Madaninews.id
  • Home
  • News
  • Ekonomi Syariah
  • Gaya Hidup
  • Khazanah Islam
  • Haji & Umrah
  • Islamika
  • IPEMI
  • Indeks
No Result
View All Result
  • Home
  • News
  • Ekonomi Syariah
  • Gaya Hidup
  • Khazanah Islam
  • Haji & Umrah
  • Islamika
  • IPEMI
  • Indeks
No Result
View All Result
Madaninews.id
No Result
View All Result

Kisah Supanto Bikin Haru: Berangkat Haji Lumpuh, Pulang Bisa Jalan Lagi

Abi Abdul Jabbar Sidik
19 June 2026 | 15:30
rubrik: Haji & Umrah
Kisah Supanto Bikin Haru: Berangkat Haji Lumpuh, Pulang Bisa Jalan Lagi

Supanto, Tukang Bakso Asal Bone bisa kembali berjalan usai menunaikan ibadah haji. (foto:ist/dok)

Share on FacebookShare on Twitter

MADANINEWS.ID, JAKARTA – Di antara jutaan manusia yang datang memenuhi panggilan Allah SWT setiap musim haji, ada kisah-kisah yang tak tercatat dalam statistik, tetapi hidup di hati banyak orang. Kisah tentang kesabaran, pengorbanan, keyakinan, dan doa yang dijawab dengan cara yang tak pernah disangka.

Salah satunya adalah kisah Supanto, seorang penjual bakso berusia 73 tahun asal Kabupaten Bone, Sulawesi Selatan.

Bagi sebagian orang, perjalanan menuju Tanah Suci dimulai dari tabungan, persiapan fisik, dan berbagai urusan administrasi. Namun bagi Supanto, perjalanan itu juga harus ditempuh dengan keterbatasan fisik yang telah lama ia rasakan.

Saat berangkat ke Arab Saudi pada Mei 2026, Supanto tidak berjalan menuju pesawat. Ia duduk di atas kursi roda.

Tubuhnya mengalami kelumpuhan yang membuat aktivitas sehari-hari menjadi tidak mudah. Namun satu hal yang tidak pernah lumpuh adalah keyakinannya kepada Allah SWT.

Di usianya yang sudah senja, lelaki sederhana yang sehari-hari berjualan bakso itu tetap menyimpan impian besar: menunaikan ibadah haji ke Baitullah.

Impian yang ia kumpulkan sedikit demi sedikit dari hasil usaha sederhana selama bertahun-tahun.

Pertemuan yang Meninggalkan Kesan

Kisah Supanto pertama kali menarik perhatian Kepala Kantor Wilayah Kementerian Haji dan Umrah Sulawesi Selatan, Iqbal Ismail.

Saat itu, 14 Mei 2026, Iqbal tengah mengantar rombongan jemaah haji khusus dari PT An-Nur Ma’arif. Di antara para calon tamu Allah yang bersiap berangkat, sosok Supanto dan istrinya mencuri perhatian.

“Pada saat itu kami melihat ada jemaah atas nama Supanto dan istrinya menggunakan kursi roda. Ternyata beliau adalah penjual bakso di Kabupaten Bone,” ujar Iqbal Ismail kepada wartawan, Kamis (18/6/2026).

Bukan hanya kondisi fisiknya yang membuat Iqbal terkesan.

See also  Catat! Ini Jenis Penyelenggaraan Haji yang Resmi Sesuai Aturan Saudi

Di balik kursi roda itu, tersimpan kisah perjuangan seorang kepala keluarga yang mengumpulkan biaya haji dari hasil menjual semangkuk demi semangkuk bakso.

Tidak ada jabatan tinggi. Tidak ada usaha besar. Hanya kerja keras yang dilakukan dengan istiqamah selama bertahun-tahun.

“Jadi dengan menjual bakso bisa melaksanakan ibadah haji melalui haji khusus. Ini luar biasa karena semangatnya luar biasa,” katanya.

Di tengah kehidupan yang sering kali mengukur keberhasilan dari materi dan status sosial, Supanto menghadirkan pelajaran sederhana bahwa jalan menuju Baitullah terbuka bagi siapa saja yang bersungguh-sungguh berikhtiar.

Sebuah Nasihat di Depan Ka’bah

Sebelum berpisah, Iqbal memberikan pesan yang mungkin terdengar sederhana.

Ia meminta Supanto memperbanyak doa ketika berada di depan Ka’bah.

Tempat yang menjadi pusat kerinduan umat Islam dari seluruh penjuru dunia.

Tempat di mana jutaan air mata jatuh bersama jutaan harapan.

“Di saat itu saya berikan semangat, saya berikan motivasi, berdoa di saat sudah di depan Ka’bah agar dapat diberikan oleh Allah untuk bisa jalan kembali,” tuturnya.

