MADANINEWS.ID, MAKKAH – Pemerintah Arab Saudi mulai menerapkan pola baru dalam pengelolaan penyelenggaraan ibadah haji dengan menetapkan seluruh tahapan operasional musim haji 1448 Hijriah atau 2027 Masehi jauh lebih dini. Bahkan, proses resmi persiapan haji tahun depan telah dimulai sejak Mei 2026, hampir setahun sebelum jemaah mulai diberangkatkan ke Tanah Suci.
Kebijakan ini menjadi sinyal kuat bahwa tata kelola penyelenggaraan haji global kini bergerak menuju sistem yang lebih terstruktur, terukur, dan berbasis perencanaan jangka panjang. Seluruh negara pengirim jemaah, termasuk Indonesia, dituntut menyesuaikan proses persiapan sesuai tenggat waktu yang telah ditetapkan Pemerintah Arab Saudi.
Delegasi Indonesia sendiri telah menerima pemaparan awal terkait rencana operasional musim haji 1448 Hijriah setelah memperoleh undangan resmi dari Pemerintah Arab Saudi pada Jumat (29/5/2026).
Menteri Haji dan Umrah Republik Indonesia Moch. Irfan Yusuf mengatakan Pemerintah Arab Saudi telah menyampaikan gambaran awal mengenai penyelenggaraan haji tahun depan, termasuk berbagai tahapan yang harus dipenuhi oleh negara peserta.
“Arab Saudi sudah menyampaikan gambaran awal terkait penyelenggaraan haji tahun depan, termasuk tahapan dan timeline yang harus menjadi perhatian seluruh negara peserta haji,” ujar Gus Irfan pada Sabtu (30/5/2026) malam.
Menurutnya, pemerintah akan segera menindaklanjuti informasi tersebut bersama DPR RI agar seluruh kebutuhan penyelenggaraan ibadah haji 2027 dapat dipersiapkan sejak dini.
Ia menegaskan Indonesia akan menyesuaikan seluruh proses persiapan dengan jadwal yang telah ditetapkan Pemerintah Arab Saudi.
“Kami akan menyesuaikan seluruh proses persiapan dengan jadwal yang sudah ditetapkan Arab Saudi sehingga berbagai kebutuhan dapat dipenuhi tepat waktu,” katanya.
Jadwal Lengkap Operasional Haji 1448 H/2027 M
Pemerintah Arab Saudi menetapkan sedikitnya 14 tahapan utama yang harus dilalui seluruh negara peserta haji dalam proses persiapan hingga pelaksanaan operasional musim haji 2027.
1. 29 Mei 2026 (12 Zulhijah 1447 H)
Penerimaan Dokumen Awal Musim Haji
Tahapan pertama meliputi:
- Penerimaan dokumen pengaturan awal penyelenggaraan haji 1448 H.
- Penyampaian jadwal operasional musim haji kepada negara peserta.
Tahapan ini menjadi titik awal dimulainya seluruh proses persiapan resmi haji 2027.
2. 30 Juni 2026 (15 Muharram 1448 H)
Pengisian Preferensi Hotel di Makkah dan Madinah
Pada fase ini negara peserta mulai menentukan:
- Distrik atau kawasan tempat jemaah menginap di Makkah.
- Distrik atau kawasan tempat jemaah menginap di Madinah.
- Jenis hotel atau lodge yang digunakan.
- Kategori dan tingkat bintang akomodasi.
3. 15 Juli 2026 (1 Safar 1448 H)
Aktivasi Nusuk Masar dan Penunjukan Maskapai
Tahapan yang mulai berjalan meliputi:
- Aktivasi transfer dana ke dompet elektronik Nusuk Masar.
- Penunjukan maskapai penerbangan.
- Penetapan pintu masuk udara ke Arab Saudi.
4. 29 Juli 2026 (15 Safar 1448 H)
Mulai Kontrak dan Konfirmasi Layanan
Kegiatan yang dimulai pada tahap ini antara lain:
- Konfirmasi retensi kemah.
- Penyusunan kontrak paket komprehensif.
- Dokumentasi kontrak angkutan udara.
- Penentuan preferensi distribusi kartu Nusuk.
- Penyelesaian pengisian preferensi akomodasi.
5. 13 Agustus 2026 (30 Safar 1448 H)
Batas Akhir Retensi Kemah
Arab Saudi menetapkan:
- Batas akhir konfirmasi retensi kemah.
