara, Sumatra Utara, kelompok petani binaan yang sebelumnya menjadi penerima manfaat kini berhasil bertransformasi menjadi muzaki dengan menunaikan zakat pertanian sebesar Rp16 juta usai panen raya 150 ton padi.

Penyerahan zakat pertanian dari Kelompok Tani Sepakat kepada BAZNAS dilakukan di Desa Kwala Gunung, Kecamatan Datuk Lima Puluh, Kabupaten Batu Bara, Sumatra Utara, Rabu (22/7/2026). Zakat tersebut diterima langsung oleh Ketua BAZNAS RI, Dr. Ir. H. Sodik Mudjahid, M.Sc., sebagai bentuk rasa syukur atas hasil panen yang diperoleh para petani.

BAZNAS: Keberhasilan Pemberdayaan Tak Hanya Diukur dari Hasil Panen

Ketua BAZNAS RI Sodik Mudjahid menyampaikan apresiasi atas keberhasilan para petani binaan yang kini mampu menunaikan zakat dari hasil pertanian mereka.

“Di Kabupaten Batu Bara ini luar biasa bahwa mereka (para petani binaan BAZNAS) kini mampu menjadi muzaki dengan menunaikan zakat pertanian sebesar Rp16 juta. Ini membahagiakan bagi kami (BAZNAS) karena selain kebutuhan pangan mereka terpenuhi, bahkan kini mereka bisa melangkah memberikan zakat pertanian,” ujar Sodik.

Menurutnya, keberhasilan Program Lumbung Pangan tidak hanya diukur dari meningkatnya hasil panen, tetapi juga dari perubahan kondisi ekonomi para petani yang semakin mandiri.

Ia menjelaskan, tujuan utama pemberdayaan zakat adalah mendorong mustahik agar mampu meningkatkan taraf hidup hingga secara bertahap berubah menjadi muzaki.

“Program ini (Lumbung Pangan BAZNAS) sesuai dengan kebutuhan rakyat Indonesia dalam hal pangan dan juga sejalan dengan program pemerintah Indonesia terkait ketahanan pangan, ketahanan air, dan ketahanan energi. Kami memohon dukungan kolaborasi dan doa agar BAZNAS semakin dipercaya, sehingga semakin banyak masyarakat yang membutuhkan bisa kami (BAZNAS) bantu,” ujar Sodik.

Pemkab Batu Bara Apresiasi Dampak Program BAZNAS

Penyerahan zakat pertanian tersebut juga mendapat apresiasi dari Bupati Batu Bara, Dr. H. Baharuddin Siagian, S.H., M.Si.

See also  BAZNAS Perluas Wilayah Program Cash for Work

Ia menilai, kemampuan kelompok tani binaan menunaikan zakat menjadi bukti bahwa program pemberdayaan yang dijalankan bersama BAZNAS memberikan dampak positif terhadap kesejahteraan masyarakat.

“Kami mengapresiasi penyerahan zakat pertanian dari Kelompok Tani kepada BAZNAS sebagai bentuk rasa syukur atas hasil panen,” ucap Baharuddin.

Ia juga berharap semakin banyak petani di Kabupaten Batu Bara yang mampu mengikuti jejak kelompok binaan BAZNAS.

“Kami berharap nanti para petani kami yang ada di sini bisa juga yang tadinya sebagai penerima dan bisa menjadi muzaki-muzaki zakat di Kabupaten Batu Bara,” ucapnya.

Petani Akui Bantuan BAZNAS Atasi Kendala Modal

Salah seorang petani penerima manfaat, Rusdianto, mengaku bantuan dari BAZNAS membantu kelompok tani mengatasi keterbatasan modal, terutama untuk pembelian pupuk dan pestisida.

Menurutnya, dukungan tersebut berdampak pada peningkatan hasil panen sehingga kebutuhan keluarga dapat terpenuhi, bahkan sebagian hasil panen dapat ditunaikan sebagai zakat.

“Kami mengucapkan ribuan terima kasih kepada BAZNAS yang telah memberikan bantuan dan support kepada kelompok tani kami. Selama ini sebelum kami mendapatkan bantuan dari BAZNAS kami agak terkendala dengan masalah dana untuk pembelian pupuk dan pestisida, kami sangat bersyukur,” ucapnya.

Sebelumnya, BAZNAS bersama petani binaan menggelar panen raya sebanyak 150 ton padi dari lahan seluas 32 hektaredi Desa Kwala Gunung, Kecamatan Datuk Lima Puluh, Kabupaten Batu Bara.

Program Lumbung Pangan di Sumatra Utara telah diinisiasi sejak 2018 oleh BAZNAS RI bersama BAZNAS Kabupaten Batu Bara dan BAZNAS Provinsi Sumatra Utara.

Program tersebut terus menunjukkan perkembangan setiap tahun. Bahkan, sejak 2024 hingga 2026, kelompok tani binaan telah mampu menunaikan zakat pertanian dengan total mencapai Rp423.182.000, atau rata-rata Rp141.060.000 per tahun.

See also  Siapa yang Disebut Fakir dan Miskin? Ini Kriterianya dalam Islam
Tags: baznasKetahanan PanganMustahikmuzakkipemberdayaan ekonomipemberdayaan zakatzakat pertanian
Previous Post

BPJPH Minta Pelaku Usaha Percepat Sertifikasi Halal Jelang Wajib Halal Oktober 2026

Next Post

BI Sebut Danantara Syariah Bisa Jadi Akselerator Pengelolaan Aset Syariah

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Info Iklan
  • Disclaimer
  • Email

Madaninews.id - Ekonomi Syariah, Gaya Hidup Islami, Komunitas | All Rights Reserved

  • Home
  • News
  • Ekonomi Syariah
  • Gaya Hidup
  • Khazanah Islam
  • Haji & Umrah
  • Islamika
  • IPEMI
  • Indeks