Mungkin saat itu tidak ada yang mengetahui bagaimana Allah akan menjawab doa tersebut.

Karena bagi seorang mukmin, tugasnya hanyalah berdoa dan berharap.

Adapun kapan dan bagaimana doa itu dijawab, sepenuhnya menjadi rahasia Allah SWT.

Kabar yang Membuat Banyak Orang Terharu

Hari-hari ibadah haji berlalu.

Supanto menjalani rangkaian ibadah sebagaimana jutaan jemaah lainnya.

Hingga suatu saat, kabar yang tidak pernah diduga datang kepada Iqbal.

Supanto disebut sudah bisa berjalan.

Kabar itu membuatnya penasaran sekaligus bahagia. Ia pun memutuskan untuk menyambut langsung kepulangan Supanto di Bandara Sultan Hasanuddin, Makassar, pada 17 Juni 2026.

Apa yang dilihatnya saat itu membuat hatinya bergetar.

See also  Pemerintah Ancam Cabut Ijin Travel Jika Langgar Aturan Visa Haji Resmi

Lelaki yang beberapa pekan sebelumnya berangkat dengan kursi roda kini berdiri dengan kedua kakinya sendiri.

“Di saat mau balik saya dengar beliau sudah bisa jalan, makanya saya termotivasi untuk menjemput beliau. Saya lihat langsung pada saat beliau kembali sudah tidak menggunakan kursi roda,” ungkapnya.

Pemandangan itu menjadi pengingat bahwa kekuasaan Allah SWT tidak pernah bisa dibatasi oleh perkiraan manusia.

Apa yang dianggap sulit oleh manusia bisa menjadi sangat mudah bagi Allah.

Kursi Roda yang Ditinggalkan di Masjidil Haram

Namun ada bagian lain dari kisah Supanto yang mungkin tidak kalah menyentuh.

Saat bertemu kembali dengannya, Iqbal penasaran dengan kursi roda yang selama ini digunakan Supanto.

Ia pun menanyakan keberadaannya.

Jawaban yang diterimanya justru membuat haru.

“Saya tanya mana kursi rodanya, ternyata dia sudah sumbangkan di Masjidil Haram untuk jemaah-jemaah di sana,” bebernya.

Supanto tidak membawa pulang kursi roda itu.

Ia memilih meninggalkannya di Tanah Suci agar bisa digunakan oleh jemaah lain yang membutuhkan.

Sebuah tindakan yang lahir dari rasa syukur dan kepedulian.

Di saat banyak orang ingin menyimpan barang sebagai kenang-kenangan perjalanan spiritual, Supanto justru menjadikannya sebagai sedekah yang terus bermanfaat.

Ketika Ikhtiar Bertemu Takdir Allah

Kisah Supanto tentu bukan sekadar cerita tentang seseorang yang kembali bisa berjalan.

Lebih dari itu, kisah ini berbicara tentang keyakinan yang tidak pernah padam.

Tentang seorang penjual bakso yang tetap percaya bahwa Allah selalu memiliki cara untuk menolong hamba-Nya.

Ia telah melakukan apa yang menjadi bagian manusia: bekerja keras, menabung, berikhtiar, dan berdoa.

Sisanya ia serahkan kepada Allah SWT.

“Artinya di saat Allah ingin pak Supanto jalan, jalan. Kalau Allah menghendaki, insyaallah. Itu menjadi motivasi bagi pak Supanto dan akhirnya alhamdulillah bisa berjalan kembali,” imbuhnya.

See also  Petugas dan Jemaah Haji Sumbang 3.1 Miliar Kepada Korban Tsunami Palu-Donggala

Di tengah dunia yang sering mengajarkan manusia untuk hanya percaya pada kemampuan diri sendiri, kisah Supanto mengingatkan bahwa ada kekuatan yang jauh lebih besar dari segala keterbatasan manusia.

Bahwa tidak ada doa yang sia-sia.

Bahwa tidak ada ikhtiar yang terbuang percuma.

Dan bahwa di hadapan Allah SWT, seorang penjual bakso dari Bone bisa pulang membawa hadiah yang bahkan tidak pernah ia bayangkan sebelumnya.

Bukan sekadar gelar haji.

Tetapi kesempatan untuk kembali melangkah dengan kedua kakinya sendiri.

Tags: Hajijemaah hajikeajaiban hajikisah hajikisah inspiratiftukang bakso naik haji
Previous Post

AS dan Iran Sepakat Akhiri Konflik, Berikut Isi Lengkap 14 Poin Perjanjiannya

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Info Iklan
  • Disclaimer
  • Email

Madaninews.id - Ekonomi Syariah, Gaya Hidup Islami, Komunitas | All Rights Reserved

  • Home
  • News
  • Ekonomi Syariah
  • Gaya Hidup
  • Khazanah Islam
  • Haji & Umrah
  • Islamika
  • IPEMI
  • Indeks