- Batas akhir penambahan operator perjalanan haji baru.
6. 14 Agustus 2026 (1 Rabiulawal 1448 H)
Rapat Persiapan Operasional Dimulai
Tahapan ini mencakup:
- Rapat persiapan penyelenggaraan haji.
- Penyusunan preferensi pergerakan jemaah.
- Kontrak layanan medis.
- Kontrak layanan media.
- Pengunggahan data jemaah dan delegasi.
- Finalisasi rencana bisnis.
7. 26 September 2026 (15 Rabiulakhir 1448 H)
Tenggat Pendaftaran dan Penunjukan Maskapai
Menjadi batas akhir untuk:
- Pengumuman pendaftaran haji.
- Penunjukan maskapai.
- Kontrak layanan medis.
- Kontrak layanan media.
- Unggah data anggota Kantor Urusan Haji.
8. 8 November 2026 (28 Jumadilawal 1448 H)
Penandatanganan Perjanjian Urusan Haji
Tahapan yang dilakukan:
- Penandatanganan Perjanjian Pengaturan Urusan Haji.
- Penandatanganan perjanjian preferensi pergerakan jemaah.
- Batas akhir dokumentasi kontrak maskapai.
9. 24 Desember 2026 (15 Rajab 1448 H)
Batas Akhir Transfer Dana
Meliputi:
- Batas akhir transfer dana kontrak paket komprehensif.
- Batas akhir penyetoran dana ke dompet elektronik Nusuk Masar.
10. 23 Januari 2027 (15 Syakban 1448 H)
Penutupan Kontrak Paket Komprehensif
Pada tanggal ini:
- Seluruh kontrak paket komprehensif melalui platform Nusuk Masar harus sudah selesai.
11. 28 Januari 2027 (20 Syakban 1448 H)
Mulai Penerbitan Visa Haji
Menjadi batas akhir untuk:
- Unggah data jemaah.
- Unggah data petugas.
- Pelatihan wajib.
- Sertifikasi profesional.
Pada tanggal yang sama Arab Saudi juga mulai menerbitkan visa haji.
12. 9 Maret 2027 (1 Syawal 1448 H)
Penutupan Proses Visa
Tahapan ini menjadi:
- Batas akhir penerbitan visa haji.
- Batas akhir penerimaan izin membawa obat melalui Nusuk Masar.
13. 8 April 2027 (1 Zulkaidah 1448 H)
Jemaah Mulai Datang ke Arab Saudi
Pada fase ini:
- Pengajuan pembatalan visa ditutup.
- Kedatangan jemaah haji mulai berlangsung.
Tahapan ini menandai dimulainya operasional kedatangan jemaah ke Tanah Suci.
14. 27 April 2027 (20 Zulkaidah 1448 H)
Inspeksi Kemah Menjelang Puncak Haji
Tahapan terakhir sebelum puncak musim haji meliputi:
- Kunjungan inspeksi kemah.
- Pemeriksaan kesiapan fasilitas bersama perusahaan penyedia layanan Saudi.
Indonesia Siapkan Langkah Antisipasi
Jadwal yang dirilis Pemerintah Arab Saudi menunjukkan adanya perubahan pendekatan dalam pengelolaan musim haji. Berbagai tahapan yang sebelumnya dilakukan mendekati musim keberangkatan kini mulai diproses jauh lebih awal.
Dengan adanya timeline yang lebih panjang, negara peserta memiliki ruang lebih besar untuk menyiapkan layanan akomodasi, transportasi, kesehatan, hingga administrasi jemaah secara lebih matang.
Bagi Indonesia, jadwal tersebut sekaligus menjadi penanda dimulainya proses persiapan penyelenggaraan haji 2027 meskipun operasional haji 2026 masih berlangsung.
Menurut Gus Irfan, pengalaman musim haji tahun ini menunjukkan bahwa perencanaan yang dilakukan lebih awal dapat mendukung kelancaran operasional sekaligus meningkatkan kualitas pelayanan bagi jemaah.
Karena itu, pemerintah akan segera melakukan penyesuaian terhadap seluruh tahapan yang telah ditetapkan Arab Saudi agar setiap kebutuhan penyelenggaraan dapat dipenuhi sesuai jadwal yang berlaku.
