Komitmen tersebut disampaikan Direktur Jenderal Pengembangan Ekosistem Ekonomi Haji dan Umrah, Jaenal Effendi, dalam kegiatan pembinaan di Bogor, Rabu (22/7/2026).
Menurut Jaenal, pengembangan ekosistem ekonomi haji menjadi salah satu pilar utama dalam mewujudkan Tri Sukses Haji, yang meliputi sukses ritual, sukses ekosistem ekonomi haji, serta sukses peradaban dan keadaban.
“Ekosistem ekonomi haji tidak bisa dibangun oleh satu pihak saja. Dibutuhkan kolaborasi lintas kementerian, lembaga, pemerintah daerah, dunia usaha, hingga masyarakat agar manfaat ekonomi dari penyelenggaraan haji dapat dirasakan secara lebih luas,” ujar Jaenal.
Kemenhaj Siapkan Platform Oleh-Oleh Haji
Sebagai langkah strategis, Kemenhaj tengah menyiapkan platform oleh-oleh haji yang diharapkan menjadi ruang kolaborasi antara pelaku usaha nasional dan kebutuhan jemaah.
Platform tersebut dirancang untuk menghadirkan ekosistem perdagangan yang lebih mudah, transparan, serta mampu meningkatkan nilai tambah produk-produk unggulan Indonesia.
“Kami ingin menghadirkan sebuah platform yang mampu mempertemukan jemaah dengan produk-produk berkualitas dari pelaku usaha nasional. Harapannya, manfaat ekonomi haji tidak berhenti saat ibadah selesai, tetapi terus berputar dan memberikan dampak bagi perekonomian masyarakat,” katanya.
Jaenal menegaskan, pengembangan ekosistem ekonomi haji merupakan agenda jangka panjang yang membutuhkan sinergi seluruh pemangku kepentingan.
Karena itu, Kemenhaj terus membuka ruang kolaborasi untuk memperkuat rantai nilai ekonomi yang lahir dari penyelenggaraan ibadah haji dan umrah, sehingga manfaatnya dapat dirasakan lebih luas oleh masyarakat.
“Melalui semangat kolaborasi, kami optimistis Tri Sukses Haji dapat diwujudkan secara utuh. Tidak hanya menghadirkan layanan ibadah yang semakin berkualitas, tetapi juga menciptakan nilai ekonomi dan kemaslahatan yang berkelanjutan bagi bangsa,” tutup Jaenal.
