MADANINEWS.ID, JAKARTA – Badan Pengelola Keuangan Haji (BPKH) terus memperkuat strategi pengelolaan dana haji untuk meningkatkan perolehan nilai manfaat bagi calon jemaah. Upaya tersebut dilakukan melalui diversifikasi investasi pada berbagai instrumen syariah, sekaligus memperluas pengembangan bisnis di Arab Saudi melalui BPKH Limited.
Strategi ini tidak hanya ditujukan untuk mengoptimalkan imbal hasil dana haji, tetapi juga mendukung efisiensi biaya dan peningkatan kualitas layanan bagi jemaah Indonesia selama menjalankan ibadah di Tanah Suci.
Kepala BPKH Fadlul Imansyah mengatakan, pengelolaan dana haji dilakukan dengan menempatkan dana pada berbagai instrumen investasi syariah yang aman dan terukur, disertai penguatan manajemen risiko.
“BPKH melakukan diversifikasi penempatan dan investasi pada berbagai instrumen syariah, seperti perbankan syariah, SBSN dan sukuk, serta investasi langsung dan investasi lainnya sesuai ketentuan. BPKH juga terus mengoptimalkan portofolio, memperkuat manajemen risiko, dan mengelola risiko nilai tukar serta dinamika pasar keuangan,” ujar Fadlul saat ditemui di kantornya, Jakarta Selatan, Senin (27/7/2026).
Ekspansi Investasi ke Arab Saudi Lewat BPKH Limited
Selain mengoptimalkan investasi di sektor keuangan domestik, BPKH juga mengembangkan investasi yang terhubung langsung dengan ekosistem penyelenggaraan haji dan umrah di Arab Saudi.
Melalui BPKH Limited, investasi difokuskan pada sektor-sektor yang mendukung penyelenggaraan ibadah haji dan umrah. Langkah ini diharapkan mampu menghasilkan nilai manfaat sekaligus meningkatkan efisiensi penyelenggaraan dan kualitas pelayanan bagi jemaah Indonesia di Makkah dan Madinah.
“Selain itu, BPKH mengembangkan investasi dalam ekosistem haji dan umrah melalui BPKH Limited di Arab Saudi agar dapat menghasilkan nilai manfaat sekaligus mendukung efisiensi dan kualitas layanan jemaah,” jelas Fadlul.
Utamakan Prinsip Kehati-hatian dan Kepatuhan Syariah
Fadlul menegaskan bahwa seluruh strategi investasi BPKH tetap mengedepankan prinsip kehati-hatian. Keamanan dana, kepatuhan terhadap prinsip syariah, serta kecukupan likuiditas untuk penyelenggaraan ibadah haji menjadi prioritas utama dalam setiap keputusan investasi.
Menurutnya, pengelolaan dana haji tidak hanya berorientasi pada peningkatan nilai manfaat, tetapi juga memastikan dana tetap aman dan siap digunakan untuk memenuhi kebutuhan operasional penyelenggaraan haji setiap tahun.
Jemaah Bisa Pantau Saldo Lewat BPKH Apps
Sebagai bagian dari upaya meningkatkan transparansi, BPKH memberikan kemudahan bagi calon jemaah untuk memantau perkembangan dana haji yang mereka miliki.
Melalui BPKH Apps, jemaah dapat melihat posisi saldo serta perkembangan akumulasi nilai manfaat secara berkala.
“Seluruh pengelolaan dilakukan dengan tetap menjaga prinsip syariah, keamanan, kehati-hatian, nilai manfaat, dan likuiditas. Sebagai bagian dari transparansi, jemaah juga dapat memantau saldo dan perkembangan nilai manfaat melalui BPKH Apps,” pungkas Fadlul.
