MADANINEWS.ID, MAKKAH — Kemegahan kiswah yang menyelimuti Ka’bah setiap tahun bukanlah hasil proses instan. Di balik kain hitam berhias benang emas yang menjadi simbol Baitullah itu, terdapat sejarah panjang lebih dari satu abad yang terus berkembang dari generasi ke generasi di Arab Saudi.
Selama lebih dari 100 tahun, produksi kiswah Ka’bah menjadi salah satu bentuk perhatian Kerajaan Arab Saudi terhadap situs paling suci umat Islam. Dari sebuah bengkel sederhana di Kota Makkah, proses pembuatannya kini berkembang menjadi kompleks khusus berteknologi tinggi yang melibatkan ratusan pengrajin dan tenaga ahli.
Dimulai pada Era Raja Abdulaziz
Menurut laporan Kantor Berita Arab Saudi (SPA), perjalanan produksi kiswah Ka’bah pada era modern dimulai pada 1345 Hijriah.
Saat itu, Raja Abdulaziz bin Abdulrahman Al Saud memerintahkan pembuatan kiswah Ka’bah menggunakan kain broadcloth yang dilapisi bahan khusus agar lebih kuat dan tahan lama.
Setahun kemudian, tepatnya pada 1346 Hijriah, Raja Abdulaziz mendirikan bengkel pertama khusus pembuatan kiswah Ka’bah di kawasan Ajyad, Makkah.
Langkah tersebut menjadi tonggak awal dimulainya produksi kiswah secara mandiri di Arab Saudi.

Terus Berkembang dari Generasi ke Generasi
Perjalanan panjang kiswah kemudian berlanjut pada masa pemerintahan Raja Saud bin Abdulaziz yang meneruskan pengawasan dan produksi kiswah Ka’bah.
Pada era Raja Faisal bin Abdulaziz, fasilitas produksi kiswah mengalami pembaruan melalui renovasi pabrik dan peningkatan sarana pendukung.
Pengembangan berikutnya dilanjutkan pada masa Raja Khalid bin Abdulaziz dengan peningkatan kapasitas produksi serta penguatan kemampuan teknis para pengrajin.
Sementara itu, modernisasi besar-besaran dilakukan pada masa Raja Fahd bin Abdulaziz melalui pembaruan fasilitas dan peralatan produksi yang digunakan dalam pembuatan kiswah.
Dari Ajyad ke Kompleks Khusus di Umm Al-Joud
Transformasi besar kembali terjadi pada masa Raja Abdullah bin Abdulaziz.
Pada periode tersebut, dibangun Kompleks Raja Abdulaziz untuk Kiswah Ka’bah di kawasan Umm Al-Joud, Makkah. Fasilitas ini menjadi pusat produksi kiswah yang lebih modern dan dirancang khusus untuk memenuhi seluruh kebutuhan pembuatan kain penutup Ka’bah.
Kompleks tersebut kemudian menjadi pusat pengembangan berbagai teknik produksi, mulai dari penenunan sutra, bordir ayat-ayat Al-Qur’an, hingga proses perakitan kiswah secara menyeluruh.

Era Teknologi dan Inovasi
Di bawah kepemimpinan Raja Salman bin Abdulaziz Al Saud, produksi kiswah terus mengalami penyempurnaan.
Pengembangan dilakukan pada berbagai aspek, mulai dari kualitas bahan baku, teknologi produksi, hingga sistem pendukung yang digunakan dalam setiap tahapan pengerjaan.
Perbaikan tersebut memungkinkan proses pembuatan kiswah berlangsung dengan tingkat presisi yang semakin tinggi tanpa meninggalkan unsur seni dan tradisi yang telah diwariskan selama puluhan tahun.
Kini, kiswah Ka’bah tidak hanya menjadi simbol kesucian Baitullah, tetapi juga representasi perpaduan antara warisan Islam, keterampilan para pengrajin, dan teknologi modern.
Perjalanan dari bengkel kecil di Ajyad menuju kompleks produksi khusus di Umm Al-Joud menjadi bukti bagaimana tradisi yang telah berlangsung lebih dari satu abad terus dijaga dan dikembangkan untuk menghasilkan salah satu karya tekstil paling istimewa di dunia Islam.
