MADANINEWS.ID, MAKKAH – Di tengah cuaca panas ekstrem dan padatnya aktivitas ibadah haji di Tanah Suci, banyak jemaah harus berjuang menjaga kondisi fisik agar tetap prima. Namun, situasi berbeda justru dialami Mbah Marsiyah, jemaah haji tertua Indonesia tahun 2026 yang mampu menjalani seluruh rangkaian ibadah dalam kondisi sehat di usia 104 tahun.
Perempuan asal Kabupaten Kediri, Jawa Timur, tersebut menjadi perhatian petugas dan sesama jemaah karena tidak pernah mengalami gangguan kesehatan selama hampir satu bulan berada di Makkah.
Saat bersiap meninggalkan Makkah menuju Madinah bersama Kloter SUB 112 pada Minggu (21/6/2026), Mbah Marsiyah terlihat ceria dan tetap bersemangat menjalani perjalanan ibadahnya.
Ketua Kloter SUB 112, Aniswatun Nadhiroh, mengungkapkan bahwa kondisi kesehatan Mbah Marsiyah terjaga dengan sangat baik sejak awal kedatangannya di Arab Saudi.
“Alhamdulillah, kondisinya Mbah Marsiyah selama satu bulan di sini sangat bagus, tidak pernah sakit sama sekali,” ujar Anis.
Menurutnya, Mbah Marsiyah bahkan tidak mengalami keluhan kesehatan ringan yang kerap dirasakan jemaah setelah puncak ibadah haji, seperti batuk maupun pilek.
Tak Pernah Pilih-pilih Makanan
Salah satu kebiasaan yang dinilai berperan menjaga kebugaran Mbah Marsiyah adalah pola makannya selama berada di Tanah Suci.
Anis menceritakan bahwa Mbah Marsiyah selalu menerima makanan yang diberikan dan berusaha menghabiskannya tanpa banyak memilih menu.
“Awake dhewe ki adoh paran, dadi opo sing dikei neng kene yo dipangan,” tutur Anis menirukan ucapan Mbah Marsiyah.
Prinsip tersebut dipegang Mbah Marsiyah selama menjalani ibadah haji. Sebagai tamu Allah yang berada jauh dari kampung halaman, ia memilih mensyukuri makanan yang tersedia dan tidak mempermasalahkan jenis hidangan yang disajikan.
Kebiasaan itu juga dibenarkan oleh putrinya, Maidah, yang mendampingi sang ibu selama berhaji.
“Ibu hampir selalu menghabiskan makanannya dan nggak pilih-pilih makanan,” ujar Maidah.
Rutin Makan Buah dan Tetap Lahap di Usia Seabad
Selain mengonsumsi makanan yang disediakan, Mbah Marsiyah juga rutin menyantap buah-buahan selama berada di Arab Saudi.
Menurut Maidah, pisang menjadi salah satu buah yang paling sering dikonsumsi sang ibu.
“Hampir setiap tiga hari sekali, saya belikan buah pisang,” katanya.
Yang menarik, meski seluruh giginya telah tanggal, nafsu makan Mbah Marsiyah tetap terjaga dengan baik.
Alih-alih memilih bubur seperti kebanyakan lansia, Mbah Marsiyah justru lebih menyukai nasi sebagai menu utama sehari-hari.
“Paling remen dhahar sekul, mboten doyan bubur (paling suka makan nasi, tidak doyan bubur),” ujar Mbah Marsiyah.
Inspirasi bagi Jemaah Lain
Kisah Mbah Marsiyah menjadi salah satu cerita inspiratif dari penyelenggaraan haji tahun ini. Di usia lebih dari satu abad, ia mampu menyelesaikan rangkaian ibadah dengan kondisi yang tetap prima.
Kebiasaan sederhana seperti tidak pilih-pilih makanan, menghabiskan makanan yang tersedia, serta rutin mengonsumsi buah-buahan menjadi bagian dari kesehariannya selama berada di Tanah Suci.
Semangat Mbah Marsiyah juga menunjukkan bahwa usia lanjut bukan penghalang untuk menjalankan ibadah haji dengan penuh antusiasme dan kondisi fisik yang terjaga.
