MADANINEWS.ID, MAKKAH – Tingginya partisipasi jemaah haji Indonesia dalam program dam resmi Adahi pada musim haji 1447 Hijriah/2026 Masehi menjadi indikator meningkatnya kepercayaan terhadap sistem tata kelola ibadah haji yang terintegrasi dan akuntabel. Tercatat, lebih dari 135 ribu jemaah Indonesia menunaikan dam melalui program resmi yang disediakan otoritas Arab Saudi.
Data Kementerian Haji dan Umrah menunjukkan sebanyak 135.367 jemaah haji Indonesia melaksanakan dam melalui Adahi. Angka tersebut menjadikan Indonesia sebagai salah satu kontributor terbesar dalam program dam resmi pada penyelenggaraan haji tahun ini.
Koordinator Bidang Bimbingan Ibadah dan Dam Panitia Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Arab Saudi, M. Afief Mundzir, mengatakan pelaksanaan penyembelihan hewan dam pada Hari Tarwiyah berjalan lancar dan memberikan kemudahan bagi jemaah.
“Alhamdulillah, tahun ini jamaah haji kita bisa menyalurkan dam melalui saluran resmi yang ditetapkan otoritas Kerajaan Arab Saudi. Jumlahnya sangat besar dan ini menjadi pembuktian bahwa layanan haji dapat dikelola dengan baik, aman, nyaman, dan akuntabel,” ujar Afief di Makkah, Senin.
Menurut Afief, tingginya jumlah jemaah yang menggunakan jalur resmi mencerminkan kepercayaan terhadap mekanisme yang telah disiapkan pemerintah Arab Saudi dalam pengelolaan dam.
Jamin Kepastian Syariat dan Distribusi Daging
Afief menjelaskan, penggunaan program resmi Adahi memberikan kepastian bahwa seluruh proses penyembelihan dilakukan sesuai ketentuan syariat Islam yang berlaku.
Selain itu, mekanisme tersebut juga memastikan distribusi daging hasil penyembelihan dapat dilakukan secara terukur dan dapat dipertanggungjawabkan.
Direktur Bina Jamaah Haji Reguler Kementerian Haji dan Umrah itu berharap tata kelola dam pada musim-musim haji mendatang terus diperkuat agar aspek transparansi dan akuntabilitas semakin terjaga.
Daging Dam Diprioritaskan untuk Palestina
Selain menjamin tata kelola yang baik, program dam resmi juga dinilai memberikan manfaat sosial yang lebih luas. Daging hasil penyembelihan hewan dam milik jemaah haji Indonesia diprioritaskan untuk membantu masyarakat Palestina.
Kebijakan tersebut merupakan tindak lanjut dari arahan Menteri Haji dan Umrah serta Wakil Menteri Haji dan Umrah agar manfaat ibadah dam juga dapat dirasakan oleh masyarakat yang membutuhkan.
“Sebagaimana tahun lalu, Adahi telah menyalurkan bantuan ke Palestina. Tahun ini, arahan dari Pak Menteri dan Pak Wamen sangat jelas, agar daging dam dari jamaah haji Indonesia dapat diprioritaskan untuk saudara-saudara kita di Palestina,” ujar Afief.
Menurutnya, langkah tersebut menjadi nilai tambah bagi jemaah haji Indonesia karena ibadah yang mereka tunaikan tidak hanya memenuhi kewajiban syariat, tetapi juga memberikan dampak kemanusiaan.
“Ini menjadi nilai tambah bagi bangsa Indonesia, khususnya bagi jamaah haji Indonesia, karena ibadah yang mereka tunaikan juga membawa manfaat bagi saudara-saudara yang membutuhkan,” kata Afief.
Berdasarkan catatan Kementerian Haji dan Umrah, hingga saat ini sebanyak 195.326 jemaah haji Indonesia telah menyelesaikan kewajiban dam.
Dari jumlah tersebut, 135.367 jemaah menunaikan dam melalui program Adahi, sebanyak 53.506 jemaah melalui lembaga resmi Indonesia, dan 6.453 jemaah memilih menunaikan dam melalui puasa.
Besarnya angka partisipasi tersebut menunjukkan semakin luasnya pemanfaatan jalur resmi dalam pelaksanaan dam sekaligus memperkuat tata kelola layanan haji yang transparan, aman, dan terukur.
